Waspada
Waspada » Di Tengah Pandemi Covid-19, Kinerja Bank Sumut Masih Positif
Headlines

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kinerja Bank Sumut Masih Positif

DIREKTUR Operasional Rahmat Fadillah Pohan, saat memaparkan kinerja PT.Bank Sumut pada tahun 2020 dan rencana strategis pada 2021. Waspada/Zul Harahap
DIREKTUR Operasional Rahmat Fadillah Pohan, saat memaparkan kinerja PT.Bank Sumut pada tahun 2020 dan rencana strategis pada 2021. Waspada/Zul Harahap

MEDAN (Waspada): Manajemen PT Bank Sumut mengklaim berkinerja baik pada tahun 2020. Sekalipun di tengah suasana pandemi Covid-19, namun lembaga keuangan milik pemerintah daerah itu masih mencatat kinerja yang positif. Salah satunya, Bank Sumut mampu menekan kredit macat (Non Performing Loan/NPL) di bawah tahun lalu.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Operasional (Dirop) PT Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan, Selasa (22/12). Yakni pada acara Media Gathering Insan Pers dan Bank Sumut, di Cambridge Hotel.

Hadir pada kegiatan itu, Komisaris Non Independen Bank Sumut Syahruddin Siregar, Direktur Kepatuhan Eksir, Sekretaris Perusahaan Syahdan Ridwan Siregar, Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut Hermansjah, Sekretaris Edward Thahir, para ketua dari sejumlah organisasi wartawan, dan para wartawan mitra kerja PT.Bank Sumut.

Dirop Bank Sumut Rahmat Fadillah Pohan menyebutkan, walaupun di tengah pandemi Covid-19, yang membuat kondisi perekonomian masih belum stabil, namun Bank Sumut mampu menekan terjadinya kredit macat. Yakni dari 4,54 persen pada 2019, menjadi 3,83 (sampai November 2020).

Begitu juga dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Kewajiban Penyediaan Modal Minim (KPMM), dikatakan Fadillah Pohan, pada tahun 2020 sebesar 20,21 persen. Itu berarti lebih baik dibanding tahun 2019 yang sebesar 17,31 persen.

Disampaikan juga bahwa kinerja keuangan Bank Sumut pada tahun 2020 (sampai November) juga menunjukkan kinerja yang positif.

Kata Fadillah Pohan, pada posisi bulan November, Bank Sumut mencatat laba sebesar Rp483,7 miliar, yang artinya melebihi target 101,37 persen dari rencana pertumbuhan yang ditetapkan.

Dijelaskan Pohan, pencapaian laba itu didorong oleh realisasi kredit yang mencapai Rp23,5 triliun, atau sebesar 96,09 persen dari rencana. Penyaluran kredit tersebut ditopang dengan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang melonjak mencapai Rp31,77 triliun (118 persen dari rencana).

‘’Sedangkan total aset tumbuh Rp38 triliun lebih, atau mencapai 114,83 persen dari rencana,’’ katanya.

Go public

Sementara itu, dijelaskan Rahmat Fadillah Pohan, untuk tahun 2021, PT. Bank Sumut telah menyiapkan rencana strategisnya, agar dapat lolos dari tantangan pandemi Covid-19.

Yakni akan menjadi perusahaan terbuka (go public). Saat ini manajemen PT.Bank Sumut tengah melakukan persiapan melakukan Initial Public Offering (IPO), atau penawan perdana sebagian sahan perusahaan ke publik, di bursa saham.

Dijelaskan Rahmat Fadillah, adapun salah satu strategi yang akan diterapkan di tahun depan adalah dengan memaksimalkan penerapan praktif tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Govermance/GCG).

Salah satunya dengan cara membuat penyesuaian struktur organisasi berdasarkan kompleksitas usaha bank. Kemudian menetapkan ketentuan-ketentuan internal, serta menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dan beritegritas tinggi.

‘’Diharapkan dengan penerapan GCG secara komprehensif dan berkesinambungan, Bnk Sumut dapat menciptakan penerapan good governance dan clean governance. Hal ini sangat diperlukan dalam persiapan menuju IPO,’’ kata Rahmat Fadillah Pohan. (m07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2