Waspada
Waspada » BPNT Kepada Masyarakat Diharapkan Tidak Dalam Bentuk Bahan Makanan Mudah Busuk
Headlines Sumut

BPNT Kepada Masyarakat Diharapkan Tidak Dalam Bentuk Bahan Makanan Mudah Busuk

SEKDAKAB Simalungun, Mixnon A Simamora, bersama Kadis Kominfo Wasin Sinaga, Kadis Sosial Mudahalam Purba dan Staf Ahli, Akmal H Siregar, Camat Patokan Sidauruk saat pertemuan dengan pengelola e-Warung TKSK di kantor Camat Tanahjawa, Sabtu (2/5).
SEKDAKAB Simalungun, Mixnon A Simamora, bersama Kadis Kominfo Wasin Sinaga, Kadis Sosial Mudahalam Purba dan Staf Ahli, Akmal H Siregar, Camat Patokan Sidauruk saat pertemuan dengan pengelola e-Warung TKSK di kantor Camat Tanahjawa, Sabtu (2/5).

SIMALUNGUN (Waspada): Bupati Simalungun, JR Saragih, mengharapkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat tidak lagi disalurkan dalam bentuk makanan yang mudah rusak atau busuk, namun makanan yang dapat  disimpan dalam waktu lama seperti ikan kaleng atau ikan teri, sehingga jika tidak segera dimasak bisa disimpan dalam beberapa hari.

Harapan itu disampaikan Bupati Simalungun JR Saragih, melalui Sekdakab Mixnon Andreas Simamora dalam pertemuan dengan pengelola e-Warung dan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), Sabtu (2/5), di kantor Camat Tanahjawa, dalam rangka menyikapi adanya berita daging ayam BPNT yang diterima masyarakat di Kec. Tanahjawa, kualitasnya kurang baik atau busuk. Padahal sesungguhnya bukan busuk, tetapi karena masyarakat yang menerima lama memasaknya.

Dia meminta agar BPNT kepada masyarakat kualitasnya harus terjamin dan tidak bahan makanan yang mudah rusak, sekaligus mari sama-sama kita awasi dalam penyalurannya.

“Pemerintah menyiapkan BPNT membantu masyarakat yang terdampak ekonominya akibat virus Covid 19, sehingga jangan sampai masyarakat kecewa menerima bantuan pemerintah,” ujar Sekda.

Dari hasil pertemuan yang dihadiri Kadis Kominfo Wasin Sinaga, Kadis Sosial Mudahalam Purba, Staf Ahli Bupati Akmal H Siregar, dan Camat Tanahjawa Parolan Sidauruk, mewakili Kapolsek dan mewakili Danramil, Pangulu (Kades) Tanjung Pasir, terungkap daging ayam BPNT yang didistribusikan kepada masyarakat tidak benar busuk.

“Daging ayam didistribusikan mulai pukul 13.00 Wib hingga pukul 17.00 Wib dan tidak langsung dimasak oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan besoknya baru dilaporkan masyarakat bahwa daging yang diterima busuk, padahal bukan hanya berbau karena sudah cukup lama tidak dimasak,” sebut Simamora.

Selain itu juga diminta kepada TKSK agar membuat administrasi serah terima bantuan, untuk menjamin barang yang diberikan dalam keadaan baik, sehingga tidak ada lagi komplain masyarakat setelah bantuan diserahkan.

Kepada para pengelola e-Warung, Sekda berharap agar dapat mengantarkan langsung BPNT kepada masyarakat penerima sehingga tidak harus menunggu sampai sore KPM datang mengambil dan kualitas barangnya bisa dijamin baik saat diserahkan.

Sebelumnya Camat Tanahjawa, Parolan Sidauruk meminta warga yang komplain dengan kualitas BPNT disampaikan secara tertulis untuk diproses. “Sebaiknya komplain terkait bantuan pemerintah kepada masyarakat di Kecamatan Tanahjawa, selama masa pandemi Covid-19, baik dari pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten disampaikan melalui surat, bukan di media sosial sehingga bisa ditindaklanjuti dan tidak menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Sidauruk. (a27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2