Berakhlak Dalam Bermedia Sosial

  • Bagikan

Oleh Muhammad Arhami

Kadang tidak disadari telah hilang rasa kasih sayang antarsesama gegara media sosial. Karenanya kesadaran terhadap pentingnya berakhlak dalam berbagai akses Medsos sangat diperlukan sebagai benteng diri

Rasullullah SAW bersabda Addinul Muammalah, yang memiliki makna bahwa agama adalah muammalah. Muammalah menurut ulama tasawuf ada dua yaitu muammalatul maal Khaliq dan muammalatul maal makhluk, yang bahwa muammalah tidak saja bermuammalah dengan Allah tapi juga bermuammalah dengan makhluknya.

Muammalah juga merupakan harmonisasi dalam berkomunikasi baik komuninkasi dengan media konvensional maupun berkomunikasi dalam media berbasis teknologi digital seperti media sosial. Baik verbal maupun non-verbal. Selain itu Muammalah juga merupakan harmonisasi dalam bertoleran dan saling menjunjung tinggi nilai-nilai pergaulan dan hubungan sesama ummat manusia.

Ketika berbicara muammalah maka tidak terlepas dari akhlak di dalamnya, karena ketika bermuammalah maka yang paling diutamakan adalah akhlaknya. Melalui akhlak akan memperkuat aqidah seseorang dan mampu menjalankan ibadah yang sesuai dengan tuntunan agama secara baik dan benar.

Dan sebaliknya juga bahwa ibadah yang dijalankan akan memiliki nilai baik dan benar jika telah sesuai dengan muammalah. Muammalah dapat dilaksanakan dengan baik dan benar apabila seseorang telah memiliki akhlak yang baik juga.

Akhlak dalam hubungannya dengan manusia di zaman modern ini salah satunya adalah ketika berkomunikasi melalui teknologi. Teknologi komunikasi yang berkembang saat ini dengan berbagai platform media, baik itu elektronik, digital maupun dalam bentuk berbagai aplikasi instan yang dapat diakses siapapun tanpa memandang umur, tanpa batas, tanpa dinding dan tanpa sekat. Salah satunya media sosial (Medsos).

Berakhlak dan norma-normanya dalam menggunakan Medsos telah diatur dalam ajaran Islam. Islam terutama bertujuan untuk memastikan bahwa kehidupan, harta kekayaan, kesehatan mental, martabat, dan iman manusia, yang diciptakan sebagai makhluk paling terhormat di muka bumi ini dijamin dan dilindungi.

Kelima nilai tersebut tidak dapat diganggu gugat, apalagi dirusak oleh siapapun dan oleh karena alasan apapun. Nilai-nilai tersebut mengikat semua bidang kehidupan, dan pada kenyataannya bahwa nilai-nilai tersebut juga berlaku dalam pemanfaatan teknologi, internet, dan media sosial.

Penggunaan media sosial yang tidak hati-hati, tidak cerdas dan tidak bijak dapat membahayakan kehidupan manusia dengan menebarkan ancaman terhadap sesama seperti merusak kesehatan mental dan menimbulkan kerusakan kehidupan manusia seperti kerusakan moral, kehilangan harta dan dapat menyebabkan kerugian finansial.

Selain itu penggunaan teknologi yang tidak sesuai dapat juga menurunkan dan mengikis martabat manusia melalui orientasi yang tidak etis dan kehilangan iman manusia melalui ideologi yang rasis, radikal dan sesat.

Kondisi yang demikian utamanya disebabkan oleh tidak tersaringnya informasi yang diterima dan cara menyikapinya dengan tanpa menggunakan ilmu pengetahuan. Kondisi demikian dapat menyebabkan rusaknya kemampuan berpikir logis dan memahami, serta menurunkan kemampuan mental manusia dan hilangnya akal sehat memilih memilah kebenaran terhadap berbagai informasi yang diterima dari media sosial.

Secara implisit kadang tidak disadari bahwa telah hilang juga rasa kasih sayang antarsesama gegara media sosial. Karenanya kesadaran terhadap pentingnya berakhlak dalam berbagai akses Medsos sangat diperlukan sebagai benteng diri.

Sebagai contoh terhadap berita yang belum diketahui kebenarannya maka perlu dilakukan tabayyun, sehingga tidak akan terjadi fitnah digital atau ghibah digital yang kadar dosanya sama seperti fitnah offline.

Allah sudah mengingatkan kita dalam firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (QS. Al-Hujurat: 6).

Karena jamak orang mengetahui bahwa sekali berita diunggah di Medsos maka seluruh dunia digital akan mengetahui dan mencatatnya serta akan menjadi rekam jejak digital yang tersimpan sepanjang masa.

Hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan kita sebagai makhluk sosial karena dunia akan mengetahui apa yang kita lakukan, jika yang diinformasikan bukan berita hoaks dan bermanfaat bagi orang lain maka itu akan menjadi ibadah.

Medsos sebagai teknologi tentunya dibangun dengan menggunakan kemampuan akal dan ilmu pengetahuan dengan maksud memberikan kemudahan dan kesempatan bagi para penggunanya untuk memanfaatkan sesuai dengan tujuan-tujuan kebaikan, tidak ditujukan untuk praktik yang buruk secara moral dan tidak terhormat.

Medsos tidak digunakan untuk media menyebarkan hasutan kebencian, terror, radikalisme yang dapat membahayakan orang lain. Medsos harus diatur penggunaannya atau dengan kata lain ada management dan tatakelola pemanfaatannya sehingga tidak berefek kepada lalainya dalam melakukan aktivitas yang lainnya

Medsos juga diharapkan tidak menjadi media yang menyebabkan terbuangnya waktu yang sia-sia seperti kesibukan meng-schrooling hal-hal yang kontra produktif sehingga Medsos berubah menjadi perangkap pemborosan dan hilangnya waktu yang paling berharga bagi aktivitas produktif lainnya.

Nabi Muhammad SAW, dalam sebuah hadist memperingatkan kita sebagai berikut: “Ada dua nikmat yang banyak orang melupakannya yaitu kesehatan dan waktu luang.” Boleh jadi dengan Medsos telah melalaikan orang-orang dan lupa akan waktu baik waktu untuk beribadah kepada Allah SWT maupun waktu untuk melakukan hal bermanfaat lainnya, sehingga akan berimplikasi kesehatan karena kecanduan dan melupakan kewajiban menjaga kebutuhan tubuh.

Akhlak lainnya dalam berMedsos adalah tidak, melanggar hak dan privasi orang lain dalam interaksiknya. Rasulullah mengajarkan kita untuk hidup rukun dengan sesama. Diriwayatkan dalam Hadis Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

Orang Islam itu saudara bagi orang Islam lain, jangan saling mengkhianati, jangan saling membohongi, dan jangan saling merendahkan, setiap Muslim atas Muslim yang lain itu haram rahasianya, hartanya dan darahnya, taqwa itu ada disini (dalam hati) cukup seseorang dikatakan jelek jika memandang rendah saudaranya Muslim.”

Karena walaupun dilakukan melalui online namun hal tersebut dosanya sama seperti berbohong, mencemarkan nama baik orang, dan memfitnah mereka dalam kehidupan offline. Allah SWT akan meminta kita untuk mempertanggungjawabkan semua kata-kata dan tindakan kita seperti firman Allah SWT dalam surat Al Isra’ ayat 36 yang artinya:

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya“.

Akhirnya tidak mungkin kita hidup pada zaman ini tanpa teknologi dan mengisolasi dari teknologi karena Islam juga tidak menganjurkan demikian. Namun, semua tentunya perlu tanggung jawab dalam menggunakan teknologi sebagai kesadaran diri akan halal-haram, memperhatikan prinsip perlindungan moral, tanpa melanggar hak asasi manusia dan kebebasan.

Sehingga kita akan memiliki waktu yang lebih produktif dan berarti. Kita bisa membuat kehidupan menjadi lebih baik dan damai tanpa rasa permusuhan, iri dan dengki sesame manusia, selama kita menggunakan Medsos dengan berakhlak, beretika, cerdas dan bijak serta sesuai batasannya.

Penulis adalah Ketua Jurusan Teknologi Informasi dan Komputer Politeknik Negeri Lhokseumawe

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.