Waspada
Waspada » Cuaca Ekstrim, Nelayan Tradisional Tak Melaut
Headlines

Cuaca Ekstrim, Nelayan Tradisional Tak Melaut

KAPAL nelayan tradisional yang tidak melaut karena cuaca ekstrim tertambat di tangkahan ikan perairan Belawan,  Kecamatan Medan Belawan, Rabu (20/1). Waspada/Andi Aria Tirtayasa
KAPAL nelayan tradisional yang tidak melaut karena cuaca ekstrim tertambat di tangkahan ikan perairan Belawan,  Kecamatan Medan Belawan, Rabu (20/1). Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Selama cuaca esktrim dan musim ombak tinggi, harga ikan di sejumlah pasar di Kecamatan Medan Marelan dan Medan Belawan mengalami kenaikan. Nelayan tradisional di sana tak melaut.

Kenaikan harga ikan tersebut membuat ibu-ibu rumahtangga mengeluh, sehingga beralih membeli ayam potong.

Di sisi lain,  para nelayan tradisional sebagian besar enggan melaut dan memilih memperbaiki kapal dan jaring-jaring yang mengalami kerusakan.

Seorang pedagang ikan di Pasar Marelan Rabu (20/1) menyebutkan, harga ikan mengalami kenaikan mulai dari harga Rp25.000 hingga Rp80.000.

“Biasanya harga ikan cuma Rp20 ribu perkilogramnya tapi kini harganya rata-rata naik menjadi Rp30 ribuan untuk jenis ikan laut seperti gembung dan ikan tongkol sisik,” ujar Ibu Sumira.

Para pedagang ikan lainnya terpaksa bertahan dengan harga ikan yang masih tinggi beralasan karena saat ini sedang musim ombak besar dan badai sehingga banyak nelayan yang tak melaut.

Sejumlah ibu rumahtangga yang membeli juga mengeluhkan kenaikan harga ikan disebabkan para nelayan tradisional enggan melaur karena cuaca yang selalu tidak bersahabat kepada para nelayan akhir-akhir ini.

“Karena harga ikan yang naik, saya terpaksa membeli daging ayam potong saja,” ujar Ibu Marni ,50, saat ditemui di Pasar Marelan.

Pembeli ikan lainnya, Ibu Maimunah ,61, mengaku hanya membeli ikan Dencis setengah kilogram saja dengan harga Rp15 ribu.

“Karena harganya naik, terpaksalah saya beli Dencis setengah kilogram saja,” aku ibu dari 2 anak ini.
Sedangkan pantauan wartawan di Pasar Belawan, harga ikan kakap mencapai Rp80 ribu, gerapu Rp60 ribu, senangin Rp50 ribu, udang kelong Rp100 ribu dan kerang Rp20 ribu per kg

Harga Ikan Tinggi

Sementara sesuai informasi dari para pedagang ikan di pasar-pasar tradisiobal, pasaran harga ikan masih terbilang tinggi rata-rata diatas Rp30 ribuan perkilogramnya sejak tahun baru kemarin.

Harga ikan bertahan tinggi di antaranya ikan Dencis harga Rp 30 ribu hingga 35ribu, Ikan Tongkol biasa harganya Rp28 ribu hingga 30 ribu, ikan Tongkol sisik Rp32 ribu hingga Rp 35ribu, ikan gembung kuring Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.

ikan gembung aso Rp28 ribu hingga 30 ribu, Cumi-cumi Rp55 ribu hingga 60 ribu, ikan Kurisi Rp30 ribu hingga Rp33 ribu, Pari Rp32 ribu hingga Rp35 ribu, ikan Selar Rp30 ribu hingga Rp 33 ribu, Senangin Rp 45 ribu hingga Rp50 ribu. Udang Rp50 ribu hingga Rp60 ribu.

ikan Nila Rp 25 ribu hingga Rp30 ribu, ikan Kakap seharga Rp 80 ribu hingga Rp95 ribu itupun tergantung ukuran dan jenis dengan catatan harga ikan juga bisa berubah tergantung situasi pasaran.

Sedangkan pantauan wartawan di Pasar Belawan, harga ikan kakap mencapai Rp80 ribu, gerapu Rp60 ribu, senangin Rp50 ribu, udang kelong Rp100 ribu dan kerang Rp20 ribu per kg.

Seorang nelayan tradisional bernama Wan Rahman mengaku tak berani melaut karena ombak tinggi dan lebih mementingkan keselamatan dirinya.

“Sudah beberapa hari ini saya tak mencari nafkah karena ombak tinggi. Lebih baik memperbaiki jaring yang rusak,” sebut Rahman.

Sementara itu, Syamsul Bahri Nasution salah seorang toke ikan di tangkahan Sungai Deli Kelurahan Labuhandeli membenarkan belakangan ini minim pendaratan ikan bahkan saat ini masih banyak kapal nelayan yang tak melaut akibat cuaca di laut kurang bersahabat.

“Karena cuaca yang ekstrim, para nelayan tradisional lebih banyak tidak melaut,” ujarnya.(m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2