Demo Antilockdown Meluas Di Eropa

  • Bagikan
Ribuan orang di Rotterdam, Belanda, turun ke jalan guna memprotes pembatasan Covid-19. Demonstrasi serupa meluas di seantero Benua Biru dengan mengatasnamakan ‘kebebasan’. AP

     ROTTERDAM, Belanda (Waspada): Protes menentang pembatasan Covid-19 berlanjut di Belanda untuk hari ketiga secara berturut-turut pada Minggu. Polisi mengeluarkan perintah darurat di Enschede, kota dekat perbatasan Jerman.

     Para pengunjuk rasa menyalakan kembang api dan merusak properti di kota-kota – Groningen dan Leeuwarden di utara Belanda, Enschede di timur, dan Tilburg di selatan, pada Minggu malam. Sedikitnya 130 orang telah ditangkap sejak protes dimulai, kata polisi.

     Dilansir Reuters, Selasa (23/11/2021), di Rotterdam, kota terbesar kedua di Belanda, polisi menangkap 26 orang pada Minggu setelah para penonton sebuah pertandingan menjadi gaduh.

     Orang-orang menyerang polisi, melemparkan tempat sampah, dan menyalakan kembang api. Tetapi protes itu jauh lebih ringan daripada yang meletus di Rotterdam pada Jumat (19/11) malam dan Den Haag pada Sabtu (20/11).

     Belanda memberlakukan penguncian parsial pada 13 November, dan sedang mempertimbangkan aturan yang lebih ketat untuk warga yang tidak divaksinasi di area publik.

Belgia

     Ribuan orang memprotes aturan pembatasan COVID-19 di pusat kota Brussels pada Minggu. Mereka terutama berdemonstrasi menentang persyaratan oleh pemerintah agar masyarakat menunjukkan sertifikat vaksin di tempat umum, seperti restoran.

     Sekitar 35.000 orang turun ke jalan di Brussels, tetapi mayoritas telah bubar sebelum protes berkembang menjadi kekerasan. Menjelang malam, pengunjuk rasa mulai menghancurkan mobil dan membakar tempat sampah.

     Polisi akhirnya merespons dengan menggunakan meriam air dan gas air mata untuk meredakan situasi. Tiga pejabat polisi dan satu demonstran terluka dalam bentrokan itu, kata seorang juru bicara polisi. Sekitar 42 pengunjuk rasa ditahan, dan dua lainnya ditangkap.

     Infeksi COVID-19 meningkat pada kecepatan yang mengkhawatirkan di Belgia dalam beberapa pekan terakhir. Belgia mencatat rata-rata lebih dari 12.000 infeksi baru per hari.

Prancis

     Wilayah luar negeri Prancis di Guadeloupe dilanda penjarahan dan kerusuhan pada malam ketiga protes, dengan pengunjuk rasa bersenjata menembaki polisi dan petugas pemadam kebakaran, kata pihak berwenang pada Minggu.

     Polisi menangkap 38 orang saat pengunjuk rasa masuk ke mobil dan membakar kendaraan. Mereka juga menghancurkan apotek, kata Alexandre Rochatte, petugas keamanan Guadeloupe, yang mewakili pemerintah Prancis, dalam sebuah pernyataan.

     Wilayah ini telah diguncang oleh protes selama seminggu, dengan orang-orang menuntut diakhirinya mandat pemerintah tentang vaksinasi wajib bagi petugas kesehatan, serta mencari dukungan untuk kenaikan harga bahan bakar.

     Hampir 70% populasi daratan Prancis sudah divaksinasi lengkap, sedangkan di Guadeloupe porsinya kurang dari 50%.

Austria

     Puluhan ribu orang juga melakukan unjuk rasa di ibu kota Austria, Wina, setelah pemerintah mengumumkan lockdown nasional baru yang berlaku mulai Senin (22/11/2021) waktu setempatr atau Selasa WIB.

     Pemerintah Austria mengumumkan aturan itu untuk menahan lonjakan infeksi COVID-19. Pemerintah setempat juga berencana untuk membuat vaksinasi menjadi wajib pada Februari 2022. Austria adalah negara Eropa pertama yang membuat vaksinasi sebagai persyaratan hukum. (reuters/ap/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *