Waspada
Waspada » Covid19 Tanda Tanya Bagi Masyarakat
Aceh Headlines Medan Sumut

Covid19 Tanda Tanya Bagi Masyarakat

MEDAN (Waspada) : Masih belum meratanya kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan membuktikan bahwa Covid19 masih jadi tanda tanya.

“Waspada diharapkan memainkan peranan edukasi lebih besar untuk membangun kesadaran itu lewat berita dan artikel,” cetus Redaktur Waspada Zulkifli Harahap dalam diskusi virtual wartawan Waspada se Indonesia Jumat (23/10) pagi dan Sabtu (24/10) pagi.

Menurut Moderator Dr.Dedi Sahputra Redaktur Opini Waspada, diskusi virtual tentang Covid19 ini intens dilaksanakan bagi wartawan Waspada sampai akhir Desember 2020. “Satgas Covid19 pusat melalui Pemred H.Prabudi Said berharap kerjasama kongkrit dengan Waspada tentang pencegahan penyebaran Covid19,” ujar Dedi.

Pada sessi virtual Jumat, Zulkifli Harahap memaparkan kondisi fisik dan psikis di lapangan untuk Kota Medan, Kepala Perwakilan Aceh Aldin NL melaporkan kondisi Banda Aceh, Kabiro Tabagsel Sukri Falah Harahap mendeskripsikan keadaan di wilayah tugasnya.

“Kesimpulannya masyarakat bukan tidak takut terhadap Covid19 tetapi cenderung belum paham atau tidak mendapatkan informasi akurat soal Covid19,”pungkah Dr.Dedi.

Pada sessi Sabtu, Muhammad Ishak mempresentasikan kondisi Aceh Timur sebagai salah satu gerbang Aceh dari Sumatera Utara. “Dari pasien yang ada cenderung kasus Covid19 di Aceh Timur adalah kasus import,” papar Ishak alias Cek Mad.

Kepala Biro Waspada Asahan, Tanjungbalai, Batubara (Astara) Nurkarim Nehe sekilas memetakan penyebaran Covid19 yang minim di wilayah pesisir Batubara, Asahan termasuk empat korban meninggal dunia dinyatakan positif Covid19 di Kota Tanjungbalai yang bersempadan dengan pesisir kecamatan Tanjungbalai, Air Joman dan Seikepayang Asahan.

“Sejak awal Juni 2020 angka naik di Asahan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Asahan, sampai 22 Oktober terkonfirmasi empat orang suspek, 236 orang, 84 dirawat, 139 sembuh, dan 13 meninggal dunia,” ungkap Nehe sambil meminta digarisbawahi sampai saat ini belum ada penetapan medis bahwa pasien meninggal dunia dalam keadaan positif Covid19 itu meninggaldunia disebabkan Covid19 atau penyakit bawaan lainnya.

Nehe memaparkan dampak dari Covid19 terhadap perubahan prilaku sosial, permasalahan ekonomi, terkhusus menyangkut pendidikan berbasis daring. “Untuk proses belajar mengajar daring dituntut kreatifitas guru, siswa, dan orangtua dalam mengatasi ketidakefektifan daring. Stimulus dari pemerintah tidak hanya diharapkan di sekolah dan kampus daring tapi juga injeksi dana ke masyarakat untuk kestabilan ekonomi,” tandas Nehe yang juga tenaga pengajar mata kuliah umum di STMIK Royal Kisaran.

Redaktur Zulkifli Harahap menambahkan persoalan dampak Covid19 dalam hal ketersedian pangan merupakan masalah krusial yang harus diantisipasi sejak dini. “Informasi yang saya terima dari pihak berkompeten, Sumut akan mulai rawan pangan sejak tahun depan,” ungkap Harahap sambil membaca data pemasok pangan Sumut dari beberapa kabupaten.

Redaktur Daerah Sumut David Swayana menyoroti kinerja Satgas Covid19 khususnya di jabatan Jubir yang bukan dipegang orang berbasis medis. “Kita harapkan Jubir Satgas didampingi ahli bidangnya saat konprensi pers,” cetus David.

Dari kondisi yang ada, Nurkarim Nehe menyarankan terkait tugas jurnalistik dalam situasi pandemi ini sebaiknya wartawan Waspada menjauhi titik kemungkinan penularan Covid19.

“Saatnya kita bantu pemerintah dalam mengedukasi masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan. Kita tinggalkan liputan tentang sebab dan situasi Covid19. Tapi mari kita fokuskan liputan terhadap akibat yang ditimbulkan Covid19 di bidang ekonomi, kondisi sosial dan bidang pendidikan,” saran Nehe.(A02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2