Waspada
Waspada » Dapat Program Asimilasi Covid-19, Nasir Djamil : Isma Akan Keluar Lapas 14 Maret
Headlines Nusantara

Dapat Program Asimilasi Covid-19, Nasir Djamil : Isma Akan Keluar Lapas 14 Maret

Nasir Djamil, ketua Forber DPR RI dan DPD RI. Waspada/Ist
Nasir Djamil, ketua Forber DPR RI dan DPD RI. Waspada/Ist

JAKARTA ( Waspada) : Wakil rakyat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) daerah pemilihan Aceh, M Nasir Djamil menyebutkan ISMA Khaira, 32, warga Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara yang berada di penjara Lapas Kelas II B Lhoksukon karena harus menjalani masa hukuman tiga bulan bersama anaknya yang baru berusia enam bulan terkait UU-ITE, akan segera menghirup udara segera.

Kepastian itu menurut Nasir Djamil didapatnya setelah bertemu dengan pejabat Kanwil Kemenkumham Aceh,

” Saya baru bertemu dengan pejabat Kanwil Kemenkumham Aceh dan dipastikan Ibu Isma akan mendapatkan program asimimasi dengan demikian Ibu Isma keluar dari Lapas pada 14 Maret ini,” kata Anggota Komisi II DPR RI ini menjawab Waspada melalui saluran telepon, Selasa (2/3) malam.

Menurut Nasir Djamil, Isma dipastikan mendapat program asimilasi, setelah menjalani setengah dari hukumannya.

” Ibu Isma akan keluar dari Lapas 14 Maret ini, ” ujar Nasir menyakinkan.
Untuk diketahui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memutuskan memperpanjang program asimilasi dan integarasi bagi narapidana dan anak di masa pandemi Covid-19.
Perpanjangan program asimilasi dilakukan dengan menerbitkan Permenkumham Nomor 32 Tahun 2020 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Asimilasi, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

Sebagai wakil rakyat, Nasir Djamil mengakui prihatin dengan apa yang dialami ISMA Khaira, 32, warga Gampong Lhok Puuk, dia berharap peristiwa seperti ini tidak ada lagi di Aceh.

Sebagaimana diberitakan waspada.id, Selasa 2 Maret 2021 disebutkan
Isma Khaira, 32, Warga Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, tak menyangka video pertengkaran unggahannya dengan orang penting di desanya berbuah pahit.
Karena unggahan video tersebut, Isma Khaira tersangkut kasus tindak pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE).

Dalam amar putusan Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Isma Khaira divonis tiga bulan penjara dipotong masa tahanan kota.. (j05)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2