Waspada
Waspada » Bupati Pidie Didesak Evaluasi Kinerja Humas Dan Protokoler
Aceh Headlines

Bupati Pidie Didesak Evaluasi Kinerja Humas Dan Protokoler

BUPATI Pidie Roni Ahmad (Abusyik) kenakan masker saat masuk ke RSUD Tgk Chik Ditiro. Sigli, beberaa waktu lalu. Waspada/Muhammad Riza
BUPATI Pidie Roni Ahmad (Abusyik) kenakan masker saat masuk ke RSUD Tgk Chik Ditiro. Sigli, beberaa waktu lalu. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Bupati Pidie didesak evaluasi kinerja Humas dan Protokoler.

Mantan juru bicara (Jubir) Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pidie Suadi Sulaiman (Adi Laweung) menyebutkan Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) segera evaluasi kinerja Bagian Humas dan Protokeler karena dinilainya tidak punya basis public speaking.

Suadi Sulaiman (Adi Laweung) mantan Jubir GAM Wilayah Pidie. Waspada/Ist
Suadi Sulaiman (Adi Laweung) mantan Jubir GAM Wilayah Pidie. Waspada/Ist

“Kalau Pemkab Pidie tidak mau bupatinya terus-terusan konyol dalam mengeluarkan statemen, segera evaluasi kinerja Humas dan Protokolernya.”

Pernyataan bupati tentang virus Corona (Covid-19) merupakan senjata biologis dan senjata kimia, ini statemen konyol yang kesekian kali setelah masalah stempel gubernur Aceh, kata Suadi Sulaiman.

Menurut Adi, Humas dan Protokoler harus menguasai public speaking, karena tanpa itu apapun yang terjadi di lingkungan Pemkab Pidie tidak bisa diatasi, seperti menyebarnya pemberitaan tentang kop Pemkab Pidie tentang anggaran yang terbubuhkan stempel gubernur Aceh. Mestinya berita stempel itu tidak akan terpublikasi apabila Humas dan Protokoler, Setdakab Pidie berhubungan baik dengan wartawan.

Begitupun dengan beredarnya vedio dan berita pernyataan bupati Pidie tentang Covid-19 yang disebutnya sebagai senjata biologis. Sejatinya berita ini tidak muncul ke publik karena dapat meresahkan warga di tengah pandemi virus yang mematikan ini sehingga Bupati Pidie didesak evaluasi kinerja humas.

“Dan di sinilah peran Humas dan Protokoler. Mestinya sebelum bupati mengeluarkan statemen, disiapkan naskah dan mengumpulkan data-data yang konkrit dan otentik tentang virus Corona atau Covid-19), sehingga bupati tidak menyampaikan peryataan-peryataan yang dia tahu dari buku dan sebagainya,” imbuh Adi Lawaung.

Pun begitu kata Adi Laweung, dia sebagai masyarakat Pidie memberi apresiasi atas kerja keras Forkopimda Pidie dalam menanggulangi penyebaran virus Corona.

”Saya juga memberikan apresiasi kepada semua tenaga medis dalam melayani dan merawat masyarakat yang terpapar suspect virus Corona.”

Dan saya sebagai warga Pidie juga mendorong Pemkab Pidie untuk memberikan insentif kepada para petugas medis. Baik yang bertugas di rumah sakit maupun di semua puskesmas, tutup Adi Laweung.

Abusyik Minta Maaf

Bupati Pidie, Roni Ahmad (Abusyik) melalui ajudan pribadinya Ridha Yuadi membenarkan video yang menghebohkan media sosial dan media mainstream tersebut.

“Iya benar, video yang berdurasi 05.01 menit itu rekaman asli dan suara Abusyik,” terang Ridha Yuadi.

Ridha mengatakan, secara pribadi dan atas nama Bupati Pidie menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas statemen yang berdampak kegaduhan. (b10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2