Danlanal TBA: Indonesia Tumbuh Indonesia Maju Bebas Pandemi Covid 19

  • Bagikan

TANJUNGBALAI (Waspada) : Harian Waspada menggelar talkshow zoom meeting tema Dukungan TNI AL untuk Vaksinasi di Kawasan Pesisir Tanjungbalai-Asahan di Laman FB, Waspada.id, Kamis (2/11)

Hadir sebagai narasumber, Komandan TNI Angkatan Laut Tanjungbalai, Letnan Kolonel Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory SE, dipandu Host, Dr Dedi Sahputra. Dedi dalam pembukaannya menyatakan talkshow tersebut merupakan kegiatan reguler yang dilaksanakan Harian Waspada dengan berbagai narasumber untuk melihat persoalan Covid 19 dari berbagai perspektif.

Dedi mengatakan, saat ini pemerintah sangat gencar melakukan vaksinasi pada masyarakat di seluruh Indonesia untuk menuju herd immunity yang ditargetkan pada sampai akhir Desember 2021 ini mencapai 70 persen. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah didukung berbagai pihak salah satunya dari TNI Angkatan Laut yang juga turut berperan aktif dalam mempercepat proses vaksinasi.

Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory menjelaskan, TNI Angkatan Laut Tanjungbalai Asahan saat ini membantu program pemerintah pusat untuk melaksanakan vaksinasi yang fokus di daerah pesisir meliputi empat kabupaten dan satu kota madya. Vaksin yang diterima dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dialokasikan untuk wilayah kerja pesisir termasuk dua daerah di Kota Tanjungbalai dan Kab Asahan.

Secara kuantitas paparnya, vaksin yang disuntik per hari rata-rata dua ratus, baik itu dosis pertama maupun dosis kedua. Sampai hari ini, Lanal TBA telah menyuntikkan 10.000 dosis milik sendiri di luar bantuan kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Kendala yang dihadapi di awal-awal vaksinasi ujarnya dari individu warga yang masih belum percaya dengan adanya Covid 19. Parahnya lagi, sebagian kecil orang ini mempengaruhi orang lain untuk turut tidak percaya adanya covid 19. Kemudian kendala lain nya, pada saat pelaksanaan vaksinasi animo dari masyarakat untuk disuntik divaksin sangat kurang.

Hal ini disebabkan mereka kebanyakan melaut, sehingga pada saat suntik vaksinasi waktunya sering kurang tepat. “Nggak pas waktunya, saat mereka berangkat kerja, vaksinasi berjalan, dan saat pulang, vaksinasi sudah selesai,” ungkap Danlanal.

Kendala lain adalah ketersediaan vaksin bagi masyarakat yang ada di pesisir karena pemerintah masih fokus pada daerah perkotaan. Keterbatasan transportasi atau jarak tempuh ke kota menyebabkan sedikit sekali dari warga pesisir mendapatkan vaksinasi.

Untuk itu TNI Angkatan Laut hadir dan berusaha bagaimana caranya untuk membantu pemerintah daerah menjangkau masyarakat di pesisir untuk divaksin sehingga terbentuklah kekebalan kelompok (herd immunity). Di dalam prosesnya, Lanal TBA masih ada menemukan penolakan dari masyarakat pesisir meski jumlah tersebut sangat sedikit dibandingkan dengan yang percaya dan secara sukarela divaksin.

“TNI AL juga terlibat dalam hal sosialisasi, penyadaran, dan edukasi masyarakat agar bersedia divaksin, pakai masker, jaga jarak, dan stay at home, dengan cara menerjunkan Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar)” ungkap Danlanal.

Untuk mengedukasi masyarakat pesisir yang kurang peduli dengan vaksinasi, harus dilakukan bersama dengan pemerintah daerah, karena hal ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah pusat, TNI, Polri, Pemda, tidak bisa bekerja sendiri-sendiri sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik.

Apa yang dilakukan pemerintah seperti sedikit memaksa dan membatasi perizinan untuk kepentingan bersama dengan adalah baik, agar semuanya divaksin guna menciptakan kekebalan imunitas kelompok. Tujuan utama, ekonomi bisa kembali tumbuh dan masyarakat Indonesia kembali maju.

Saat ini kata Danlanal, vaksinasi di daerah maritim sudah mencapai 50 persen, dan optimis mampu menyelesaikan hingga 70 persen. Meski optimis, namun Danlanal menekankan harus realistis juga, sehingga diperlukan dukungan dari semua pihak bahu-membahu untuk mencapai target tersebut.

“Kita harus optimis bisa membantu pemerintah daerah dalam mencapai target vaksinasi sehingga bisa turun ke level,” ucap Danlanal.

Terkait program rutin Lanal TBA dalam pembinaan kesehatan masyarakat pesisir dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional pada garis pantai, Danlanal menjelaskan sudah melakukan karya bakti sosial ataupun kesehatan. Dalam bakti kesehatan ini terdapat balai pengobatan Lanal TBA yang juga terbuka untuk umum.

Danlanal mempersilakan masyarakat umum yang mengalami kedaruratan, demam, atau lagi sakit berobat ke balai pengobatan Lanal TBA.

Di sisi lain, Danlanal dalam menyeimbangkan kegiatan rutin yang telah terprogram dengan upaya percepatan penanggulangan Covid 19, lebih mengutamakan kepentingan darurat seperti penanganan bencana non alam ini. Untuk program rutin harian, dapat ditunda setelah mendapat izin dari pimpinan.

Danlanal meneruskan, program yang ada di TNI AL adalah buatan manusia, sedangkan bencana adalah program tuhan. Maka bila ada bencana kedaruratan seperti kebakaran, banjir, dan juga covid 19, maka Danlanal bisa meminta izin untuk mengedepankan kepentingan rakyat.

Sama seperti refocusing anggaran di pemerintah, banyak program yang terpaksa ditunda dan digeser, agar dananya bisa digunakan untuk percepatan penanganan bencana Covid 19. Hal ini juga katanya merupakan amanat dari UU TNI Tahun 2004 Nomor 34 Pasal 9 yang pada intinya TNI wajib membantu dan bermanfaat bagi masyarakat.

Terkait pertanyaan kiat menghadapi masyarakat pesisir yang mempunyai persepsi berbeda dalam hal covid 19 dan vaksinasi, ada yang percaya dan ada pula yang tidak, Danlanal menjelaskan bahwa hal itu wajar dan tidak perlu diambil pusing. Namun yang penting tetap fokus sosialisasi dan upaya vaksinasi agar tercapai target 70 persen.

“Kita kan saat ini menuju kekebalan komunitas, bila ada yang menolak, maka Dia akan kalah, sebagaimana teori Darwin, siapa yang kuat dialah yang menang, maka Lanal TBA tetap melakukan pendekatan melalui Bhabinpotmar, poster, dan lain-lain, intinya lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegas Danlanal.

Dalam konteks vaksinasi kata Danlanal, hubungan TNI AL dengan media massa perlu sinergitas yang baik. Peran media massa sangat penting untuk mengajak sosialisasi mengedukasi masyarakat, karena penyebarannya sangat cepat dan massif, serta tingkat kepercayaannya lebih besar dibandingkan media sosial. Seperti dalam ungkapan kata Danlanal, siapa terlambat dapat info, maka Dia kalah perang.

“Peran media sangat bermanfaat membantu TNI AL khususnya penyebarluasan informasi upaya penanganan Covid 19 di Lanal TBA,” tegas Danlanal.

Selain media massa tambahnya, ada pula media sosial yang juga berperan besar dalam menyebarkan informasi dari Lanal TBA terutama grup WA, FB, Youtube, dan lainnya. Lanal TBA menitipkan tentang program dan yang menyebarluaskannya ialah orang-orang yang berada di media sosial tersebut agar terbentuk opini dari masyarakat bahwa Lanal TBA serius dan tidak pura-pura dalam bekerja.

“Ada semboyan saya bersama-sama rekan media, ‘Wartakan Sampai Ke Laut’, artinya bahwa informasi itu harus disebarluaskan ke mana saja tak terkecuali ke laut, kalau bisa, ikan, udang, dan segala yang ada di laut bisa tahu kegiatan Lanal TBA,” ujar Danlanal sembari berkelakar.

Dalam kesempatan itu, Danlanal optimis pada Tahun 2022 Covid 19 semakin menurun dan Indonesia bisa bangkit lagi seperti dulu. Pesawat-pesawat penumpang kembali terisi, destinasi pariwisata sudah bisa dibuka, kemudian roda perekonomian yang lainnya juga ikut bergerak.

Sebagai penutup, Danlanal mengimbau kepada masyarakat dan juga pemirsa zoom untuk membantu pemerintah pusat terutama pemerintah daerah menekan penyebaran covid-19. Danlanal yang saat zoom meeting ini sedang mengunjungi masyarakat terdampak banjir berdoa dengan hilangnya Covid 19, perekonomian Indonesia kembali maju.

“Mari sama-sama kita sukseskan vaksinasi yang sudah ditetapkan programnya oleh pemerintah pusat, kami Angkatan Laut Lanal Tanjungbalai Asahan bersama kawan-kawan juga berusaha menekan jumlah penyebaran Covid-19. Indonesia tumbuh Indonesia maju bebas dari pandemi covid 19,” tutup Danlanal. (a21/a22)

Keterangan foto:
Waspada/Ist

Danlanal TBA Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory narasumber di talkshow zoom tema Dukungan TNI AL untuk Vaksinasi di Kawasan Pesisir Tanjungbalai-Asahan di Laman FB Waspada.id dipandu host Dr Dedi Sahputra.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *