Waspada
Waspada » Dua Terdakwa Kasus Sabu Di Mess Pemko Tanjungbalai Divonis 18 Tahun Penjara
Headlines

Dua Terdakwa Kasus Sabu Di Mess Pemko Tanjungbalai Divonis 18 Tahun Penjara

MAJELIS Hakim PN Medan saat membacakan vonis kedua terdakwa di Ruang Cakra III. Dua Terdakwa kasus sabu di mess Pemko Tanjungbalai divonis 18 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan
MAJELIS Hakim PN Medan saat membacakan vonis kedua terdakwa di Ruang Cakra III. Dua Terdakwa kasus sabu di mess Pemko Tanjungbalai divonis 18 tahun penjara. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Sidang perkara temuan sabu di Mess Pemkot Tanjungbalai dengan terdakwa Jimmy Sitorus Pane Alias Jimmy dan Chairuddin Panjaitan Alias Rudi, memasuki agenda vonis, Rabu (7/4) sore.

Hakim Ketua Sayed Tarmizi menghukum terdakwa masing-masing selama 18 tahun penjara. Kedua terdakwa dinilai terbukti terlibat atas temuan narkotika jenis sabu seberat 8 kg (5 kg di antaranya disimpan di Mess Pemko Tanjungbalai).

“Menjatuhkan terdakwa Jimmy Sitorus Pane alias Jimmy dan Chairuddin Panjaitan Alias Rudi dengan pidana penjara selama 18 tahun, denda Rp1 miliar dengan subsider 4 bulan penjara,”kata hakim dalam sidang di Ruang Cakra III.

Hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah menjadi perantara, sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dalam amar putusannya, hakim menyebutkan hal yang meringankan, kedua terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi kembali.

“Sedangkan hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran Narkotika,” ucap hakim.

Setelah mendengar vonis hakim, terdakwa pun sontak kaget divonis 18 tahun penjara dan memohon agar diringankan. “18 tahun? Tolong diringankan pak,” kata terdakwa.

Pikir-pikir

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umun (JPU) Chandra Priono Naibaho menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 18 tahun, denda Rp1 miliar, subsidar 6 bulan penjara. Atas putusan itu, terdakwa melalui penasehat hukum dan jaksa menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU Chandra Priono Naibaho, pada 25 September 2020 lalu, terdakwa Jimmy Sitorus Pane alias Jimmy disuruh oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal mengambil 2 kaleng roti besar.

Di dalam kaleng itu terdapat 10 bungkus plastik teh Cina masing-masing berisi sabu 1 kg, dengan total 10 kg yang telah diletakkan di Jl Masjid Tanjungbalai. Lalu, Jimmy bersama terdakwa Chairuddin Panjaitan mengambil kaleng tersebut dan membawanya ke Medan.

Pada 26 September 2020, kedua terdakwa menginap di Kamar Nomor 205 Mess Pemko Tanjungbalai Jl Karya Jaya Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor.

Kemudian, kedua terdakwa menyimpan sabu 10 kg itu di dalam lemari kamar. Sekira jam 19.00, kedua terdakwa pergi mengantarkan sabu 2 kg kepada Ijal (DPO) di Jl SM Raja Medan.

Satu jam kemudian, kedua terdakwa kembali mengantarkan sabu 3 kg ke Jl SM Raja. Saat Jimmy meletakkan sabu 3 kg di aspal jalan, tiba-tiba datang petugas Polrestabes Medan langsung melakukan penangkapan.

Selanjutnya, petugas juga menyita 2 kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik teh Cina berisi sabu 5 kg di penginapan kedua terdakwa. Keduanya mengakui telah membawa sabu 10 kg ke Medan.

Namun, sabu 2 kg telah berhasil diantar kepada Ijal dan keduanya mendapat upah sebesar Rp 40 juta apabila berhasil mengantarkan sabu tersebut. Selanjutnya, kedua terdakwa beserta barang bukti sabu 8 kg dibawa ke Polrestabes Medan guna pengusutan lebih lanjut.(m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2