Waspada
Waspada » Diduga Praktek Mesum, Salon Di Peunayong Disegel
Aceh Headlines

Diduga Praktek Mesum, Salon Di Peunayong Disegel

PETUGAS satpol PP/Wh Banda Aceh sedang melakukan penyegelan salon A di Jalan Sultan Hotel Peunayong Banda Aceh, Rabu (2/12). Waspada/T Mansursyah
PETUGAS satpol PP/Wh Banda Aceh sedang melakukan penyegelan salon A di Jalan Sultan Hotel Peunayong Banda Aceh, Rabu (2/12). Waspada/T Mansursyah

BANDA ACEH (Waspada): Diduga melakukan praktek mesum, salon Angel di jalan Sultan Hotel Peunayong Banda Aceh disegel pihak Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Rabu (3/12).

Praktek salon pangkas tak memiliki izin ini, telah melanggar Qanun Nomor 06 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Penyegelan sekitar pukul 15:00 wib, oleh pihak Satpol PP/WH Banda Aceh, turut dihadiri Keuchik Gampong Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, T Sabri Harun, SAg, forkompimcam Kuta Alam, terdiri petugas dari Polsek, dan Danramil Kuta Alam, dan disaksikan masyarakat sekitar.

Pihak Satpol PP/WH saat itu langsung menurunkan plang nama salon bersangkutan dan para pemilik serta karyawan yang ada dalam rumah toko (ruko) salon pangkas itu dikeluarkan dan usaha salon tersebut langsung digembok serta ditempelkan selembar kertas bertuliskan “Tempat ini Sementara Ditutup dan Dihentikan Sementara.”

Terbukti bahwa Salon Engel ini melanggar syariat islam bahwa ketika digrebek didapati seorang laki-laki yang sedang mau melakukan jasa pangkas yang pekerjanya disitu adalah para wanita.

Plt Satpol PP/WH Kota Banda Aceh Heru Tri Wijanarko menjawab waspada usai penyegelan, mengatakan,pihak Satpol PP/WH dalam hal ini segera memanggil pemilik salon tersebut, dalam hal penegakan Syariat Islam, karena telah terjadi pelanggaran Syariat Islam dalam hal ini Qanun Nomor 06 Tahun 2014.

Disamping itu, kata Heru, usaha salon pangkas ini tidak mempunyai izin.

Menurut Heru, salon ini khusus untuk wanita tapi ketika kita grebek didapati laki-laki.

Artinya ada perbuatan mesum yang kita lihat dan temukan.

Bukan hanya kali ini kita temukan, bahkan tiga dan empat tahun yang lalu juga salon ini melakukan perbuatan serupa, karena salon ini pindah sebelumnya berlokasi di jalan Kartini.

“Dan penyidikpun sudah beberapa kali minta keterangan Tapi pemiliknya tidak menggubrisnya. Secara ketentuan sudah kita ingatkan. Jadi kita segel sementara dengan tertulis itu karena kita melihat itikat baik dari pemiliknya dan kita minta pemilikinya mengurus izin ke KPTSP disesuaikan dengan penerapan Syariat Islam dalam bentuk usahanya,” ujar Heru.

Artinya, memang salon ini izin usahanya tidak ada dan izinnya itu kita tetap mengedepankan penegakan Syariat Islamnya dulu.

Jadi kita harapkan sekarang pemilinya mengurus izin setelah izin ada tahapan atau prosedur Syariat Islam itu sendiri baru kemudian kita keluarkan izin usahanya lagi.

Sementara Keuchik Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh T Sabri Harun mengaku pihaknya mendapat laporan dari masyarakat bahwa mereka ini sudah berulang kali melakukan pelanggaran Syariat Islam dan bahkan sebelumnya pihaknya sudah memberikan peringatan baik secara lisan maupun tertulis kepada pemiliknya.

Kata Sabri salon ini merupakan pergeseran dari jalan Kartini pindah ke sini.

Sebelumnya juga sudah pernah kita tangkap basah perbuatan mesum sebelum pindah kesini kemudian mereka buat lagi.

“Jadi kami melihat sudah menjadi keresahan masyarakat dan jelas pelanggaran Syariat Islam,” tuturnya.

Sabri mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena pro aktif masyarakat dalam memberikan informasi pelanggaran Syariat Islam ini.

Jadi keuchik Peunayong ini bukan menghambat seseorang untuk mencari nafkah atau mencari uang dikawasan Peunayong, tapi ini karena pelanggaran qanun Syariat Islam itu sendiri yang kita tegakkan.

Agar semua pihak mendapat kenyamanan di Gampong Peunayong dari pada penyakit sosial ini dalam mendukung wali kota untuk menjadikan Banda Aceh sebagai kota gemilang, pungkas Sabri. (b02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2