Waspada
Waspada » Cuaca Dingin Ekstrem Di Texas Telah Menewaskan 60 Orang
Headlines Internasional

Cuaca Dingin Ekstrem Di Texas Telah Menewaskan 60 Orang

Sedikitnya 60 orang dilaporkan tewas akibat suhu beku yang melanda Negara Bagian Texas, Amerika Serikat. Jumlah korban jiwa kemungkinan akan terus bertambah. Reuters

HOUSTON, AS (Waspada): Musim dingin ekstrem yang melanda Negara Bagian Texas di Amerika Serikat telah menewaskan sedikitnya 60.

Banyak dari mereka yang meninggal karena keracunan karbon monoksida saat memyalakan mobil dan generator di dalam ruangan agar tetap hangat.

Di Harris County, ada lebih dari 300 kasus dugaan keracunan karbon monoksida selama cuaca dingin ekstrem ini.

Kepada surat kabar Houston Chronicle, seorang dokter di daerah itu menggambarkannya sebagai “kematian massal kecil”.

Setidaknya empat orang tewas dalam kebakaran rumah di Houston, yang menurut para otoritas setempat disebabkan oleh lilin.

Secara terpisah, kepolisian menyebut dua laki-laki yang ditemukan di jalan raya Houston tewas karena kedinginan.

Ada pula seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bernama Cristian Pavon yang meninggal karena suhu yang mencapai titik beku. Anak itu berada di karavan tanpa pemanas ruangan.

Adik Cristian yang berusia tiga tahun, yang tidur di ranjang yang sama dengannya, dilaporkan tidak terdampak suhu ekstrem itu.

Carrol Anderson, seorang veteran Perang Vietnam berusia 75 tahun, meninggal di truknya setelah dia kehabisan tangki oksigen yang biasa dia hirup. Dia disebut pergi keluar rumah untuk mencari cadangan oksigen.

“Dia seharusnya tidak meninggal. Dia tidak bisa bernapas karena kami tidak mendapat pasokan listrik,” kata istrinya.

Kematian Anderson adalah satu dari empat kasus yang diumumkan, Kamis lalu.

Dua orang laki-laki lainnya tewas di rumah mereka, sementara satu korban lainnya ditemukan tewas di parkiran mobil.

Pimpinan kepolisian di Harris County, Ed Gonzalez berkata, “Cuacanya tidak hanya dingin, tapi juga mematikan.”

Dilansir BBC, Minggu (21/2/2021), pejabat lokal memperkirakan jumlah korban tewas masih dapat bertambah.

Walau aliran listrik kembali normal di Texas, badai musim dingin masih berpotensi menerjang kawasan tersebut dan setidaknya 13 juta orang atau hampir separuh penduduk negara bagian itu kini kekurangan akses air bersih.

Otoritas sempat menganjurkan warganya untuk merebus pasokan air yang tersisa sebelum mengkonsumsinya.

Ketersediaan air bersih berkurang drastis karena sistem penyulingan air rusak selama cuaca dingin yang bersejarah.

Selain Texas, pekan ini layanan air bersih di beberapa negara bagian di sisi selatan AS yang dilanda badai salju dan es juga dihentikan.

Musim dingin ekstrem juga memutus aliran air di Kota Jackson, Mississippi. Kota ini dihuni sekitar 150.000 orang. Hal yang sama terjadi di Tennessee yang dihuni lebih dari 651.000 jiwa.

Penduduk di kawasan selatan AS yang pipa air bersihnya membeku kini terpaksa merebus salju untuk mendapat air layak konsumsi. Wilayah selatan AS ini sangat jarang diserang suhu dingin ekstrem.

Jaringan energi di Texas kewalahan karena melonjaknya kebutuhan untuk pemanas, setelah suhu di negara bagian itu anjlok mencapai -18 derajat Celsius pada awal pekan ini. Itu adalah suhu terendah di Texas dalam 30 tahun terakhir.

Hingga Jumat (19/02), sekitar 180.000 rumah dan pertokoan di Texas belum dialiri listrik. Sebelumnya, sebanyak 3,3 juta orang di Texas menghadapi pemadaman listrik.

Presiden AS, Joe Biden, pada 18 Februari lalu menyetujui penetapan keadaan darurat untuk Texas.

Hingga Jumat, peringatan kewaspadaan terhadap badai masih diberlakukan di sebagian besar Texas.

Namun Badan Cuaca Nasional (NWS) AS memperkirakan suhu udara akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.

NWS juga memperingatkan potensi bahaya pada arus lalu lintas. Mereka menyebut pemadaman listrik di bagian timur AS kemungkinan akan terjadi karena badai musim dingin lanjutan diperkirakan akan menimbulkan salju lebat, es, dan memicu kondisi beku. (bbc/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2