DPRD Sumut Sesalkan Korban Jatuh Lagi Di Jalan Rusak Marelan

DPRD Sumut Sesalkan Korban Jatuh Lagi Di Jalan Rusak Marelan

  • Bagikan
TAMPAK kendaraan korban kecelakaan terhimpit di bawah kolong truk tronton di kawasan Paya Pasir, Marelan, Jumat (1/10). DPRD Sumut sesalkan korban jatuh lagi di jalan rusak Marelan. Waspada/Ist
TAMPAK kendaraan korban kecelakaan terhimpit di bawah kolong truk tronton di kawasan Paya Pasir, Marelan, Jumat (1/10). DPRD Sumut sesalkan korban jatuh lagi di jalan rusak Marelan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Wakil Ketua DPRD Sumut Misno Adisyah Putra menyesalkan peristiwa kecelakaan di kawasan Paya Pasir, Marelan yang mengakibatkan tewasnya seorang warga di sana, Jumat lalu (1/10). Dewan berharap Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) segera mempercepat perbaikan jalan yang  masuk dalam kewenangan provinsi itu.

“Ini ada lagi korban yang meninggal akibat mengelakkan jalan berlobang di Paya Pasir di depan Auto 2000, di kawasan Medan  Marelan, “ kata Misno kepada Waspada, Minggu (3/10).

Anggota dewan dari Fraksi PKS itu merespon kecelakaan lalu lintas antara seorang pengendara sepedamotor dengan truk tronton di jalan. Dalam video yang disebarluaskan di media sosial,  korban diketahui bernama Suprianto warga Jl. Marelan Lingkungan V Pasar V, Kelurahan Terjun, Medan Marelan.

Menurut Misno, insiden tersebut bukan pertama kali terjadi, sehingga pihaknya meminta Dinas Bina Marga Bina Konstruksi (BMBK) segera mempercepat penanganan jalan yang masuk dalam jalan provinsi tersebut.
Misno sebelumnya mengatakan, pihaknya prihatin dengan kondisi jalan di kawasan Marelan yang harusnya mendapat perhatian serius.

Kepala Dinas BMBK Bambang Pardede yang dihubungi Waspada membenarkan insiden  di Paya Pasir itu. “Saya dan anggota DPRD turun ke lapangan melihat dan pembahasan langsung di lapangan,” katanya.


Pihaknya berharap dapat dipetakan penyebab kerusakan jalan, sehingga perbaikan dilakukan nanti benar-benar sesuai dengan apa yang sudah didesain dan direncanakan, sehingga umur rencana pelayanan jalan dapat dicapai.

Dijelaskan, hal utama yang perlu mendapat perhatian adalah, aliran air permukaan seharusnya bisa tertampung ke saluran samping, namun saat ini banyak sekali lokasi yang saluran samping sudah tertutup oleh kegiatan masyarakat.
Sehingga air hujan yang turun ke badan jalan tidak bisa segera bisa mengalir ke badan dan menggenangi badan jalan dalam waktu yang cukup lama.

“Secara teknis apabila jalan beraspal tergenang air selama 24 jam terus menerus akan mempengaruhi kekuatan struktur jalan beraspal tersebut,” katanya.

Terpisah, Kepala UPT JJ Medan BMBK Sumut, Heri Muda Siregar  kepada Waspada menyebutkan, sejak pekan lalu, pihaknya sudah melakukan perbaikan di jalan Marelan. “Ini sedang dikerjakan, mohon kesadaran masyarakat untuk sama-sama menjaga jalan,” pesannya.

Meregang Nyawa

Sebelumnya diketahui, seorang pengendara sepedamotor bernama Suprianto ,57,  warga lingkungan V, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan harus meregang nyawa, Jumat (1/10)  sekira pukul 10.00 WIB.

Pria paruh baya ini tewas dilindas truk BK 9551 UYZ yang dikemudikan Hariandi ,42,  warga Dusun 2, Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparanperak, Kabupaten Deliserdang saat melintasi jalan rusak dan berlubang di Jl. Titi Pahlawan, Kelurahan Labuhandeli, Kecamatan Medan Marelan.

Korban tewas dengan kepala pecah lantaran terlindas ban truk, pihak kepolisian yang menerima laporan langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan evakuasi jasad korban ke rumah sakit.

Dari keterangan yang diperoleh, sebelum kecelakaan terjadi korban yang mengendarai Honda Vario BK 5647 AFR datang dari arah Medan Marelan menujuh Simpang Kantor, Kecamatan Medan Labuhan.

Bersamaan dengan itu, Dump truk yang dikemudikan Hariandi datang dari arah yang sama.

Setiba di lokasi, korban yang berusaha menghindari jalan rusak dan berlubang  berada di depan truk langsung ditabrak dan terjatuh dibawa kolong truk. Korban langsung terlindas ban belakang truk, dan tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah.

Supir truk bernama Hariandi saat ditemui di Polsek Medan Labuhan mengatakan saat kejadian rem truk miliknya blong.

“Tiba – tiba saja rem blong, aku nggak sempat mengelakan korban yang ada di depan bang. Langsung terlindas ban belakang,”sebutnya.

Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Medan Labuhan Iptu Lily Tavip SH yang dihubungi membenarkan kejadian tersebut dan kasusnya telah ditangani pihaknya.

“Korban meninggal dunia  sudah dievakuasi ke rumah sakit sedangkan kedua kendaraan bermotor diamankan di Unit Lalulintas  Polsek Medan  Labuhan. Supir sudah diamankan untuk dimintai keterangan,”jelasnya singkat.(cpb/m27)

  • Bagikan