Waspada
Waspada » Bea Cukai Ungkap Perdagangan Ribuan Miras Ilegal
Headlines

Bea Cukai Ungkap Perdagangan Ribuan Miras Ilegal

KEPALA Kantor Bea Cukai Medan Dadan Farid (tengah) menunjukkan sejumlah barang bukti yang disita dari pabrik miras ilegal, di Kantor Bea Cukai Medan, Jumat (27/11).Bea Cukai Medan ungkap perdagangan ribuan miras ilegal. Waspada/Rama Andriawan
KEPALA Kantor Bea Cukai Medan Dadan Farid (tengah) menunjukkan sejumlah barang bukti yang disita dari pabrik miras ilegal, di Kantor Bea Cukai Medan, Jumat (27/11).Bea Cukai Medan ungkap perdagangan ribuan miras ilegal. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Tim Gempur Bea Cukai Medan ungkap perdagangan minuman keras, setelah petugas menyita ribuan botol miras ilegal itu dari hasil penungkapan dua pabrik pemasok minuman itu di Medan, Kamis (26/11).

Dari hasil pengungkapan pabrik ilegal pemasok ribuan botol Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) itu, juga diamankan 5 orang pelaku.

Seorang pelaku utama berinisial MN sudah ditetapkan tersangka dan empat lainnya sebagai anak buah yang ikut berperan. Pabrik ilegal tersebut sudah beroperasi sejak 2019.

Kepala Kantor Bea Cukai Medan, Dadan Farid menjelaskan, pihaknya berhasil ungkap perdagangan ribuan miras llegal, dengan barang bukti sebanyak 1.200-an botol.

“Kemudian yang masih kosong ada 1.700 botol, kemudian ada juga etiket/ label diamankan dari tersangka ini untuk memproduksi minuman. Termasuk bahan baku yang belum diproduksi,” katanya, saat konfrensi pers di Kantor Bea Cukai Medan, Jumat (27/11).

Dijelaskannya, pengungkapan bermula dari adanya informasi maraknya peredaran di pasaran produk minuman beralkohol (MMEA) ilegal, dengan merek Samsu Putih dan Bola Dunia padahal pabrik tersebut sudah tidak berproduksi.

“Tim Intelijen kemudian melakukan pembelian MMEA ilegal dengan merk Samsu Putih dan Bola Dunia untuk dilakukan uji laboratorium pada Balai Laboratorium Bea dan Cukai (BLBC), dengan kesimpulan hasil uji laboratorium kedua MMEA ilegal dimaksud memiliki kadar alkohol sebesar 31,94 persen dan 19,16 persen,” jelasnya.

Berdasarkan temuan, Tim Gempur Bea Cukai Medan melakukan pemeriksaan di Toko R yang berlokasi di Jl Bulan Pusat Pasar Medan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan bukti-bukti awal bahwa tempat tersebut telah
digunakan untuk memproduksi MMEA ilegal, berupa etiket yang belum ditempel, tong pencampur, botol kosong, tutup botol dan lainnya,” ujarnya.

Penggalian

informasi kepada para pegawai dan berhasil mengerucut kepada salah satu rumah pegawai berinisial MN.
Tim Gempur Bea Cukai Medan langsung melakukan pemeriksaan di rumah tersangka MN di kawasan Medan Area.

Dari sana ditemukan beberapa bukti berupa dispenser untuk pengisian, alat dan mesin press tutup botol, tutup botol, segel plastik dan lainnya.

Dari hasil penindakan dua lokasi tersebut, Tim Gempur Bea Cukai Medan berhasil menyita MMEA ilegal golongan C sebanyak 645 botol ditambah 1 jerigen berisi 30 liter dan 5 jeriken berisi 25 liter yang diduga siap dikemas.

Kemudian MMEA ilegal golongan B sebanyak 550 botol dan 2 jeriken berisi 30 liter dan 1 jeriken berisi 25 liter yang diduga siap dikemas dan beberapa untuk memproduksi MMEA ilegal tersebut. Selain itu Juga ditemukan ribuan botol miras kosong.

Saat ini, lanjutnya baru MN yang ditetapkan tersangka. Sedangkan keempat lainnya turut serta membantu produksi.

“Tersangka masih satu dan yang lain sebagai turut serta dan tetap akan kita proses dan ini masih dalam pengembangan. Kemungkinan besar tidak sampai di sini saja,” pungkasnya.

Ia menambahkan, atas tindakan para pelaku, potensi kerugian negara yang dihasilkan dari penindakan ini sebesar Rp44.145.400.

“Berdasarkan keterangan saksi bahwa BKC MMEA telah diproduksi sejak tahun 2019, maka diperkirakan untuk produksi selama 12 bulan estimasi kerugian negara lebih kurang sebesar Rp360 juta,” tandasnya. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2