Waspada
Waspada » Bom Bunuh Diri Tewaskan 35 Orang Di Irak Jelang Idul Adha
Headlines Internasional

Bom Bunuh Diri Tewaskan 35 Orang Di Irak Jelang Idul Adha

Warga dan pasukan keamanan berkumpul di lokasi bom bunuh diri yang menewaskan puluhan orang di Pasar Wahailat, Kota Sadr Irak, pada Senin waktu setempat. AP

BAGHDAD, Irak (Waspada): Sebuah bom menewaskan setidaknya 35 orang dan melukai puluhan orang di keramaian pasar di ibu kota Baghdad, Irak pada Senin (19/7/2021) saat perayaan Idul Adha.

Potongan tubuh para korban berserakan di pasar, yang sebelumnya penuh dengan orang berbelanja bahan makanan untuk menyambut hari besar umat Islam, Idul Adha. Lebih dari 60 orang terluka, kata polisi.

Sedangkan, jumlah orang meninggal dikatakan dapat terus meningkat lebih dari 35 orang seiring dengan banyaknya korban kritis. Wanita dan anak-anak adalah di antara para korban tewas, yang beberapa tertimbun oleh reruntuhan bangunan yang ambruk karena ledakan bom.

Melansir Al Jazeera pada Selasa (20/7/2021), serangan terjadi di pasar Wahailat di Sadr City, menurut laporan militer Irak. “Sebuah serangan teror menggunakan IED (improvised explosive device),” kata Kementerian Dalam Negeri Irak.

Video beredar di media sosial yang memperlihatkan kondisi pasca-ledakan teror terjadi, darah para korban di mana-mana dan orang-orang pada berteriak.

Dalam sebuah pesan yang diunggah di saluran Telegram, kelompok bersenjata ISIS mengklaim pihaknya yang menjadi aktor di balik serangan ledakan teroro tersebut.

ISIS mengatakan bahwa salah satu milisinya yang telah meledakkan rompi peledak di antara keramaian orang di pasar itu.

Presiden Irak Barham Salih menyebut peristiwa ledakan teror itu adalah sebuah “kejahatan keji” dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta keluarga yang ditinggalkan.

“Mereka menargetkan penduduk kita di Sadr City saat perayaan Idul Adha,” tulis Salih di Twitter. “Mereka tidak menginginkan ornag-orang bersuka cita, bahkan untuk sesaat,” ratapnya. “Ini adalah malam Idul Adha yang menyedihkan di Irak,” ujar Komite Palang Merah Internasional.

“Simpati sedalam-dalamnya kami dan duka cita setulusnya untuk mereka di sana yang kehilangan orang yang dicintai,” imbuh komite internasional tersebut.

Pihak militer Irak mengatakan bahwa Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi menerjunkan komandan resimen polisi federal untuk bertanggung jawab di area pasar yang diamankan.

Sementara, penyelidikan dilakukan. Serangan ledakan bom terjadi hampir setiap hari di Baghdad, tetapi melambat sejak ISIS dikalahkan dalam pertempuran pada 2017.

Pada Januari 2021, lebih dari 30 orang tewas dalam 2 serangan bom bunuh diri di daerah komersial yang sibuk di Baghdad tengah. Itu adalah pemboman paling mematikan dalam 3 tahun yang menyerang ibu kota Irak. (al Jazeera/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2