Waspada
Waspada » Dinkes Siapkan 450.000 Vaksin Untuk Vaksinasi Massal Di Aceh Utara
Aceh Headlines

Dinkes Siapkan 450.000 Vaksin Untuk Vaksinasi Massal Di Aceh Utara

SALAH seorang petugas kesehatan di Dinas Kesehatan Aceh Utara, Bahar, Selasa (8/6) siang sedang melaksanakan vaksinasi terhadap salah seorang ASN di lingkungan Setdakab Aceh Utara. Waspada/Maimun Asnawi
SALAH seorang petugas kesehatan di Dinas Kesehatan Aceh Utara, Bahar, Selasa (8/6) siang sedang melaksanakan vaksinasi terhadap salah seorang ASN di lingkungan Setdakab Aceh Utara. Waspada/Maimun Asnawi

ACEH UTARA (Waspada): Guna melaksanakan Instruksi Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan vaksinasi massal, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin telah menyiapkan 450 ribu vaksin untuk masyarakat.

Tahap pertama jumlah warga dan ASN yang akan divaksin sebanyak 16000 orang.

Vaksinasi massal tahap pertama dikhususkan untuk kepala desa dan tokoh masyarakat sebagai model, dan diharapkan mereka nantinya dapat menyampaikan kepada masyarakat di desa masing-masing terhadap reaksi yang dirasakan setelah divaksin.

Untuk kepala desa dan tokoh masyarakat vaksinasi massal ini telah mulai dilaksanakan pada tanggal 3 Juni dan berakhir pada tanggal 7 Juni 2021.

Kegiatan vaksinasi massal tersebut dipusatkan di Puskesmas kecamatan masing-masing dengan target per hari paling rendah 700-an orang dan target maksimal 1000 orang per hari.

“Untuk kegiatan vaksinasi massal tetap kita laksanakan walaupun di hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Alhamdulillah berjalan aman dan lancar. Untuk tahap pertama kita siapkan 16000 vaksin,” kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, dr Feryanto, Selasa (8/6) siang di ruang kerjanya.

dr Feryanto juga menjelaskan, kegiatan vaksinasi tahap ke dua untuk peserta di tahap pertama akan dilaksanakan 28 hari kemudian.

“Jangan takut untuk divaksin. Saya sendiri sudah dua kali vaksin. Efek yang saya alami lapar dan mengantuk. Selebihnya tidak,” katanya.

Menjawab Waspada, Feryanto menjelaskan, dari 16000 vaksin yang disiapkan pada tahap pertama untuk vaksinasi massal, sebanyak 2000-an vaksin disiapkan untuk ASN di lingkungan Setdakab Aceh Utara dan ASN di beberapa instansi vertikal seperti Pengadilan Negeri (PN), Kejasaan Ngeri (Kejari), dan PLN.

Ini sesuai intruksi Bupati dan Sekda Aceh Utara.

Vaksinasi untuk ASN di jajaran Setdakab Aceh Utara telah mulai dilaksanakan sejak tanggal 4 dan berakhir pada tanggal 11 Juni mendatang.

Awalnya, kata Fery pihaknya telah membuat jadwal khusus, namun dalam perjalan jadwal itu tidak digunakan.

“Kami sepakat, siapapun yang datang dan meminta divaksin maka kita vaksin. Sejak kegiatan ini kita laksanakan di Dinkes, jumlah ASN yang sudah kita vaksin mencapai 200-an orang. Apabila nantinya setelah tanggal 11 masih ada yang belum divaksin, maka tidak tertutup kemungkinan kegiatan vaksinasi di Dinkes Aceh Utara tetap dijalankan dengan cacatan sekali vaksin harus ada 10 orang,” terang dr Faryanto.

Ditanya mengapa petugas tidak melakukan jemput bola yaitu melaksanakan vaksinasi di Kantor Bupati Aceh Utara di Landing Lhoksukon, Fery mengatakan, semestinya itu paling efektif, namun untuk melaksanakan vaksin di sana, sebut Fery pihaknya harus dapat menyediakan alat penyimpanan vaksin yang dapat menjaga suhu vaksin, kemudian harus ada jaminan kelancaran jaringan internet.

“Alat penyimpanan yang mampu menjaga suhu vaksin tidak mungkin kita bawa ke sana dan kemudian jika jaringan internetnya lelet bisa terjadi antrean panjang. Maka atas dasar itulah kita putuskan vaksinasi kita laksanakan di Dinkes Aceh Utara,” jawabnya.

Kepada setiap orang yang telah divaksin, diberikan bukti sertifikat yang langsung dikirimkan WhatsApp masing-masing.

“Semoga dalam rentang waktu enam hari seluruh ASN di jajaran Setdakab Aceh Utara dan instansi vertikal selesai kita laksanakan untuk tahap pertama,” harapnya.

Ditanya kapan kadaluarsa vaksin Sinovac yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Aceh Utara saat ini, Feryanbto mengatakan, semua vaksin yang ada Dinkes Aceh Utara masih aman dan baru kadaluarsa terhitung 21 Oktober 2021.

“Masyarakat tidak perlu cemas, vaksinnya aman,” ujarnya.

Ditanya berapa jumlah total masyaraat Aceh Utara yang harus divaksin, dr Feryanto menjelaskan, pada awalnya jumlah yang disiapkan hanya 36000 vaksin, itu target sebelum Lansia masuk dalam daftar yang ikut divaksin.

Setelah Lansia dinyatakan bisa divaksin, maka jumlah vaksin yang telah disiapkan oleh Dinkes Aceh Utara mencapai 450000 vaksin.

“Berapa pun kebutuhan vaksin tetap diberikan. Kemudian stok vaksin dipantau oleh petugas provinsi maupun di pusat lewat online. Ketika ada laporan bahwa stok vaksin menipis maka akan dikirimkan kembali tentunya setelah ada permintaan ke Dinkes Aceh. Sampai saat ini jenis vaksin yang kita gunakan masih Sinovac,” tuturnya. (b07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2