Waspada
Waspada » Disdukcapil Binjai Tidak Akan Terbitkan Akta Perkawinan Sri Juliati Ginting Tanpa SPTJM
Headlines Sumut

Disdukcapil Binjai Tidak Akan Terbitkan Akta Perkawinan Sri Juliati Ginting Tanpa SPTJM

SHERIL Gracella br Sembirng, putri kandung kandung Herman Sembiring dengan istri Jendaseh br Ginting didampingi suami ketika memberikan keterangan. Waspada/Riswan Rika
SHERIL Gracella br Sembirng, putri kandung kandung Herman Sembiring dengan istri Jendaseh br Ginting didampingi suami ketika memberikan keterangan. Waspada/Riswan Rika

BINJAI (Waspada): Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Binjai Tobertina SH, Jumat (18/6) tegas menyatakan, tidak akan menerbitkan akta perkawinan Sri Juliati br Ginting tanpa membuat Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

”Satu tahun lalu sudah saya jelaskan syarat untuk menerbitkan akta perkawinan Sri Juliati br Ginting dengan Herman Sembiring, sampai saat ini tidak terpenuhi, bagi kami tak diperlukan surat keputusan pradilan, sudah ada aturan Permendagri Nomor 108 Tahun 2019, Pasal 50 ayat 2,” ujarnya.

Tobertina SH menjelaskan, semua data ada di Dinas Dukcapil Kota Binjai.

Banyak hal yang harus diteliti kebenarannya, diantaranya Sri Juliati br Ginting mengakui menikah dengan suaminya Herman Sembiring 3 Juli 2017 di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Jemaat Getsemani, Kuala, Distrik Langkat Hulu.

“Kenapa anak pertamanya perempuan bernama Steve Pricillia Emeninta br Sembiring yang lahir di Medan pada 16 -09-1016, sedangkan pernikahan mereka 3 Juli 2017,” ujarnya.

Menurut pengakuan Sri Juniati kepada wartawan, Senin (14/6) sore, dari pernikahannya dengan Herman Sembiring dikarunia dua orang anak (laki-laki dan perempuan).

“Saya menikah setelah istri pertama Herman Sembiring meninggal dunia. Dari istri pertama, Herman Sembiring mengangkat satu anak perempuan,” ungkapnya.

Putri dari mendiang Herman Sembiring, Sheril Grasela br Sembiring ketika ditemui, Jumat (18/6) di Binjai menolak tuduhan status anak angkat.

Herman Sembiring dengan istri pertamanya bernama Jendaseh br Ginting yang tercatat akta perkawinan No 749/3575/2012 oleh Dinas Kependudukan dan Catpil Kabupaten Karo, dan di kartu keluarga Herman Sembiring yang dikeluarkan Dinas Dukcapil kota Binjai No 1275022104080364 tercatat Grasela br Sembiring lahir di Binjai pada 04-07-2000 sebagai anak.

Sheril didampingi suaminya juga menjelaskan sebelum bapaknya wafat, Herman Sembiring ada membuat Surat pernyataan Ahli Waris tertanggal 13 Pebruari 2017 yang menyatakan Herman Sembring mempunyai satu anak kandung dari perkawinan dengan Jendaseh br Ginting yaitu Sheril Gracellah br Sembiring.

Surat pernyataan itu ditandatangani Herman Sembiring dan Sheril diatas materai Rp6000 dan diketahui Kepala Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Abdul Halim.

Kedisdukcapil Binjai Tobertina, mengatakan, pihaknya tidak pernah mempersulit urusan warga sepanjang syarat yang dibutuhkan sudah lengkap, seperti diinstruksikan Wali Kota Binjai Amir Hamzah.

“Soal ini sudah sampai ke Dirjen dengan No 472 2/557/Dukcapil/IV/2021. Silahkan mau bawa kemana saja saya tidak takut. Yang pasti, kalau syarat tidak lengkap, kami tidak akan proses akte nikah yang bersangkutan,” tegas Tobertina.

Tobertina menerangkan, akte nikah yang diminta istri kedua Herman, dapat dikeluarkan apabila mereka membuat surat pernyataan tanggungjawab mutlak.

Syarat ini wajib dilengkapi sesuai dengan Permendagri Nomor 108 Tahun 2019, Pasal 50 ayat 2.

“Surat pernyataan itu harus ditandatangani anak pertama dari istri pertama, istri kedua, anak dari istri kedua, dan pengacara. Apabila anak kedua masih dibawah umur, bisa digantikan dengan saksi lain melalui surat kuasa. Kalau ini tidak dibuat, sampai kapan pun akte nikahnya tidak diproses,” pungkas Tobertina. (a12)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2