Di SPBU Batangkuis: Takut Kehabisan, Masyarakat Rela Antre Membawa Jerigen - Waspada

Di SPBU Batangkuis: Takut Kehabisan, Masyarakat Rela Antre Membawa Jerigen

  • Bagikan
MASYARAKAT yang datang ke SPBU 14 203 1103 dengan membawa jerigen harus rela antre untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax, Rabu (13/10) sore. Waspada/Khairul K Siregar
MASYARAKAT yang datang ke SPBU 14 203 1103 dengan membawa jerigen harus rela antre untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite dan Pertamax, Rabu (13/10) sore. Waspada/Khairul K Siregar

BATANGKUIS (Waspada): Takut kehabisan dan tidak mendapatkan Bahan Bakar Minyak, masyarakat rela antre.

Pantauan Waspada di SPBU 14 203 1103 Jalan Utama, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batangkuis, Rabu (13/10) sore, masyarakat dari berbagai daerah datang ke SPBU tersebut untuk membeli bahan bakar minyak jenis Pertalite dan Pertamax.

Mereka yang datang ke SPBU tersebut bukan hanya yang mengendarai sepeda motor dan mobil, namun juga masyarakat lain yang membawa jerigen hingga lokasi menjadi ramai.

Mereka rela antre dengan membawa jerigen demi mendapatkan BBM karena selama ini BBM jenis Pertalite dan Pertamax sulit didapat. Disamping itu, petugas yang melayani pembeli terbatas hanya 3 orang.

Syafitri, 45, warga Desa Sugiharjo, yang ditemui di lokasi mengaku dirinya rela mengantre untuk mendapatkan BBM. Setelah BBM didapat, lalu dijualnya eceran.

“Walaupun saya harus menunggu sampai malam nanti, saya rela demi mendapatkan BBM untuk dijual secara eceran karena menjual BBM eceran ini adalah mata pencaharian saya,” kata Syafitri.

Hal yang sama juga diucapkan Ramadhan, 52, warga Desa Sidodadi. Dikatakannya, dirinya datang ke lokasi dengan membawa 4 jerigen Dirinya mengaku menjadi pelanggan di SPBU Batangkuis ini.

“Saya takut kalau BBM di SPBU ini habis dan tidak bisa mendapatkannya, makanya saya membawa 4 jerigen isi 40 liter walaupun harus rela mengantre. Hal itu saya lakukan karena BBM disini cepat habis,” ucap Ramadhan.

Salah seorang petugas yang hendak dikonfirmasi enggan memberikan keterangan dengan alasan sibuk melayani pembeli. (a01/a14)

  • Bagikan