Waspada
Waspada » Debat Publik II: Paslon KUAT Bangun Panti Rehabilitasi Narkoba
Headlines Sumut

Debat Publik II: Paslon KUAT Bangun Panti Rehabilitasi Narkoba

LIMA Paslon Bupati Wakil-Bupati Labura saat mengikuti debat publik II di Pia Hotel Chain, Pandan Sibolga, Kabupaten Tapteng, Rabu (2/12) malam. Waspada/Rifiq Syahri
LIMA Paslon Bupati Wakil-Bupati Labura saat mengikuti debat publik II di Pia Hotel Chain, Pandan Sibolga, Kabupaten Tapteng, Rabu (2/12) malam. Waspada/Rifiq Syahri

AEKKANOPAN (Waspada): KPU Kabupaten Labura mengadakan debat kandidat II Paslon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Labura di Pia Hotel Chain, Pandan Sibolga, Kabupaten Tapteng, Rabu (2/12) malam.

Dalam kesempatan itu, Paslon KUAT nomor urut 2 Ali Tambunan-Raja Panusunan Rambe saat menanggapi pertanyaan dari panelis seputar rencana aksi nasional P4GN pencegahan pemberantasan penyalahgunaan narkoba menyebutkan akan membangun panti rehabilitasi narkoba.

“Apabila terpilih menjadi Bupati Wakil-Bupati Labura, saya akan dirikan tempat rehabilitasi narkoba yang satu-satunya di Kabupaten Labuhanbatu Raya. Saya infakkan tanah pribadi seluas 2 hektare untuk kepentingan rakyat kabupaten Labura,” kata Raja Panusunan Rambe Calon Wakil Bupati Labura nomor 2.

Sambung Calon Bupati Ali Tambunan, kami akan mendukung sepenuhnya P4GN tentang penyalahgunaan narkoba, salah satunya akan melakukan pendekatan agama secara sosial dan pendekatan pada bidang kesehatan.

“Kami akan melakukan pendekatan pada tokoh masyarakat, alim ulama. Sehingga bisa memahami bahwa narkoba sangat membahayakan bagi generasi muda,” katanya.

Pantauan Waspada di lokasi, debat kandidat II dihadiri Balon Wakil Bupati nomor 1 Haris Muda Siregar, nomor 2 Ali Tambunan-Raja Panusunan Rambe, nomor 3 Balon Wakil Bupati Aripay Tambunan.

Selanjutnya nomor 4 Hendriyanto Sitorus-Samsul Tanjung dan nomor 5 Dwi Prantara-Edi Sampurna Rambey.

Pada sesi tanya jawab 1 dan 2 mempertajam pertanyaan pada Paslon nomor 4 terkait upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Labura.

Hal itu karena masih hangatnya sosok kepala daerah sebelumnya yang ditahan KPK bahkan penetapan tersangka oleh Polda Sumut.

Paslon nomor 2 mempertanyakan pada Paslon nomor 4 bagaimana cara efektif untuk mengatasi kutipan maupun money politics dan langkah apa yang dilakukan agar tidak terjadi korupsi dan kutipan di Labura, namun Paslon nomor 4 menjawab bingung.

“Kami bingung, karena sampai hari ini tidak ada kutipan dan money politics kami lakukan pada masyarakat, tapi membuat masyarakat bersih memilih pemimpin yang baik dan meningkatkan mental dari segi keagamaan. Kami tidak mengerti money politics yang disampaikan lawan politik kami,” ungkap Hendriyanto Paslon nomor 4.

Namun Paslon nomor 2 menanggapi bahwa bukan menuduh Paslon nomor 4.

“Kami pertanyakan langkah apa, sebenarnya niatnya baik tapi jawabannya agak kurang pas. Kami bukan menuduh tapi langkah apa itu yang dipertanyakan Paslon nomor 2,” imbuh Ali Tambunan.

Bersitegang

Informasi diterima Waspada, pendukung Paslon nomor 4 sempat bersitegang dengan aparat kepolisian yang berjaga di lokasi saat terlaksananya debat tersebut.

“Tadi ada bersitegang sedikit antara pihak kepolisian dengan pendukung Paslon 4 di lantai 1, karena (mereka-red) mengeluarkan suara yang keras sehingga mengganggu kelangsungan acara debat. Situasi kondusif setelah Kasat Intel Polres Tapteng turun ke lokasi memperingatkan massa pendukung Paslon 4”, kata Iptu Irawadi personel Polres Tapteng.

Kami menjaga agar tidak ada bentrokan antar masa pendukung Paslon.

Kami juga siap siaga, apabila terjadi bentrokan, polisi akan mengambil tindakan tegas, sambung Irawadi pada Waspada. (c04)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2