Biden Berkomitmen Menghabisi Militan ISIS-K - Waspada

Biden Berkomitmen Menghabisi Militan ISIS-K

  • Bagikan
Jenazah prajurit angkatan laut AS, Maxton W. Soviak, 22, yang meninggal akibat bom bunuh diri kelompok ISIS-K dipulangkan ke kampung halamannya di Berlin heights, Ohio, AS dari Afghanistan. AP

     WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Amerika Serikat Joe Biden bersikukuh mendukung keputusannya menarik semua pasukan dari Afghanistan dan ia juga melontarkan ancaman kepada ISIS-K.

     Biden pada Selasa (31/8/2021) waktu setempat mengancam kelompok teroris afiliasi ISIS di Afghanistan tersebut dengan mengatakan bahwa urusan Washington belum selesai dengan mereka. Ia berkomitmen menghabisi organisasi teror tersebut.

                                             

     “Sebagai panglima tertinggi, saya sangat yakin jalan terbaik untuk menjaga keselamatan dan keamanan kita terletak pada strategi yang keras, tak kenal ampun, tepat sasaran setelah aksi teror,” kata Biden, dilansir Fox News, Rabu (1/9/2021).

     Pekan lalu, dua bom meledak di luar bandara Kabul, menewaskan sedikitnya 170 warga sipil Afghanistan dan 13 pasukan mariner AS. ISIS-K mengeklaim bertanggung jawab.

     Biden terus membela keputusannya untuk menarik seluruh pasukan AS dari Afghanistan dengan tenggat waktu 31 Agustus. Dia tidak setuju dengan para kritikus yang berpendapat bahwa pasukan AS seharusnya tetap berada di Afghanistan lebih lama lagi.

     Presiden 78 tahun itu beranggapan, bukanlah kepentingan nasional AS untuk tetap berada di Afghanistan guna membasmi teroris. “Ini adalah hal yang penting untuk dipahami bahwa dunia sedang berubah,” kata Biden.

     Mantan Wakil Presiden AS era Barack Obama tersebut juga menunjuk ancaman geopolitik dari aktor asing seperti China dan Rusia sebagai masalah yang semakin mendesak.

     “Tidak ada yang lebih disukai China atau Rusia, yang menginginkan lebih banyak dalam kompetisi ini, daripada AS yang terjebak satu dekade lagi di Afghanistan,” tutur Biden.

     Ia mengatakan, AS akan terus memerangi organisasi teroris menggunakan “kemampuan di atas cakrawala” yakni menyerang melalui operasi di udara daripada menggunakan operasi militer besar di darat.

     Biden berujar, perubahan kekuatan militer membuat AS lebih kuat dan lebih efektif, yani lebih mengandalkan kemajuan teknologi daripada kehadiran pasukan di darat.

     “Kepada mereka yang ingin menyakiti AS, kepada mereka yang terlibat dalam terorisme terhadap kami atau sekutu kami, ketahuilah ini: AS tidak akan pernah beristirahat,” ancam Biden.

     “Kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda sampai ke ujung dunia dan Anda akan membayarnya dengan harga tertinggi,” sambung Biden. (fox news/m11)

  • Bagikan