Waspada
Waspada » Bobby Ingatkan Warga Agar Takbiran Dan Shalat Id Di Masjid Menerapkan Prokes
Headlines Medan

Bobby Ingatkan Warga Agar Takbiran Dan Shalat Id Di Masjid Menerapkan Prokes

WALI Kota Medan Bobby Nasution menyerahkan santunan kepada anak yatim. Waspada/ME Ginting
WALI Kota Medan Bobby Nasution menyerahkan santunan kepada anak yatim. Waspada/ME Ginting

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengingatkan kepada seluruh umat muslim di Medan agar takbiran dan Shalat Id di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Hal ini disampaikannya saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Perjuangan 45 Jalan HM Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir II, Kecamatan Medan Perjuangan, Selasa (4/5).

Dalam perhelatan yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, ustaz HM Syukri Albani, Ketua BKM Perjuangan 45 Muhammad Fauzi, tokoh masyarakat, jamaah dan segenap anak yatim piatu itu, Bobby mengatakan, jumlah masjid di Medan ada 1115.

Ini artinya, ada 1115 titik lokasi takbiran dan Shalat Id di Medan.

Oleh karena itu, Bobby berharap pengurus masjid mengajak jamaah untuk tetap mematuhi prokes dalam menunaikan ibadah.

Penerapan prokes ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah penularan Covid-19.

Kejadian di negara sahabat India, sebut wali kota, dapat menjadi pelajaran. Penambahan kasus Covid-19 di negara tersebut bisa mencapai 300 ribu per hari.

Salah satu penyebabnya adalah kegiatan keagamaan.

Bobby mengatakan, dirinya tidak ingin ibadah umat muslim di bulan Ramadhan dan silaturahmi 1 Syawal dikatakan memicu peningkatan kasus Covid-19.

Karena itu, dia menekankan, agar protokol kesehatan tetap dijalankan dalam pelaksanaan ibadah.

Pada bagian lain, Bobby juga mengatakan, pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian umat, terutama mereka yang bekerja harian.

Dalam hal ini, masjid juga dapat berperan untuk memulihkan perekonomian umat.

Seharusnya, sebut Bobby, ekonomi syariah itu pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan melalui masjid, bukan dari perbankan.

Peran masjid dalam menggerakkan perekonomian syariah ini bertujuan untuk mengayomi umat, termasuk mereka yang terdampak pandemi.

Pada saat itu, Bobby juga menyampaikan bahwa Pemko Medan telah mencanangkan Program Masjid Mandiri pekan lalu.

Disebutkannya ada 16 kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi Masjid Mandiri.

Di antaranya adalah masjid tersebut memiliki koperasi dan legalitas, serfikat lahan maupun bangunan.

Safari Ramadhan ini berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Tidak ada rangkaian kegiatan berbuka puasa bersama dalam kegiatan ini.

Dalam acara ini, Pemko Medan menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada BKM Perjuangan 45 dan santunan kepada anak yatim piatu.

Selain itu, Pemko juga menyediakan paket buka puasa untuk dibawa jamaah pulang ke rumah masing-masing.

Safari Ramadhan ini juga diisi tausyiah singkat dari ustaz Syukri Albani Nasution.

Dia menyatakan, pemerintahan yang tidak memandang masjid sebagai pusat peradaban tidak akan berjalan dengan baik.

Karena itu, Syukri yang merupakan pengurus MUI Medan ini mengatakan, sangat mendukung Program Masjid Mandiri yang baru saja dicanangkan Wali Kota Medan. (m26)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2