Waspada
Waspada » Empat Terdakwa Kasus Perdagangan Organ Satwa Dilindungi Dituntut 18 Tahun Penjara
Aceh Headlines

Empat Terdakwa Kasus Perdagangan Organ Satwa Dilindungi Dituntut 18 Tahun Penjara

MAJELIS hakim menyimak Tim JPU saat membaca tuntutan terhadap empat terdakwa dalam terkait kasus perdagangan organ satwa dilindungi dalam sidang secara virtual di PN Idi, Aceh Timur, Selasa (22/9). Waspada/M Ishak
MAJELIS hakim menyimak Tim JPU saat membaca tuntutan terhadap empat terdakwa dalam terkait kasus perdagangan organ satwa dilindungi dalam sidang secara virtual di PN Idi, Aceh Timur, Selasa (22/9). Waspada/M Ishak

IDI (Waspada): Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut empat terdakwa yang terlibat dalam kasus perdagangan organ satwa dilindungi 18 tahun penjara.

Masing-masing dituntut empat tahun enam bulan penjara dalam sidang secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, Selasa (22/9).

Sidang dipimpin Majelis Hakim yang diketuai Irwandi, SH, didampingi Hakim Anggota Ike Ari Kesuma, SH, dan Asra Saputra, SH.

Sementara tuntutan terhadap keempat terdakwa dibacakan Fajar Adi Putra, SH, dan Wahyudi, SH, selaku JPU.

Tim JPU menuntut keempat terdakwa masing-masing 4,5 tahun penjara dan denda Rp100 juta atau subsider 6 bulan kurungan penjara.

Para terdakwa yakni Adi, 47, Mar Rahim, 43, Sapta, 45, dan M Daud, 50.

Di depan majelis hakim, keempatnya mengaku perbuatannya melawan hukum.

Namun mereka memohon pertimbangan dan keringanan hukum dari majelis hakim dalam putusan nanti.

“Saya adalah tulang punggung keluarga dan saya juga memiliki anak yang masih usia kecil. Mohon keringanan majelis hakim,” ucap salah seorang terdakwa.

Kajari Aceh Timur, Abun Hasbulloh Syambas, melalui Kasi Pidum Ivan Najjar Alavi, terpisah mengatakan, keempat terdakwa dituntut dengan Pasal 40 ayat (2), Pasal 21 ayat (2) huruf D UU RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam, Hayati dan Ekosistemnya, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Untuk agenda sidang selanjutnya, lanjut Ivan, yakni pembacaan putusan yang akan berlangsung secara virtual, Selasa (29/9) depan.

“Kemarin sore pembacaan tuntutan dari JPU. Sementara agenda sidang pekan depan adalah pembacaan putusan,” sebut Ivan.

Sebagaimana diketahui, keempat terdakwa diamankan petugas kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh atas kasus perdagangan kulit dan organ tubuh Harimau Sumatera di SPBU Lhoknibong, Desa Meunasah Leubok, Kecamatan Pantee Bidari, Aceh Timur, Rabu (17/6) lalu.

Dari penangkapan itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kulit Harimau Sumatera, taring harimau, tulang harimau, dan empat taring Beruang Madu serta 20 kuku Beruang Madu. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2