Cegah Omicron, Jepang Larang Masuk WNA Dari Seluruh Dunia

  • Bagikan
Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida di Tokyo, Senin (29/11/2021), memberikan keterangan kepada wartawan terkait pemberlakuan kembali langkah perbatasan ketat dan melarang masuk semua warga negara asing ke wilayahnya terkait penyebaran varian baru virus Corona, Omicron. AP

     TOKYO, Jepang (Waspada): Jepang akan memberlakukan kembali langkah perbatasan ketat dan melarang masuk semua warga negara asing ke wilayahnya terkait penyebaran varian baru virus Corona, Omicron.

     Seperti dilansir AFP, Senin (29/11/2021), pengetatan diberlakukan setelah beberapa pekan lalu mulai melonggarkan aturan masuk yang ketat. “Kami akan melarang masuk (baru) warga negara asing dari seluruh dunia mulai 30 November,” tutur Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida.

     Perbatasan Jepang hampir seluruhnya ditutup untuk pelancong dari luar negeri selama pandemi Corona merebak, bahkan warga negara asing yang berstatus residen atau penduduk Jepang sempat tidak bisa masuk ke Jepang sama sekali.

     Awal November lalu, pemerintah Jepang mengumumkan untuk akhirnya mengizinkan masuknya para pelancong bisnis jangka pendek, mahasiswa asing dan para pemegang visa lainnya ke wilayahnya, namun masih tetap melarang masuk para wisatawan.

     Menurut laporan media lokal, sekitar 370 ribu pemegang visa tengah menunggu izin untuk masuk ke Jepang dan akan diizinkan masuk secara bertahap.

     Pada Jumat pekan lalu, otoritas Jepang mengumumkan pembatasan masuk untuk para pelancong dari enam negara Afrika, dengan mewajibkan mereka melakukan karantina selama 10 hari di fasilitas-fasilitas yang ditetapkan pemerintah setibanya di Jepang.

     Langkah itu diperluas terhadap tiga negara Afrika lainnya pada Minggu (28/11) waktu setempat. Dengan demikian, total sembilan negara Afrika menjadi target pembatasan masuk ke Jepang, yang terdiri atas Afrika Selatan, Namibia, Lesotho, Eswatini, Zimbabwe, Botswana, Zambia, Malawi dan Mozambik.

Filipina larang masuk turis yang divaksin

     Sementara itu, otoritas Filipina menangguhkan sementara keputusan untuk mengizinkan masuk para turis yang sudah divaksinasi Covid-19 secara penuh. Langkah ini diambil untuk mencegah varian Omicron, yang memicu kekhawatiran global.

     Seperti dilansir AFP, Senin (29/11/2021), sejauh ini Filipina belum melaporkan satupun kasus varian Omicron di wilayahnya. Varian Omicron yang merupakan mutasi terbaru virus Corona, pertama terdeteksi di kawasan Afrika bagian selatan dan telah menyebar ke berbagai negara.

     Pekan lalu, otoritas Filipina mengumumkan rencana untuk mengizinkan masuk para turis yang sudah divaksinasi Corona sepenuhnya dari banyak negara mulai 1 Desember mendatang.

     Langkah pelonggaran itu diambil dengan tujuan membangkitkan kembali perekonomian Filipina yang babak belur akibat Corona. Namun pada akhir pekan, gugus tugas pemerintah untuk COVID-19 (IATF) mengumumkan penangguhan rencana itu.

     Otoritas Filipina juga mengumumkan penangguhan penerbangan dari tujuh negara Eropa, selain melarang masuk kedatangan internasional dari beberapa negara Afrika.

     “IATF menganggap perlu untuk menangguhkan masuknya para turis asing, mengingat kekhawatiran dunia terhadap varian Omicron,” tutur Komisioner Biro Imigrasi Filipina, Jaime Morente, dalam pernyataannya.

     Keputusan itu menjadi pukulan besar bagi operator pariwisata di negara tersebut, yang terdampak parah akibat penurunan jumlah pengunjung internasional dan pembatasan perjalanan domestik sejak perbatasan ditutup pada Maret 2020 akibat pandemi Corona. (afp/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *