Waspada
Waspada » Bom Ditemukan Di Aceh Timur
Aceh Headlines

Bom Ditemukan Di Aceh Timur

TIM Jibom Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiah, mengevakuasi bom pipa dari lahan warga di Desa Blang Gleum, Kec Julok, Kab Aceh Timur, Kamis (12/3). Waspada/M Ishak
TIM Jibom Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiah, mengevakuasi bom pipa dari lahan warga di Desa Blang Gleum, Kec Julok, Kab Aceh Timur, Kamis (12/3). Waspada/M Ishak

JULOK (Waspada): Bom pipa rakitan beukuran 0,5 meter ditemukan di Dusun Alue Dua, Desa Blang Gleum, Kec Julok, Kab Aceh Timur, Kamis (12/3). Diperkirakan, bom rakitan itu peninggalan sisa konflik bersenjata di Aceh.

Informasi yang diperoleh, bom pipa itu awalnya ditemukan Mustafa, 28, dan Saiful, 40, warga Dusun Alue Dua, Desa Blang Gleum, Kec Julok, Aceh Timur.

Bom tersebut ditemukan saat operator escavator sedang melakukan pembersihan lahan untuk pembuatan kandang usaha ayam potong milik Saiful di desa itu.

Setelah merapikan lahan sebagai tenpat kandang, tiba-tiba alat berat jenis Escavator itu menyentuh sesuatu barang berbentuk pipa besi dengan ukuran panjang 0,5 meter.

Mustafa sebagai Operator Escavator lalu menghentikan pekerjaan dan mendekati pipa itu. Curiga dengan bahan peledak, lalu Mustafa memanggil Saiful untuk melihatnya. Setelah diamati, ternyata pipa berbentuk pipa itu mirip bom.

Khawatir dengan keselamatan, lalu Saiful melaporkannya ke Polsek Julok dan diteruskan ke Polres Aceh Timur. Tak lama kemudian, sejumlah aparat kepolisian tiba di lokasi untuk memasang garis polisi. Temuan bom itu menjadi geger warga dan menjadi tontonan masyarakat sekitar.

“Setelah berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiah, lalu bahan peledak itu dievakuasi dengan baik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP),” ujar Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro didampingi Kabag Ops Kompol Salmidin, dan Kapolsek Julok AKP Masri Aswara.

Untuk menjaga keselamatan, Kapolres Aceh Timur mengimbau masyarakat yang melihat dan mengetahui adanya barang/benda berbahaya seperti bahan peledak diharapkan segera melapor ke pihak kepolisian seperti Bhabinkamtibmas atau polsek terdekat. “Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Eko Widiantoro. (b24)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2