Waspada
Waspada » Dimarahi Tidak Bekerja Jadi Motif Anak Bacok Ayah Kandung Di Deliserdang
Headlines Sumut

Dimarahi Tidak Bekerja Jadi Motif Anak Bacok Ayah Kandung Di Deliserdang

 

DELISERDANG (Waspada): Seorang anak berinisial AC yang tegah membacok ayah kandungnya Abdullah Chaniago 90, warga Desa Dalu Sepuluh A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang menggunakan parang, pada Minggu (18/4).

Ternyata motif pelaku melakukan pembacokan tersebut karena dilatar belakangi tersinggung ucapan korban yang memarahi pelaku yang tidak kerja kerja atau pengangguran.

“Kami sudah melakukan proses hukum terhadap AC yang melakukan penganiayaan terhadap orangtuanya yakni bapak kandungnya. Motif pelaku melakukan penganiayaan karena sering dimarahi (tidak kerja) jadi pelaku sakit hati.

Sehingga pelaku mengambil parang ke dapur dan langsung membacok kepala bapaknya,” kata Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus SIK, kepada wartawan, Selasa (20/4) diruang kerjanya.

Kata Firdaus, saat peristiwa terjadi warga mengetahuinya, lalu dengan sigap menyelamatkan korban. Pelaku sendiri sempat diamuk massa. Beruntung petugas lekas datang dan langsung mengamankannya.

“(Polisi) mengamankan pelaku dari amukkan massa dan membawa berobat akibat luka yang dideritanya dari lemparan dan pukulan dari massa,”ujar Firdaus.

Firdaus menjelaskan, setelah pemeriksaan pemeriksaan terhadap keluarga tersangka didapatlah informasi bahwa sebelumnya tersangka pernah dibawah ke Rumah Sakit (RS) Jiwa. “Tersangka memang benar pernah dibawah rumah sakit jiwa, namun setelah dilakukan penelitian oleh pihak rumah sakit jiwa disimpulkan bahwa tersangka tidak mengalami gangguan jiwa.

Hanya tersangka emosional,” jelasnya.

Firdaus pun menyebutkan, korban saat ini sudah pulang kerumahnya setelah menjalani perawatan di RS Grand Med Lubukpakam. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka kini dijebloskan ke sel tahanan Satreskrim Polresta Deliserdang dan terancam Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 15 juta. ” Terancam hukuman tidak pidana kekerasan dalam rumah tangga,” tegas Firdaus. (a16).

Teks Foto: Korban pembacokan anak di Deliserdang saat menjalani perawatan di Rumah Sakit (Waspada/ist).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2