Waspada
Waspada » Eksekusi Aset Pemko Sibolga Ricuh Diwarnai Aksi Lempar Batu
Headlines Sumut

Eksekusi Aset Pemko Sibolga Ricuh Diwarnai Aksi Lempar Batu

EKSEKUSI lahan milik Pemko Sibolga di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, Jum'at (11/6) berlangsung ricuh dan diwarnai aksi pelemparan batu dari pihak pengusaha tangkahan UD Budi Jaya yang menolak tempat itu dikosongkan. Waspada/Haris Sikumbang
EKSEKUSI lahan milik Pemko Sibolga di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, Jum'at (11/6) berlangsung ricuh dan diwarnai aksi pelemparan batu dari pihak pengusaha tangkahan UD Budi Jaya yang menolak tempat itu dikosongkan. Waspada/Haris Sikumbang

SIBOLGA (Waspada): Eksekusi lahan milik Pemko Sibolga di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, Jum’at (11/6) berlangsung ricuh dan diwarnai aksi pelemparan batu dari pihak pengusaha tangkahan UD Budi Jaya yang menolak tempat itu dikosongkan.

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga, H Jamaluddin Pohan dan Pantas Maruba Lumban Tobing, serta Kajari Sibolga Henri Nainggolan bersama puluhan petugas Satpol PP yang hendak melakukan eksekusi lahan seluas 5.5665,25 m2 itu terkena lemparan batu.

Pantauan Waspada, akibat aksi pelemparan itu, membuat petugas Satpol PP terlihat kewalahan untuk melakukan eksekusi.

Eksekusi sempat tertunda beberapa saat.

Bahkan operator alat berat yang didatangkan untuk membantu eksekusi menyerah dan tidak berani karena “dihujani” batu yang berasal dari dalam tangkahan UD Budi Jaya.

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi bersama Dandim 0212/TT, Letkol Dadang Alex yang turun ke lokasi berupaya menengkan kedua belah pihak yang berlawanan.

Wali Kota Jamaluddin Pohan kepada Waspada mengatakan, pihaknya terpaksa harus menunda melakukan eksekusi lahan tersebut hingga beberapa waktu kedepan, itu berkat saran dan keputusan bersama Forkopimda.

“Sementara kita tunda dulu, dan semua petugas Satpol akan kita tarik,” katanya.

Jamal juga mengaku sempat terkena lemparan batu pada bagian pundaknya.

Meski begitu, dia tidak menyerah dan tidak takut untuk mengambil alih lahan tersebut demi kepentingan pembangunan Kota Sibolga.

Sementara ujarnya, para pelaku pelemparan segera dilaporkan ke Polres Sibolga.

“Ya kena bagian pundak, tapi saya kan tidak mundur, karena ini demi kemajuan Kota Sibolga, bukan kepentingan pribadi saya. Dan tadi juga ada beberapa petugas Satpol PP yang terkena lemparan, dan mereka akan laporkan itu. Kalau saya tidak lah, mana mungkin saya laporkan rakyat saya,” sebutnya.

Wali Kota Jamal menyebut, pengosongan aset Pemerintah Kota Sibolga yang dikuasai oleh Tangkahan UD Budi Jaya berdasarkan pertimbangan Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan, serta kajian Kajari Sibolga selaku Jaksa Pengacara Negara.

Jamaluddin mengaku pengambilalihan aset Pemko sudah menjadi keharusan dan bersifat segera untuk kelanjutan program pembangunan serta penataan kota.

Jamal mengatakan, setelah lahan itu dikosongkan, Pemko Sibolga akan membangun pasar modern ditempat itu serta menjadikan Jalan KH Ahmad Dahlan Sibolga menjadi jalan lingkar luar mengingat Jalan Sisingamangaraja padat lalu lintas.

Sementara Kajari Sibolga, Henri Nainggolan mengatakan, pihaknya sudah bekerja sesuai dengan aturan mengamankan aset sebagai Jaksa Pengacara Negara bersama Pemerintah Kota Sibolga.

Katanya, jika pihak tangkahan UD Budi Jaya merasa memiliki lahan itu dan dibuktikan dengan dokumen lengkap, dipersilahkan menempuh jalur hukum.

“Bagaimana pun kami mendukung program Pemko Sibolga mengambil alih aset pemerintah, kalau ada pihak yang merasa dirugikan silahkan saja tempuh jalur hukum,” kata Henri Nainggolan. (c03)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2