Dit Resnarkoba Polda Aceh Cor Belasan Kilogram Sabu Dengan Semen

  • Bagikan
PEMUSNAHAN sabu dengan cara dicor pakai semen di Mapolda Aceh. Waspada/Ist
PEMUSNAHAN sabu dengan cara dicor pakai semen di Mapolda Aceh. Waspada/Ist

BANDA ACEH (Waspada): Subdit I Dit Resnarkoba Polda Aceh memusnahkan belasan kilogram sabu yang merupakan hasil tangkapan di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Pemusnahan dilakukan di Mapolda Aceh, Senin (6/1).

Pemusnahan dilakukan dengan mengaduk belasan kilogram barang haram golongan satu tersebut menggunakan campuran semen, dan dicor menggunakan mesin molen yang kemudian dikuburkan ke lubang sedalam satu meter yang sudah disiapkan.

Dir Resnarkoba Polda Aceh, Kombes Pol Rudi Ahmad Sudrajat melalui Kasubdit I, AKBP Erwan yang memimpin pemusnahan ini mengatakan, selain dihadiri sejumlah unsur terkait, pemusnahan juga disaksikan tersangka AM, pemilik sabu.

“Tersangka selaku pemilik barang ini hadir dan menyaksikan langsung pemusnahan bersama istrinya SR,” ujar Erwan di Banda Aceh.

Dalam kasus yang diungkap tersebut, pihaknya mengamankan 15 bungkus besar sabu seberat 14.371,64 gram (14, 3 kilogram lebih). Namun, hanya 14.252,26 gram (14,2 kilogram lebih) sabu yang dimusnahkan dalam kegiatan siang tadi.

“Sementara sisanya sebesar 119,38 gram sabu disisihkan untuk barang bukti di persidangan nanti, setelah pemusnahan ini berkas perkara akan kita limpahkan ke jaksa dalam hal ini Kejati Aceh dan Kejari Aceh Tamiang,” jelasnya.

Selain pihak internal Polda Aceh, pemusnahan juga dihadiri pihak Kejati Aceh diwakili Ibsaini dan BPOM Banda Aceh diwakili Arief Prasetyo Wibowo, serta sejumlah pihak lainnya.

Untuk diketahui, pengungkapan kasus sabu dalam jumlah besar ini dilakukan personel Subdit I Dit Resnarkoba Polda Aceh pada akhir tahun kemarin, tepatnya 12 Oktober 2019.

Di mana, awalnya petugas mengamankan istri tersangka AM yakni SR di rumahnya di Gampong Bandar Khalifah, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang setelah menerima informasi masyarakat tentang adanya peredaran gelap sabu.

“Setelah AM tertangkap, diketahui bahwa istrinya SR tidak terlibat dalam kasus ini sehingga kita serahkan kembali ke pihak keluarga dan statusnya ditetapkan sebagai saksi,” ungkap Kasubdit.

Dijelaskan, tersangka AM ditangkap petugas pada 6 November 2019 setelah sempat masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atas kasus kepemilikan belasan kilogram sabu tersebut.

“Yang bersangkutan selaku pemilik barang kita tangkap di Lhokseumawe setelah sempat buron, kasus ini masih dikembangkan namun tersangka AM tetap diproses lanjut,” kata AKBP Erwan.

“Tersangka AM dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun ke atas,” tambahnya. (cb01)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *