Waspada
Waspada » Dampak Seringnya Listrik Padam, Kilang Padi Rizki Perkasa Merugi Ratusan Juta
Aceh Headlines

Dampak Seringnya Listrik Padam, Kilang Padi Rizki Perkasa Merugi Ratusan Juta

ARIS pemilik industri KP Rizki Perkasa memperlihatkan kondisi mesin kilang padi yang di pakai Desa Babah Krueng Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya, Rabu (1/7). Waspada/Muji Burrahman
ARIS pemilik industri KP Rizki Perkasa memperlihatkan kondisi mesin kilang padi yang di pakai Desa Babah Krueng Kecamatan Beutong Kabupaten Nagan Raya, Rabu (1/7). Waspada/Muji Burrahman

NAGAN RAYA (Waspada): Akibat dari dampak sering terjadinya pemadaman listrik yang tidak menentu, kilang padi milik Aris warga Desa Babah Krueng, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya.

“Atas kejadian tersebut pihaknya merasa Kecewa dengan sikap dan pelayanan PLN setempat karena sering terjadi pemadaman listrik bahkan berulang kali dalam sehari,” kata Aris kepada Waspada, Rabu (1/7).

Aris yang merupakan pemilik KP Rizki Perkasa menjelaskan, peristiwa pemadaman listrik yang sering terjadi di Kecamatan tersebut, akhir ini berdampak pada kerugian Industri yang kita jalani saat ini.

“Bagaimana tidak, selain terhambatnya proses penggilingan dan pengeringan padi dipabrik miliknya, pemadaman lisktrik yang kerap terjadi selama beberapa pekani terakhir seperti yang terjadi pada hari Senin 29 juni lalu, bahkan mencapai empat kali padam dalam sehari,” jelas Aris.

Itu berdampak pada kerusakan beberapa mesin di industri miliknya, dan proses produksi pun jadi terganggu dan mengalami penurunan.

Dengan kondisi demikian ini, pemilik mengeluhkan jika pemadaman seperti ini kerap atau bahkan terus terjadi dikhawatirkan tak hanya produksi yang menurut namun seluruh mesinpun akan error’ atau mengalami rusak total.

Jika sudah tidak fair lebih baik pihaknya menggunakan ginset sendiri dan meminta pihak PLN kembalikan saja Uang miliknya.

Aris mengaku jumlah mesin yang rusak akibat pemadaman lisktrik yang dilakukan pihak PLN setempat selama ini mencapai sepuluh unit, diantaranya yang paling mahal dan membuat kekecewaannya yaitu terjadinya kerusakan pada layar (Color Solter) Dimana mesin Color Solter tersebut senilai Rp2,6 miliar, jikapun onderdir nya diperbaiki atau di ganti baru tetap tidak akan berfungsi optimal seperti bagaimana pada awalnya, terlebih dapat mengurangi fungsi dan kinerja sebuah mesin itu sendiri (error).

“Saya menilai pihak PLN tidak Fair dalam hal ini, saya sudah beberapa kali berupaya menghubungi pihak PLN bahkan manager yang ada di Nagan Raya namun tidak dapat pelayanan yang baik,” jelas Aris dengan nada kecewa.

“Untuk itu, saya meminta kepada PLN agar sekiranya jika ingin melakukan pemadaman agar dapat memberitahukan sebelumnya, kalau tidak kami yang merasa rugi besar. Jika pihak (PLN) memberitahu terlebih dahulu, kami bisa mematikan terlebih dahulu mesin yang sedang kami operasikan. Dengan itu maka tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar akibat kerusakan alat pada mesin dan juga produksi padi tetap bagus dari proses penggilingan yang sedang berjalan.

“Jika para pekerja (Karyawan) PLN tidak dapat bekerja dengan baik atau bekerja maksimal, seminimalnya ada sedikit erikat baik dengan memberi pelayanan yang memuaskan kepada kami pelanggan yaitu dengan adanya pemberitahuan sebelum pemadaman dilakukan,” tutup Aris pemilik industri KP Rizki Perkasa.

Sementara itu, Kepala ULP PLN Nagan Raya, Taufan saat dikonfirmasi media menjelaskan, mesin tidak rusak dan hanya ada elektrik di mereka yang terganggu, dan saat ini pabrik beroperasi normal.

“Untuk dari sisi pelanggan kami sudah mendengar keluhan, kami dari PLN sudah menjelaskan dan kedepan kita coba mencari solusi terbaik, saya akan berkoodinasi dengan kantor induk kami,” jelas Taufan. (b22)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2