Bentrokan Terbaru Di Kompleks Al Aqsa, 180 Orang Terluka - Waspada

Bentrokan Terbaru Di Kompleks Al Aqsa, 180 Orang Terluka

  • Bagikan
Seorang pria Palestina berlari menjauhi gas air mata yang ditembakkan polisi Israel di depan Masjid Kubah Batu, Kompleks Al-Aqsa, Yerusalem, Senin (10/5/2021) siang waktu setempat. Sedikitnya 180 warga Palestina terluka dalam bentrok lanjutan dengan polisi Israel. Dari jumlah korban luka itu, 80 orang di antaranya harus dirawat di rumah sakit. AP

YERUSALEM, Palestina (Waspada): Sedikitnya 180 warga Palestina terluka dalam bentrok lanjutan dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Senin (10/5/2021) siang waktu setempat. dari jumlah korban luka itu, 80 orang di antaranya harus dirawat di rumah sakit.

Dari rekaman video amatir terlihat aparat keamanan Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah kompleks itu. Kepolisian Israel beralasan mereka membalas pelemparan batu yang dilakukan oleh warga Palestina ke arah mereka dan Tembok Ratapan, yang merupakan tempat berdoa umat Yahudi.

Sebelumnya, aparat Kepolisian Israel melarang warga Yahudi memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati Hari Kemenangan, yakni peringatan atas pendudukan timur Yerusalem oleh Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Tadinya warga Yahudi berencana melakukan pawai dengan membawa bendera mengelilingi Kota Tua dan wilayah Muslim, serta berakhir di Tembok Ratapan. Alasan Kepolisian Israel melarang pawai itu karena peringatan Hari Kemenangan tahun ini bertepatan dengan Ramadhan.

Hal itu bisa memantik aksi kekerasan berlanjut dan membuat situasi di Kota Tua Yerusalem semakin memanas setelah sejumlah bentrokan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Bentrokan pada akhir pekan lalu dipicu keputusan aparat keamanan Israel yang menutup akses ke Masjid Al-Aqsa. Hal itu menyulut amarah warga Muslim Palestina yang hendak melaksanakan tarawih dan iktikaf di sepuluh malam terakhir Ramadan.

Selain itu, bentrokan juga dipicu keputusan Israel untuk menggusur wilayah pemukiman Muslim Palestina di Sheikh Jarrah, timur Yerusalem. Kini Israel memutuskan menunda rencana penggusuran.

Milisi Palestina di Jalur Gaza menembakkan sejumlah roket sebagai bentuk balasan atas aksi kekerasan di Yerusalem. Sejumlah relawan yang bersekutu dengan kelompok Hamas juga melepaskan balon yang dipersenjatai dengan minyak ke arah wilayah Israel dan menyebabkan kebakaran lahan.

Israel lantas memutuskan untuk menutup sementara pintu perbatasan Erez di Jalur Gaza, kecuali untuk alasan kemanusiaan, sampai pemberitahuan lebih lanjut. (ap/m11)

  • Bagikan