Waspada
Waspada » Biaya Mahal Perang Antara Hamas Melawan Israel
Headlines Internasional

Biaya Mahal Perang Antara Hamas Melawan Israel

Hamas melawan Israel
Sejumlah roket yang ditembakkan ke arah Israel dari Kota Beit Lahia di Jalur Gaza (kiri) dihadang oleh roket Iron Dome (kanan). Getty Images

Perang antara Hamas melawan Israel tidaklah murah, serangan roket Hamas yang tanpa henti membuat keuangan Israel terancam.

Waspada – Perang antara Israel dan Palestina pada Senin (17/5/2021) telah memasuki pekan kedua. Jumlah korban tewas di kedua belah pihak mencapai lebih dari 200 orang.

Dilaporkan, 58 anak-anak dan 34 wanita termasuk di antara korban tewas sementara 1.200 orang terluka.

Kelompok faksi Palestina, Hamas, terus menghujani Israel dengan roket-roketnya meski rumah para pemimpin mereka dibombardir oleh serangan udara Israel.

Duel udara antara Hamas melawan Israel menjadi salah satu sisi yang paling disorot dalam konflik kali ini. Sistem pertahanan Iron Dome (Kubah Besi) Israel sangat mumpuni menghalau ribuan roket Hamas yang diluncurkan dari Jalur Gaza.

Namun demikian Hamas pantang mundur, sementara Israel terancam bangkrut. Itu karena sistem perlindungan tercanggih di dunia milik Israel tersebut sangatlah mahal untuk dioperasikan.

Surat kabar Israel, The Jerusalem Post, mewartakan bahwa biaya sebuah rudal Iron Dome yang diluncurkan antara US$50.000 hingga US$100.000 (sekitar Rp720 juta hingga Rp1,4 miliar).

Hamas

Sedangkan, hingga Selasa (18/5/2021), sebanyak 3.160 roket telah ditembakkan dari Gaza, termasuk Hamas yang telah menembakkan lebih dari 1.800 roket, menurut New York Times.

Kebalikannya, roket Hamas jauh lebih murah jika dibandingkan dengan Israel. Sebuah roket Hamas hanya menelan biaya sebesar US$300- US$800 (sekitar Rp4,3 juta hingga Rp11,4 juta).

Dengan demikian, menurut laporan The Jerusalem Post, jika perang antara Israel-Hamas terus berlanjut hingga beberapa hari lagi, maka ‘Negeri Zionis’ memiliki persoalan baru, yakni biaya perang yang menguras.

Perang antara Israel melawan Hamas tidak murah, karena kelompok milisi yang dicap ‘teroris’ oleh Barat itu dikabarkan masih memiliki 14.000 roket dan ratusan rudal jarak jauh.

Peneliti dari Institut Kajian Keamanan Nasional Universitas Hebrew, Ozi Rabin, mengatakan, intelijen Israel sering keliru mengalkulasikan persediaan rudal milik Hamas dan kemampuan mereka memproduksi rudal baru.

Hal itu ditunjukkan dengan kemampuan Hamas menyuguhkan rudal terbaru setiap perang meletus di Gaza.

Sejumlah anggota Brigade al-Qassam, sayap bersenjata dari kelompok Hamas, berjaga di dekat roket Qassam buatan sendiri. AFP

Persenjataan Hamas

Memang, akurasi persenjataan Hamas masih jauh di bawah Israel, tapi cukup berbahaya dan terus dikembangkan.

Rudal terbaru yang digunakan Hamas dalam pertempuran ini adalah Ayyash. Rudal jarak jauh ini sanggup menjelajah hingga 250 kilometer.

Lalu ada rudal M-302 dengan jarak tembak 200 kilometer, R-120 dengan jangkauan 120 km, dan J-80 sejauh 100 km.

Adapun faksi-faksi lain, seperti Jihad Islam, juga memiliki sejumlah rudal jarak pendek. Sementara rudal Ayyash banyak digunakan untuk menyerang Bandara Internasional Ramon di Israel selatan yang berjarak 204 km dari Gaza.

New York Times memberitakan, kelompok Hamas membuat suku cadang dan roket-roketnya sendiri. Mereka mendapat banyak pengetahuan dari Iran.

Mereka juga mengambil pipa-pipa tak terpakai dari sejumlah bangunan terbengkalai milik penduduk Israel dan bom milik Israel yang gagal meledak.

Anggota Hamas merakit roket-roket mereka di bawah tanah atau di kawasan padat penduduk. Milisi Palestina mampu bersembunyi dan mempersiapkan persenjataan dari pengawasan Israel.

Milisi-milisi Hamas di Gaza selama 16 tahun terakhir mampu mengumpulkan banyak roket yang kemampuan jelajahnya telah ditingkatkan.

Hamas tidak mengakui Israel. Dan bagi rakyat Palestina, roket merupakan simbol yang menolak dominasi dan pendudukan Israel.

Sebuah roket Iron Dome ditembakkan guna mencegat roket Hamas yang mengarah menuju Israel. AFP

Peran Iran

Mengutip laporan Middle Eat Monitor, Senin (17/5/2021), Iran memiliki peran kunci dalam membantu gerakan Hamas melawan Israel dengan mengembangkan akurasi roket-roketnya.

Laporan surat kabar Telegraph, berdasarkan klaim pejabat intelijen Barat, menyebutkan, pasukan elit Garda Revolusi Iran, Quds, membantu pengembangan dan evolusi persenjataan Hamas.

Hubungan antara Hamas dan Teheran dilaporkan semakin kuat dalam 5 tahun terakhir. Terlebih sejak Hamas kian meningkatkan kemampuan militernya usai serbuan Israel di Gaza pada 2014 lalu.

Hamas melawan Israel
Anggota Hamas mempersiapkan persenjataan dalam sebuah terowongan di Gaza. Reuters

Kelompok Jihad Islam beberapa waktu lalu malah secara terang-terangan mengucapkan terima kasih kepada Iran atas dukungannya.

Dan beberapa hari kemudian melalui sebuah video yang diunggah ke media sosial kelompok tersebut menembakkan rudal Badr-3 ke arah Israel.

Rudal tersebut merupakan buatan Iran yang pertamakali digunakan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman untuk melawan koalisi pimpinan Arab Saudi.

Pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar pada 2019 lalu juga mengakui jika bukan karena bantuan Iran, maka “Kami tidak memiliki rudal yang mumpuni”.

Intelijen Israel memperkirakan jika Hamas, Jihad Islam, dan faksi-faksi militan Palestina lainnya, total memiliki sekitar 30.000 roket dan mortar yang disembunyikan di Gaza.

Yahya Sinwar pada Senin mengatakan bahwa milisi, memiliki kemampuan untuk menembakkan roket tanpa henti selama enam bulan.

“Kami dapat membuat kota-kota musuh menjadi kota hantu jika mereka memutuskan untuk menyerang kami,” ujarnya memperingatkan. (new york times/middle east monitor/jerusalem post/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2