Waspada
Waspada » Dinas PUPR Karo Berharap Balai Jalan Nasional Bangun Tembok Penahan Tanah
Headlines Sumut

Dinas PUPR Karo Berharap Balai Jalan Nasional Bangun Tembok Penahan Tanah

TITIK longsor yang berada dikilometer 45-46 Medan-Berastagi tepatnya di depan Penatapan bakaran jagung Doulu. Waspada/Micky Maliki
TITIK longsor yang berada dikilometer 45-46 Medan-Berastagi tepatnya di depan Penatapan bakaran jagung Doulu. Waspada/Micky Maliki

TANAH KARO (Waspada): Antisipasi longsor, Pemkab Karo meminta pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan agar membangun kembali Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik jalan yang lokasi tebing rawan longsor.

Hal itu sebagai bentuk mengantisipasi curah hujan ekstrem dalam beberapa waktu ke depan, agar pengguna jalan maupun wisatawan yang datang ke Tanah Karo merasa nyaman.

“Kita berharap pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan agar merampungkan pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Edward P Sinulingga ST kepada Waspada, Selasa (16/3).

Dijelaskan Edward, daerah yang rawan longsor di jalan Medan-Berastagi patut mendapat skala prioritas dalam perbaikan infrastruktur karena berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke Tanah Karo juga kepada pedagang yang membawa hasil buminya.

“Para pedagang yang membawa hasil pertanian dari Sidikalang, Pakpak Bharat, Tanah Karo ke Medan terancam bangkrut, faktornya jalan terisolir akibat dampak longsor berjam-jam, arus lalu lintas terganggu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tanah Karo AKP Ita Agus Br Ginting mengaku saat ini sepanjang jalan menuju Tanah Karo dalam situasi aman, namun pengendara tetap disarankan agar berlalulintas dalam keadaan berhati-hati.

Diketahui, saat ini terdapat tiga titik rawan longsor di wilayah Doulu diantaranya di kilometer 45, 60, 63 dan di wilayah Karo-Langkat titik rawan longsor berada di Desa Perteguhan, Kecamatan Simpang Empat.

Sementara di Desa Rambung Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, lokasi pada Jumat tanggal 4 Desember 2020 lalu terjadi longsor yang mengakibatkan dua kendaraan tertimpa material longsor seperti tanah dan kayu hingga memakan korban jiwa.

Kini di lokasi tersebut telah dibangun Tembok Penahan Tanah (TPT).

Selain kondisi titik rawan longsor di jalur Medan-Berastagi, kondisi infrastruktur juga sudah sangat menghawatirkan.

Terlihat beberapa titik jalan berlubang dan membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalur itu.

Kondisi ini diharapkan juga bisa segera di realisasikan dan prioritas dapat diperbaiki kembali, tambah Bestam Ginting, 42 penduduk Sibolangit. (c02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2