Waspada
Waspada » BKSDA Benarkan Pemangsa Hewan Milik Warga Adalah Harimau Sumatera
Headlines Sumut

BKSDA Benarkan Pemangsa Hewan Milik Warga Adalah Harimau Sumatera

EDI bersama warga melakukan rembuk upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengusir harimau Sumatera kembali ke hutan serta ternak  babi milik warga yang sempat dicakar Harimau. Waspada/Ist
EDI bersama warga melakukan rembuk upaya apa saja yang bisa dilakukan untuk mengusir harimau Sumatera kembali ke hutan serta ternak  babi milik warga yang sempat dicakar Harimau. Waspada/Ist

 

TOBA (Waspada): Staf BKSDA Resort Dolok Surungan Edi mengakui bahwa pemangsa hewan milik warga di Dusun Sigalapang, desa Dolok Meranti Timur, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, KabupatenToba yang terjadi pada Rabu (13/1) benar adalah Harimau Sumatera.

“Bukti akurat yang didapat dari hasil pemeriksaan lapangan berupa bulu, bekas cakaran dan jejak yang ditinggalkan harimau di kandang dan sekitar kandang ditambah keterangan warga yang melihat langsung mengarah kepada Harimau Sumatera,” ujar Edi ketika dikonfirmasi Waspada, Sabtu (16/1).

Untuk mengetahui pergerakan Harimau, pihaknya masih menunggu camera trap tiba dari BKSDA P Siantar, sementara itu pihaknya bersama warga akan memasang pengeras suara dari bahan sederhana untuk mengusir Harimau kembali ke hutan.

“Pengeras suara dari bahan sederhana berupa jedoran masih kita kerjakan pemasangannya hari ini, maksimal bisa kita gunakan esok hari,” imbuh Edi.

Bersama rekannya Sabar Tampubolon, selama beberapa hari ini pihaknya masih melakukan pemantauan untuk mengetahui seberapa agresifnya harimau tersebut.

Diungkap Edi, hutan Sigalapang di desa Meranti Timur masuk dalam kawasan hutan Dolok Surungan yang merupkan bahagian wilayah kerja BKSDA Wilayah II Pematangsiantar.

Luasan kawasan Dolok Surungan berkisar 23,800 Ha.

Dari hasil survei BKSDA selama ini, kawasan hutan Dolok Surungan masih dihuni sekitar 15 ekor Harimau Sumatera.

Sebelumnya, Kepala Dusun Sigalapang, Paman Simanjorang, 45, mengakui bahwa ternak babi miliknya nyaris dimangsa Harimau.

Kepada Waspada diceritakannya kronologi awal masuknya harimau ke kandang babi miliknya pada hari Rabu (13/1) sekira pukul 20:30 Wib.

“Malam itu kami sudah hampir tidur, istri saya tiba-tiba dengar suara babi ribut di kandang, tak seperti biasanya, kamipun merasa heran. Tadinya saya fikir yang ribut itu ternak babi milik tetangga, lalu saya buka pintu belakang ternyata benar yang ribut itu di kandang babi kami. Saya ajak istri beranjak keluar menuju kandang. Dari luar kandang saya senter ke dalam, saya melihat seekor harimau duduk di dalam kandang. Sayapun mundur sejauh tiga meter lalu saya hentak harimau itu. Seketika harimau melompat dari kandang. Bekas cakarannya masih terlihat jelas di sudut kandang babi itu,” terang Simanjorang.

Ke esokan harinya, Simanjorang melihat kaki babi betina miliknya luka diduga akibat gigitan harimau.

Sedangkan warga lainnya marga Panjaitan mengatakan seekor kambing miliknya telah dimakan oleh binatang buas.

Dari rentetan dua cerita tersebut, diduga kuat pemangsa kambing milik Panjaitan adalah harimau yang sama yang masuk ke dalam kandang babi milik Simanjorang. (a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2