Waspada
Waspada » City Syukuri Vonis CAS
Headlines Olahraga

City Syukuri Vonis CAS

LAUSANNE, Swiss (Waspada): Manchester City mensyukuri vonis Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) yang telah membatalkan hukuman larangan dua tahun bagi mereka berkiprah di kancah Eropa yang dijaruhkan UEFA.

Sebaliknya Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA) menyatakan tetap berkomitmen menerapkan aturan Financial Fair Play (FFP), kendati kalah telak dalam proses banding kasus Citizens.

“Klub menyambut baik implikasi putusan hari ini sebagai validasi dari posisi klub dan bentuk bukti yang telah disajikannya,” kata The City dalam sebuah pernyataannya di laman resmi klub, Senin (13/7).

“Klub mengucapkan syukur dan terima kasih kepada para anggota panel atas ketelitian mereka dan karena proses yang mereka kelola,” tambah klub peringkat dua Liga Utama Inggris itu.

Senin pagi waktu Swiss atau Senin sore WIB, CAS telah mengeluarkan vonis yang membatalkan larangan dua tahun berkiprah di Eropa kepada City karena dianggap UEFA telah melanggar FFP. Dengan putusan CAS ini, City berarti bisa tetap tampil di Liga Champions musim depan.

Vonis CAS sekaligus memastikan manajer Pep Guardiola (foto kanan) dan gelandang Kevin de Bruyne (foto kiri) bakal bertahan dengan Manchester Biru, setidaknya untuk satu musim mendatang.

CAS memutuskan Citizens tidak melanggar aturan FFP dengan menyamarkan pendanaan ekuitasnya sebagai pemasukan sponsor. Pengadilan Tertinggi Olahraga ini juga mengurangi denda kepada City karena tidak kooperatif kepada UEFA dari 30 juta euro (Rp492 miliar) menjadi 10 juta euro (Rp164 miliar).

“Sebagian besar dugaan pelanggaran yang dilaporkan oleh Kamar Ajudikasi CFCB (Badan Pengawas Keuangan Klub, UEFA) tidak terbukti atau sudah melewati waktu (time-barred),” tegas CAS dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters.

Februari lalu UEFA memutuskan City melanggar aturan FFP dan tidak kooperatif dengan investigasi yang mereka gelar untuk kasus tersebut.

Putusan ini membuat City berpotensi kehilangan pendapatan 100 juta pound atau sekira Rp1,8 triliun dari hadiah Liga Champions dan pendapatan hak siar televisi, selain juga pendapatan dari pertandingan dan lainnya.

Regulasi FFP dirancang untuk mencegah klub-klub menderita kerugian besar akibat belanja pemain. Aturan ini juga untuk memastikan kesepakatan sponsor didasarkan kepada nilai nyata pasar dan kesepakatan komersial yang sebenarnya. Jadi bukan sebagai cara pemilik memasukkan dana segar kepada klub untuk mengakali aturan itu.

CAS menyatakan amar putusan lengkap yang membeberkan rincian kasus dan putusan ini, segera diterbitkan dalam beberapa hari ke depan.

UEFA Komit FFP

Sedangkan UEFA menyatakan tetap berkomitmen kepada FFP. “UEFA mencatat bahwa panel CAS menemukan ada bukti konklusif yang tidak cukup menguatkan semua kesimpulan CFCB dalam kasus khusus ini dan bahwa banyak dari dugaan pelanggaran itu dibatasi oleh waktu karena periode 5 tahun yang diatur dalam regulasi UEFA,” kata UEFA.

Menurut UEFA, selama beberapa tahun terakhir FFP telah memainkan peran penting dalam melindungi klub-klub dan membantu mereka menjadi berkelanjutan secara finansial. Karenanya, UEFA dan ECA (Asosiasi Klub Eropa) tetap berkomitmen kepada prinsip-prinsip fair play.

City sendiri sudah memastikan lolos ke fase grup Liga Champions musim depan dengan finis sebagai runner-up Liga Premier. Pasukan Pep Guardola juga potensial mencapai perempatfinal musim ini, setelah mengatasi tuan rumah Real Madrid 2-1 pada leg1 babak 16 besar di Santiago Bernabeu.

Leg2 baru akan dilangsungkan bulan Agustus mendatang di Etihad Stadium, setelah sempat terhenti bulan Maret silam akibat pandemi virus corona yang bermula dari Kota Wuhan di China. (m08/rtr/uefa)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2