Buruh Ancam Turun Ke Jalan Bila Premium Dihapuskan

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Elemen buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut) ancam akan turun ke jalan bila BBM subsidi Premium dihapuskan, apalagi bila Pertalite juga hilang di pasaran.

Karena Premium merupakan BBM murah yang sangat dibutuhkan para buruh berpenghasilan rendah dan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Apalagi bila Premium dihapuskan, maka akan menambah beban ekonomi masyarakat di tengah kesulitan akibat Pandemi Covid-19. Bahkan dikhawatirkan harga kebutuhan pokok juga bakal meningkat.

Hal tersebut disampaikan Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut), Willy Agus Utomo, menanggapi adanya Program Langit Biru Pertamina yang diduga berujung pada penghapusan Premium secara pelan-pelan. Dimana satu persatu SPBU yang menjual Premium dialihkan menjual Pertalite dengan harga Premium lewat Program Langit Biru tersebut untuk beberapa bulan, baru kemudian kembali ke harga normal.

“Jika Premium benar akan dihapuskan, ini merupakan kebijakan yang malah membuat kondisi ekonomi warga masyarakat terpuruk, khususnya kaum pekerja buruh dan masyarakat menengah kebawah, khususnya di Sumatera Utara,” ujar Willy, Rabu (22/9).

Willy menyebutkan, pasca pandemi yang hampir berjalan dua tahun ini banyak regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat dan provinsi sudah mereduksi hak hak kaum buruh. Dampak dari reduksi hak buruh adalah menurunnya finansial para buruh dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, seperti regulasi nasional yakni Omnibus Law Cipta Kerja, sedang kebijakan pemerintah daerah salah satunya tidak menaikan upah buruh di Kab/Kota Sumut pada tahun 2021.

“Jadi kalau lah, BBM bersubsidi harus tidak ada lagi, pastinya kaum buruh yang rata-rata memiliki sepeda motor sebagai transportasinya dalam memulai segala aktivitasnya akan sangat terbebani, dan menambah penderitaan bagi buruh dan keluarganya yang hari ini daya belinya sudah sangat menurun di tengah masyarakat buruh,” ujarnya.

Belum lagi, lanjutnya, selama pandemi Covid-19 berlangsung, PHK massal dan perumahaan buruh juga masif di Sumatera Utara.

“Berkaitan hal tersebut, kami sangat menolak tegas jika premium dihilangkan dari pasaran. Kita minta agar pemerintah mengurungkan atau membatalkan niatnya untuk menghapuskan Premium, karena hal itu akan menambah kemiskinan bagi masyarakat banyak. Karena dengan hilangnya BBM tersebut juga akan berdampak pada kenaikan harga-harga kebutuhan pokok karena ongkos produksi dan pengiriman produksinya juga naik akibat BBM yang merupakan harga standard di Indonesia dihapuskan,” tegasnya.

Pihaknya akan mendesak pemerintah daerah dan mengajak seluruh elemen melakukan protes keberatan dengan cara beruadiensi atau menyurati kepala daerah. Bahkan yang terakhir aksi turun ke jalan jika tidak ditanggapi.

“Jika Premium dihilangkan di tengah masyarakat, kami kaum buruh Sumatera Utara akan segera merapatkan kebijakan yang tidak populis ini dengan seluruh elemen serikat buruh di Sumut. Bila perlu kami akan menggelar aksi unjuk rasa ke kantor pemerintah dan Pertamina guna menyampaikan keluhan masyarakat menolak kebijakan tersebut, khususnya kaum buruh,” tandasnya.

Sementara itu, Heri salah seorang buruh yang bekerja di salah satu perusahaan yang ada di KIM 2 Medan, mengaku sangat menolak jika Premium dihilangkan dari pasaran. Karena, sebagai seorang buruh harian lepas dengan gaji yang pas-pasan sangat membutuhkan bensin harga murah.

“Jelas saya menolak kalau bensin Premium dihapuskan. Karena untuk mencari nafkah kebutuhan keluarga, sepedamotor saya masih menggunakan bensin, karena harganya murah. Kalau itu dihapuskan, maka akan menambah beban ekonomi kami yang bergaji pas-pasan, apalagi kebutuhan pokok dan biaya hidup lainnya semakin meningkat,” keluhnya. (m31)

Waspada/ist
Salah seorang sopir angkot saat mengisi BBM Premium di salah satu SPBU di Medan. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih sangat membutuhkan BBM bersubsidi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *