Waspada
Waspada » Bocah Dianiaya Mafia BBM Viral Di Medsos
Headlines

Bocah Dianiaya Mafia BBM Viral Di Medsos

DALAM rekaman kamera CCTV, pria berinisial Maks menjambak rambut bocah berusia 11 tahun sebelum membenturkannya ke dinding pintu warnet, Jumat (18/12) sekira puk 23:00. Bocah dianiaya mafia BBM viral di medsos setelah terekam di kamera CCTV. Waspada/Ist
DALAM rekaman kamera CCTV, pria berinisial Maks menjambak rambut bocah berusia 11 tahun sebelum membenturkannya ke dinding pintu warnet, Jumat (18/12) sekira puk 23:00. Bocah dianiaya mafia BBM viral di medsos setelah terekam di kamera CCTV. Waspada/Ist

BELAWAN (Waspada):  Seorang bocah berusia 11 tahun dianiaya oleh dua orang diduga mafia BBM dan oknum Kepling, di Medan Labuhan Jumat (18/12) malam viral di media sosial (medsos) setelah terekam di kamera CCTV.

Bocah berinisial Ak, dianiaya dua lelaki berbadan tegap diduga jaringan mafia BBM di salah satu warung internet di Kelurahan Pekan Labuhan, dan aksi mereka jadi viral di medsos setelah terekam di CCTV yang terpasang di dalam warnet.

Korban  dituduh telah melempar lokasi penampungan BBM diduga ilegal milik warga disebut-sebut  berinsial Maks.

Masyitah ,44,  ibu korban ketika dikonfirmasi wartawan di rumahnya Sabtu (19/12) menyebutkan, penganiayaan yang dialami putranya itu dilakukan oleh pria berinisial Maks mafia BBM  ilegal yang ada di Labuhan Deli, dan Tgh, oknum Kepala Lingkungan 23  Jumat (17/12) sekira pukul 23.00 di  warung internet ( warnet) yang ada di Kelurahan Pekan Labuhan.

“Wajah anak saya ditampar, rambutnya dijambak dan kepala anak saya dibenturkan ke dinding pintu oleh Maks. Penganiayaan anak saya itu terlihat jelas pada rekaman CCTV yang terpasang di dalam  warnet,” ucap Masyitah sembari menangis.

Dijelaskan Masyitah, oknum Kepling 23 berinisial Tgh malah ikut menampar anaknya dan sikap kasar tersebut disaksikan oleh teman-teman anaknya.

Dijelaskan Masyitah, tindak kekerasan yang dialami putranya iu terjadi karena Ak dituduh ikut melakukan pelemparan terhadap lokasi BBM ilegal saat terjadinya tawuran antara sekelompok pemuda di Jl KL Yos Sudarso Km 19 Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan.

“Karena tak senang lokasi penampungan BBM ilegalnya dilempari, Maks langsung melakukan pencarian ke lokasi warnet,” jelas Masyita yang suaminya telah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

Seret Bocah

Setelah  berada di warnet, Maks melihat Ak sedang duduk-duduk. Tanpa basa-basi, Maks menyeret  bocah yatim tersebut dan membenturkan kepalanya ke dinding pintu serta menampar wajahnya.

“Saya berharap agar polisi menangkap pelaku penganiayaan tersebut. Jangan mentang- mentang banyak uang, seenaknya  menganiaya dan menyiksa anak saya,” tuturnya

Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Eddy Safari SH, ketika di konfirmasi melalui aplikasi WhatsApp-nya terkait penganiayaan dan penyiksaan terhadap korban bocah 11 tahun itu menyarankan agar orang tua atau keluarga korban membuat laporan pengaduan ke Polsek Medan Labuhan atau ke Polres Pelabuhan Belawan agar ditindak lanjuti proses penyidikannya.

“Ibu korban disarankan agar membuat laporan pengaduan sehingga kasusnya bisa diproses hukum,” ujar Kapolsek.

Pasca penganiayaan tersebut, rekaman CCTV itu menjadi viral di media sosial sedangkan korban masih terbaring di tempat tidur karena sakit dan masih trauma. (m27) 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2