Waspada
Waspada » Bansos COVID-19 Di Sibolga Diduga Dijual
Headlines Sumut

Bansos COVID-19 Di Sibolga Diduga Dijual

Kantor Lurah Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga. Bansos COVID-19 di Sibolga diduga dijual. Waspada/Haris Sikumbang
Kantor Lurah Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga. Bansos COVID-19 di Sibolga diduga dijual. Waspada/Haris Sikumbang

SIBOLGA (Waspada): Bansos COVID-19 di Sibolga diduga dijual oleh oknum yang tega mengeruk keuntungan di tengah pandemi COVID-19 yang sedang melanda.

Bukannya disalurkan kepada masyarakat yang terdampak COVID-19, Bansos COVID-19 di Sibolga diduga dijual.

Bansos tersebut berupa bahan pangan berasal dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).

Sulaiman, warga Desa Mela, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapteng, mengungkapkan, kejadiannya berlangsung Rabu (1/7) sekira pukul 15.00 Wib, di kawasan Panomboman. Saat itu, dia melihat ada keramaian warga.

Ternyata, di lokasi tersebut ada becak bermotor membawa puluhan kantong bahan makanan berupa beras dan mie instan, diduga hendak dijual.

“Kutanya, barang darimana ini? Terus ada yang bilang dari Sambas. Lalu kubuka isinya, ternyata barang bantuan. Kutanya lagi, siapa yang bawa? Tukang becak. Yang mengawal siapa? Ada tadi naik motor, orangnya tinggi-tinggi pakai celana pendek, kalau tak salah itu pegawai kelurahan,” ungkap Sulaiman kepada Waspada, Kamis (2/7).

Sulaiman kemudian menelepon temannya, seraya mengikuti becak tersebut sampai ke arah Pintu Angin.

“Tukang becaknya juga mengaku, barang yang dibawa itu berasal dari kantor kelurahan. Saya menduga itu pasti dijual, kenapa saya bilang begitu, karena dari Kota Sibolga dibawa ke Tapteng. Isinya beras, mie instan,” katanya.

Ketua LSM Foal Independen Sibolga-Tapteng

Sementara, Ketua LSM Foal Independen Sibolga-Tapteng, Steven Pasaribu, membenarkan bahwa Sulaiman menghubunginya lewat telepon pada Rabu (1/7) kemarin.

Steven mengaku, kebetulan pada Rabu kemarin dia ada urusan ke Kantor Lurah Pancuran Bambu untuk mengurus Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Dia tak menyangka, ternyata bantuan yang bermasalah itu berasal dari Kelurahan itu.

“Sayapun pergi ke Polsek Sibolga Sambas. Sampai di Polsek, kita lihat hendak berangkat ke Polres Sibolga. Karena ini menyangkut masalah bantuan COVID-19, dibawa ke Polres, itulah keterangan dari pihak Polsek,” ungkap Steven Pasaribu.

Lanjut Steven, pada Rabu malam, dia kembali mendatangi Kantor Lurah Pancuran Bambu bermaksud menjemput SIKM. Tetapi, petugas dari Polres Sibolga masih di sana.

“Sayapun bertanya, tetapi petugas bilang, cuma mau menanyakan data masyarakat penerima bantuan,” sebut Steven.

Steven juga mengakui, sebagai warga Kelurahan Pancuran Bambu, ia belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.

“Sampai saat ini, saya tidak pernah mendapatkan bantuan. Beberapa kali saya telepon lurah, minta tolong agar dapat bantuan, tetapi katanya sudah habis,” ujarnya.

Jangan Halangi Penyelidikan

Steven mengaku sangat menyayangkan kejadian penyelewengan bansos tersebut. Menurutnya di tengah pandemi COVID-19 ini, masih saja ada orang yang tega mencari keuntungan.

Dia jua berharap, Pemko Sibolga jangan menghalangi upaya penyelidikan yang dilakukan Polres Sibolga, karena ini menyangkut masalah nasib orang banyak.

“Saya sebagai Ketua LSM Foal Independen akan terus mengawal kasus ini. Terkait proses penyelidikan ini, kita juga minta Polres Sibolga supaya terbuka kepada masyarakat dan rekan-rekan pers,” tuturnya.

Belum ada keterangan resmi dari polisi terkait persoalan ini. Namun pantauan Waspada, kantor Lurah Pancuran Bambu, terlihat ramai, pada Kamis sore (2/7).

Reskrim Selidiki

Sejumlah personel polisi dari Polres Sibolga yang datang dengan mobil operasional, terlihat sibuk keluar masuk. Para ibu-ibu warga setempat yang hadir di sana, juga disuruh masuk ke dalam kantor lurah tersebut.

Petugas tampak membawa beberapa dus karton menuju mobil. Lurah Pancuran Bambu yang mengenakan masker dan topi juga terlihat ikut bersama polisi.

Kasat Reskrim AKP D Harahap belum mau berkomentar banyak soal ini. Pihaknya kata dia tengah melakukan penyelidikan.

“Masih penyelidikan ya” katanya kepada wartawan sembari menaiki mobil meninggalkan kantor Lurah Pancuran Bambu. (c03/B)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2