Waspada
Waspada » BNI Setor Dividen Sebesar Rp492,58 Miliar Ke Kas Negara
Ekonomi Headlines Nusantara

BNI Setor Dividen Sebesar Rp492,58 Miliar Ke Kas Negara

 

JAKARTA (Waspada): Bank Negara indonesia (BNI) Tbk., akan menyetorkan dividen sebesar Rp492,58 miliar ke rekening kas umum negara. Keputusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) dimana pemerintah menguasai 60 persen saham di BNI.

“Sehingga total dividen yang akan dibayarkan total sekitar Rp820,1 miliar, atau sebesar 25 persen dari laba bersih tahun buku 2020” ujar Direktur Utama BNI Royke Tumilaar usai RUPST di Jakarta, kemarin sore.

Menurutnya, untuk dividen bagian publik atas kepemilikan 40 persen saham senilai Rp327,52 miliar akan diberikan kepada pemegang saham, sesuai kepemilikannya masing-masing. Sedangkan, sebanyak 75 persen atau senilai Rp2,46 triliun dari laba bersih tahun lalu akan digunakan sebagai saldo laba ditahan.

Royke memproyeksikan pertumbuhan kredit tahun ini berada di kisaran 8 persen di tahun 2021. Target kredit ini didasari atas evaluasi bisnis internal, perbaikan ekonomi nasional, hingga suksesnya implementasi program vaksinasi Covid-19 di sejumlah daerah.

“Mudah-mudahan (kredit) tumbuh lebih baik di tahun 2021. Jadi, kisaran 6 persen sampai 7 persen atau mungkin kalau terbaik bisa 8 persen kita capai,” ungkapnya.

Royke menambahkan, proyeksi pertumbuhan kredit itu kian terasa mantap setelah perseroan melakukan evaluasi menyeluruh. Sehingga, kinerja bisnis tahun ini diharapkan bisa lebih baik ketimbang tahun 2020 lalu.

“Perbaikan internal kita, termasuk proses kredit dan proses bisnis lainnya dari (digitalisasi) transaksi. Supaya bisa lebih efisien dan kompetitif dan bisa tumbuh lebih cepat lagi,” ucapnya.

Kemudian, kinerja ekonomi Indonesia pada tahun ini juga diyakini akan menunjukkan perbaikan yang berarti. Hal ini tak lepas dari berbagai insentif pemerintah untuk menstimulus daya beli masyarakat.

“Kebijakan bagus ini terkait kebijakan pemberian PPnBM (Pajak Pembelian atas Barang Mewah) 0 persen, kemudahan LTV (Loan to Value) untuk properti, dan banyak lagi. Termasuk regulator mau membuka diri untuk mendapatkan masukan dari industri agar ekonomi bertumbuh positif di tahun 2021,” tutur Royke.

Terakhir, lanjutnya, suksesnya program vaksinasi Covid-19 di sejumlah wilayah Indonesia diyakini akan memberikan sentimen positif terhadap ekonomi nasional. Tentunya terkait meningkatnya mobilitas sosial, seiring menguatnya kondisi kekebalan tubuh dalam menangkal paparan virus corona.

“Kita sangat yakin di kuartal II dan seterusnya, dengan adanya program vaksinasi yang mulai berjalan begitu baik, kita yakin akan tumbuh confidence dari masyarakat dan ekonomi,” tandas Royke. (J03)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2