Waspada
Waspada » Elemen Masyarakat Desak Usut Tuntas Wafatnya 6 Anggota FPI
Headlines

Elemen Masyarakat Desak Usut Tuntas Wafatnya 6 Anggota FPI

PERNYATAAN SIKAP -- Elemen masyarakat menyampaikan pernyataan sikap, di Medan, Jumat (11/12) yang isinya desak usut tuntas wafatnya 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) dalam bentrokan di Jakarta, Senin (7/12) dini hari lalu. Waspada/ist
PERNYATAAN SIKAP -- Elemen masyarakat menyampaikan pernyataan sikap, di Medan, Jumat (11/12) yang isinya desak usut tuntas wafatnya 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) dalam bentrokan di Jakarta, Senin (7/12) dini hari lalu. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Elemen masyarakat yang terdiri atas Ormas Islam dan tokoh masyarakat Sumut desak aparat berwenang usut tuntas wafatnya 6 anggota Front Pembela Islam (FPI) dalam bentrokan di Jakarta, Senin (7/12) dini hari lalu.

Hal ini termuat dalam salah satu pernyataan sikap aliansi itu, yang salinannya diperoleh Waspada, Sabtu (12/12).

Elemen masyarakat itu terdiri atas tokoh ormas, seperti FPI, Kesatuan Aksi Ummat Islam (KAUMI), Presidium Alumni 212 (PA 212), Aliansi Nasional Anti Syiah Indonesia (ANNAS), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Majelis Mujahiddin, Forum Umat Islam Sumut (FUI) Sumut serta dari Tim Advokasi Umat Islam, yakni Dody, SH indra Buana Tanjung SH.

Dalam taklimat yang dibacakan Jumat lalu di Medan, Ustad Indra Suheri yang mewakili elemen masyarakat Sumut itu desak aparat berwenang segera usut tuntas wafatnya 6 anggota FPI tersebut.

Pihaknya juga mendorong segera dibentuk Tim Independen dari Komnas HAM atau Tim Gabungan Pencari Fakta, untuk mendalami perkara ini dengan baik dan benar.

Selain mengutuk dan mengecam insiden itu, publik perlu mendapatkan kejelasan terkait yang terjadi, karena adanya perbedaan yang signifikan antara keterangan yang disampaikan oleh pihak Kepolisian dan FPI.

Disebutkan, tindakan terhadap enam orang anggota FPI dapat dikategorikan sebagai tindakan kejahatan kemanusiaan, yakni extra-judicial killing atau pembunuhan di luar putusan pengadilan.

Tindakan seperti ini dilarang keras oleh ketentuan dalam hukum HAM internasional maupun peraturan perundang undangan nasional.

Larangan tersebut dimuat di dalam Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi Manusia, dan International Covenant on Civil and Political Rights/ICCPR (Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) yang diratifikasi melalui UU No 12 Tahun 2005.

Extra-judicial killing merupakan suatu pelanggaran hak hidup seseorang. Hak hidup setiap orang dijamin oleh UUD 1945 dan merupakan hak asasi yang tidak dapat dikurangi apapun keadaannya (non-derogable rights).

Oleh karenanya, tindakan demikian tidak dapat dibernarkan oleh negara hukum seperti Indonesia.

Tindakan ini juga melanggar hak-hak lain yang dijamin, baik oleh UUD 1945, UU No 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia ataupun ketentuan hukum HAM internasional, seperti hak atas pengadilan yang adil dan berimbang (fair trial).

Diproses

Menurut aliansi itu,  jika memang ada pelanggaran hukum yang dilakukan oleh 6 orang tersebut, seharusnya dapat diproses sebagaimana ketentuan pidana yang belaku.

Akibat terjadinya extra-judicial killing, mereka tidak akan dapat diadili dengan adil dan berimbang untuk membuktikan tuduhan yang disampaikan kepadanya, karena saat ini sudah meninggal dunia.

Karenanya, mereka mengutuk tindakan extra-judicial killing (pembunuhan tanpa putusan pengadilan) yang mengakibatkan wafatnya 6 anggota FPI.

Selanjutnya, mendesak para pelaku yang terlibat dalam kejahatan kemanusiaan itu harus segera diadili dan dihukum menurut Ketentuan Hukum Nasional (Pengadilan HAM) maupun Ketentuan Hukum HAM Internasional (Pengadilan HAM PBB)

Kemudian, mendesak Kapolri dan Kapolda Metro Jaya untuk mundur dari jabatannya.

Mereka juga mendesak Negara harus bertanggungjawab atas kejahatan kemanusian yang mengakibatkan wafatnya 6 anggota FPI.

Karena, negara wajib menghormati dan melindungi HAM dan mendesak segera dibentuk Tim Pencari Fakta Independen untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dalam peristiwa tersebut. (cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2