Waspada
Waspada » BD Sabu Ditembak Mati
Headlines

BD Sabu Ditembak Mati

KAPOLRESTABES Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Rony Nicolas Sidabutar dan Wakasat Narkoba, Kompol Dolly Nelson Nainggolan saat ekspos bandar sabu ditembak mati. Warga Aceh diketahui sebagai bandar (BD) sabu ditembak mati Satres Polrestabes Medan. /Ist
KAPOLRESTABES Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Rony Nicolas Sidabutar dan Wakasat Narkoba, Kompol Dolly Nelson Nainggolan saat ekspos bandar sabu ditembak mati. Warga Aceh diketahui sebagai bandar (BD) sabu ditembak mati Satres Polrestabes Medan. /Ist KAPOLRESTABES Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Rony Nicolas Sidabutar dan Wakasat Narkoba, Kompol Dolly Nelson Nainggolan saat ekspos bandar sabu ditembak mati. Warga Aceh diketahui sebagai bandar (BD) sabu ditembak mati Satres Polrestabes Medan. /Ist

MEDAN (Waspada): Warga Aceh yang diketahui sebagai bandar (BD) sabu ditembak mati Satres Narkoba Polrestabes Medan dalam penyergapan di Jl Gatot Subroto Medan.

BD sabu yang ditembak mati itu RMN, 30, warga Aceh Utara dan kemudian diboyong ke RS Bhayangkara Medan. Polisi juga menangkap 5 kawanan bandar sabu jaringan internasional.

Tersangka JSP, 51, dan CP, 31, keduanya warga Tanjung Balai serta SP, 36, warga Jl. Pelita IV, Kec. Medan Perjuangan dan I, 25, warga Desa Tanjung Dalam, Kec. Langkahan, Kab. Aceh Utara serta MK, 21, warga Aceh Utara. Dari para tersangka disita barang bukti 18 kg sabu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Rony Nicolas Sidabutar dan Wakasat Narkoba, Kompol Dolly Nelson Nainggolan, Senin (5/10) mengatakan, pengungkapan ini bermula informasi yang diperoleh Tim Sat Res Narkoba Polrestabes Medan akan ada pengiriman sabu dari Tanjung Balai ke Medan.

Petugas selanjutnya, melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan 3 tersangka.

Masing-masing, JSP dan CP yang keduanya warga Tanjung Balai serta seorang lagi, SP, warga Jl Pelita IV, Kec. Medan Perjuangan.

“Dari ketiga tersangka yang diamankan di Jl. Sisingamangaraja Medan petugas mengamankan 4 Kg sabu. Dalam pengakuannya para tersangka masih menyimpan sabu lainnya di Mess Pemko Tanjung Balai di Jl. Karya Jaya, Kec. Medan Johor,”sebutnya.

Selanjutnya petugas bergerak ke lokasi dan menemukan 5 Kg sabu yang disimpan rapi di dalam kaleng di kamar Sekda Mess Pemko Tanjung Balai. Tak sampai disitu, dari para tersangka petugas juga mendapat informasi akan ada pengiriman sabu dari Dumai ke Medan.

Informasi ini kemudian ditindaklanjuti. Petugaspun berhasil mengamankan tersangka, I, warga Desa Tanjung Dalam, Kec. Langkahan, Kab. Aceh Utara di salah satu pool bus di Jl. Sisingamangaraja Medan. Dari tersangka I, petugas menyita 1 kg sabu.

Dari tersangka, I tim lagi-lagi mengendus keberadaan dua tersangka lainnya yang membawa sabu di Jl. Gatot Subroto Medan. Petugas bergerak dan berhasil mengamankan dua tersangka, MK dan RMN yang keduanya merupakan warga Aceh Utara. Dari keduanya disita 8 Kg sabu.

Namun, saat hendak digiring ke Mapolrestabes Medan, tersangka RMN berusaha melakukan perlawanan dan mengamcam keselamatan petugas. Tak mau ambil risiko, usai memberi tembakan peringatan petugas langsung menembak RMN tepat dibagian dada dan akhirnya dinyatakan tewas.

“Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Sat Res Narkoba Polrestabes Medan,” kata Riko.

Bekas Tim Sukses

Salah seorang tersangka, JSP mengaku bisa mendapat fasilitas menginap di Mess Pemko Tanjung Balai di Jl. Karya Jaya, Kec. Medan Johor, karena dia bekas tim sukses Walikota Tanjung Balai.

Kemudahan akses inilah ternyata yang dimanfaatkan JSP untuk menyelundupkan dan menyimpan sabu di tempat tersebut.

“Saya dulu pernah jadi tim sukses Walikota dan pernah bekerja di rumah orang tua Walikota Tanjung Balai. Jadi kalau saya mau ke Medan, saya bisa menginap di Mess Pemko Tanjung Balai kapan saja saya mau,” kata tersangka.

Saat ini, penyidik juga sedang memintai keterangan Sekda Tanjung Balai terkait adanya sabu yang disimpan di kamar Sekda Mess Pemko Tanjung Balai.

Kapolrestabes juga memastikan, semua tersangka yang diamankan merupakan sindikat sabu jaringan internasional.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat melanggar Pasal 114 Ayat 2 Subs Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2