Bantuan Sembako Tak Layak Konsumsi Di Labura

Bantuan Sembako Tak Layak Konsumsi Di Labura

  • Bagikan
UTUSAN vendor disaksikan perangkat desa memperlihatkan beras bantuan Sembako tak layak konsumsi di Labura yang diganti dengan beras baru. Waspada/Ist
UTUSAN vendor disaksikan perangkat desa memperlihatkan beras bantuan Sembako tak layak konsumsi di Labura yang diganti dengan beras baru. Waspada/Ist

AEKKANOPAN (Waspada): Bantuan Sembako tak layak konsumsi di Labura. Bantuan berupa beras dari Propinsi Sumut yang disalurkan melalui Pemkab Labura di Desa Karang Anyar, Kec. Aekkuo, Kamis (28/5).

Camat Aekkuo Deapari saat dikonfirmasi Waspada via seluler membenarkan bahwa bantuan sembako berupa beras dari Propinsi Sumut yang disalurkan pihak ketiga (vendor) tak layak konsumsi menimbulkan aroma tidak sedap.

“Benar, ada ditemukan sebanyak 24 sak beras dengan berat per sak 10 kilogram tidak layak konsumsi di Desa Karang Anyar.”

Temuan tersebut langsung dilaporkan masyarakat dan menghubungi kepala desa, selanjutnya beras segera di kumpul” katanya.

Sambung Deapari, vendornya juga sudah kita hubungi, berasnya langsung diganti. Namun untuk desa lainnya belum ada ditemukan dengan hal yang sama.

“Setelah ditelusuri, khusus Kec. Aekkuo, pemasok beras dari salah satu kios yang dihunjuk di Desa Bandar Selamat. Hal ini sudah diklarifikasi pihak desa dan pengantar barangnya, karena vendor sebagai pemasok bahan dihunjuk oleh Bupati Labura”, imbuhnya.

Diapari juga menjelaskan, beras tak layak konsumsi apabila terkena air bergumpal, menimbulkan sedikit aroma bau dan beras tampak bintik-bintik hitam. Saya tidak mengetahui sumber beras dari kilang mana dan sejauh ini belum ada penelusuran.

“Sembako untuk desa se Kec. Aekkuo seluruhnya sudah dibagikan dan masalah ini sudah dilaporkan pada bupati dan Dinsos Kab. Labura. Kemudian untuk bahan lainnya belum ditemukan yang tidak layak konsumsi”, ungkapnya.

Plt. Kadis Sosial Jhon Ferry dihubungi Waspada mengatakan, masalah bantuan Sembako tak layak konsumsi di Labura sudah ditanggapi oleh Bupati Labura.

“Beras berasal dari pihak ketiga kondisinya seperti berjamur dan beras sudah diganti dari salah satu kilang. Vendor ditunjuk oleh bupati, soal jumlah beras yang diganti laporan tertulisnya belum saya terima, cuma itu yang saya ketahui”, katanya. (c04)

  • Bagikan