Waspada
Waspada » Donny Sibarani Ajak Berjoget Warga Medan
Headlines Hiburan Medan

Donny Sibarani Ajak Berjoget Warga Medan

DONNY Sibarani mantan penyanyi ADA Band saat tampil mengisi acara di panggung Pekan Nasional QRIS di Lapangan Benteng Medan Minggu (15/3) pagi. Waspada/t.junaidi
DONNY Sibarani mantan penyanyi ADA Band saat tampil mengisi acara di panggung Pekan Nasional QRIS di Lapangan Benteng Medan Minggu (15/3) pagi. Waspada/t.junaidi

DONNY Sibarani tampil memikat membawakan sembilan lagu-lagu hitnya yang pernah popular saat dia masih bersama ADA Band.

Penampilannya menjadi daya tarik tersendiri buat penggemarnya saat menjadi bintang tamu di panggung Pekan QRIS Nasional 2020 di Lapangan Benteng Medan Minggu (15/3) pagi.

Diiringi Horizon Band, Donny membuka penampilannya yang menurutnya sudah lama sekali tidak ke Medan lewat tembang ‘Kau Auraku’ disambut meriah fansnya yang langsung merapat ke pinggir panggung.

“Dulu lagu ini aku bawa bersama Gita Gutawa, sekarang aku mau kalian semua sebagai penggantinya”, katanya dari atas panggung.

Walaupun cuaca Medan mulai terasa panas, namun semangat pengunjung melihat aksi penyanyi yang mempunyai suara sangat empuk ini tetap bertahan dan terus mendekat ke arah panggung saat dia menembangkan lagu kedua ‘Yang Terbaik Bagimu’, disusul “Masih Sahabatku Kekasihku”.

Donny juga disela-sela penampilannya banyak bercengkrama hingga membuat suasana konsernya lebih hidup dan tidak menonton.

“Kita tidak boleh takut sama Corona, tapi yang pasti kita juga harus sama-sama waspada dengan menjaga kebersihan”, ucapnya.

Donny juga mengajak para pengunjung Pekan QRIS Nasional bersama-sama bernostalgia lewat alunan lagu-lagu yang pernah dibawakannya bersama ADA Band.

“Dulu pasti kalian ada yang masih remaja ya saat lagu ini muncul. Dan sekarang aku sudah tua ya”, ujarnya disambut tawa penggemarnya yang lantas dia membawakan lagu “Haruskah Kumati”, berlanjut ke “Manusia Bodoh”, konon menjadi lagu wajib setiap kali dia tampil baik sendiri maupun dulu bersama ADA Band.

Sebelum mengakhiri penampilannya, Donny mengajak tujuh wanita naik panggung. “Mana nih bidadari Medan, ayo sini naik ke atas kita nyanyi bareng”, ajaknya yang karuan saja para wanita pun berlomba naik keatas panggung. Maka meluncurkan lagu ‘Langit 7 Bidadari’ dilanjutkannya dengan tembang hit lainnya “Karena Wanita Ingin Dimengerti”.

Dan dua lagu terakhir sebelum ia pamit, Donny mengubah suasana yang semula didominasi lagu-lagu balad menjadi riang hingga membuat penonton ikut berjoget bersama lagu “Ini Rindu” milik alm Farid Hardja dan “Anak Medan” sebagai lagu pamungkas.

Usai konser, Waspada menemuinya dibelakang panggung sekaligus menanyakan keberadaan ADA Band. Menurutnya grup musik almamaternya masih ada, tapi sebenarnya dia sejak November 2017 sudah keluar dari grup musik itu.

“Ya ADA Band dengan kegiatannya sendiri dan aku dengan kegiatan solonya”, begitulah sekarang ini, ujarnya seraya menyeka keringatnya.

Alasan Donny keluar dari band yang turut membesarkan namanya di kancah permusikan tanah air ini, karena ada beberapa hal yang memang tidak bisa dihindarinya. Setelah 14 tahun bergabung dengan ADA Band akhirnya dia memutuskan keluar dari band itu.

“Yang jelas kami berpisah secara baik-baik”, katanya. Donny Sibarani tidak menampik bahwa dengan keluarnya dia dari grup ADA Band ada rasa kepuasaan sendiri.

Misalnya ada beberapa hal yang tidak bisa dia lakukan bersama grupnya terdahulu, tapi setelah berjalan sendiri, dirinya merasa lebih bebas berkarya.

“Sebenarnya dulupun aku bisa lakukan itu, tapi rasanya sekarang lebih lepas dan bebas mengeluarkan ide kreatif dalam berkarya”, ujarnya.

Donny merasa pilihannya bersolo karir membuatnya lebih dewasa, karena kalau bersama grup, satu lagu misalnya menjadi milik bersama, dan sekarang lagunya menjadi miliknya sendiri termasuk tanggungjawab semuanya menjadi bebannya sendiri.

Sejak keluar dari ADA Band, Donny Sibarani telah mengeluarkan tiga single dan tetap berencana merilis album full, namun masalahnya sekarang ini kalau mengeluarkan album fisik, kondisinya masih kurang kompromis. “Kita harus tau juga menempatkannya dimana”, jelasnya.

Menyinggung era digital sekarang ini, secara jujur diakuinya kemajuan teknologi apapun itu harus kita ikuti, karena enggak mungkin juga kan diantara sekian banyak orang (musisi) sudah pada beralih ke era digital, kita masih bertahan dengan teknologi konservatif.

“Enggak mungkin jugalah ya kan, tapi bagaimana kita mencermatinya dengan cerdik kemajuan teknologi itu agar terus bisa mengekplor dalam mengeluarkan karya-karya terindah kita”.

Sebagai musisi, dirinya juga mau tidak mau harus mengikutinya, tapi jangan sampai melupakan pakem-pakemnya sebagai seorang musisi. “Kita boleh mengikuti kemajuan teknologi tapi harus tetap mempertahankan ciri kita masing-masing”,ujarya.

Donny mengaku sekarang ini dirinya lebih bebas mengeksplor kemampuannya, walaupun benang merahnya tidak lari dari masalah tentang cinta sepertinya juga karya-karyanya saat masih bersama ADA Band, tapi secara musik terutama vokal lebih dominan.

“Aku sekarang lagi mencari warna seorang Donny Sibarani”, katanya mengakhiri obrolan singkatnya karena para fans diluar tenda pada ngantri menunggu kesempatan untuk foto bareng. (m19)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2