Waspada
Waspada » Bangkai Gajah Jantan Dikubur Di Kebun Cabai
Aceh Headlines

Bangkai Gajah Jantan Dikubur Di Kebun Cabai

SEJUMLAH petugas dari BKSDA menggunakan baju Hazmat (pakaian pelindung diri) saat menguburkan gajah jantan yang mati di pegunungan Mila, Kabupaten Pidie, Kamis (10/9). Waspada/Muhammad Riza
SEJUMLAH petugas dari BKSDA menggunakan baju Hazmat (pakaian pelindung diri) saat menguburkan gajah jantan yang mati di pegunungan Mila, Kabupaten Pidie, Kamis (10/9). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Bangkai gajah jantan liar yang mati kawasan Gle Cut, Gampong Tuha, Kecamatan Mila, Kabupaten Pidie, dikubur di kebun cabai warga setempat, Kamis (10/9), pukul 10:44 Wib.

Pantauan Waspada, liang lahat dikeruk tidak jauh dari posisi bangkai gajah tersebut.

Luas kubur digali sekira 4×4 meter dengan kedalaman sekira 5 meter.

Sebelum dikubur, bangkai gajah jantan liar itu terlebih dahulu dilakukan identifikasi oleh Tim Inafis Polres Pidie.

Selanjutnya tubuh bangkai gajah tersebut dibedah oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provisi Aceh untuk diambil sample (contoh).

Saat dilakukan proses identifikasi oleh petugas Inafis, terlihat kawat ukuran kecil masih melilit pada pangkal telapak kaki bagian kanan gajah naas tersebut.

Waspada melihat pada bagian kaki sebelah kiri bangkai gajah jantan itu terdapat bekas luka yang diduga gajah naas itu pernah terjerat perangkap, namun gajah itu masih selamat.

Berdasarkan keterangan beberapa warga yang melakukan aktivitas bertani di kawasan perbukitan Gle Cut, Kecamatan Mila, menyebutkan ada sekira 50 ekor kawanan gajah yang sering berwara-wiri di kawasan hutan tersebut.

Jumlah tersebut dibagi beberapa kelompok.

Gajah Jantan Penjaga

Diceritakan warga, gajah jantan yang diduga mati kesetrum jerat babi, itu ditengarai gajah jantan yang menjaga kelompoknya tersebut.

Biasanya gajah jantan yang naas itu berjalan terpisah dari kelompoknya dengan jarak terpaut 100 meter dari kawananya.

Gajah ini sebut warga paling beringas bila melihat manusia.

Masih menurut keterangan warga, sebelum tewas keseterum terpijak kawat perangkap babi.

Gajah ini sedang berjalan sendiri dari arah selatan,lalu masuk ke dalam kebun cabai warga untuk memakan batang pisang.

Belum sempat memakan batang pisang, kaki gajah itu diduga menginjak kawat jeratan Babi yang dialiri listrik.

Sontak saja tubuh gajah ini terjatuh dan lemas.

Kemudian dia coba bangkit dan kembali berjalan, belum jauh berjalan tubuh kaki gajah ini kembali tersengat listrik setelah menginjak kembali kawat jerat Babi.

Kali ini kawat tersebut melilit kakinya sampai tubuhnya ruboh, lemas hingga tidak berdaya.

Menurut cerita warga sebelum gajah ini mati, warga sempat mendengar suara besar teriakan gajah ini menangis.

Namun warga ketika itu tidak berani mendekat karena kawatir banyak datang kawanan gajah.

Terlebih di kawasan itu memang acap dilintasi kawanan gajah liar.

“Warga tahu dan mulai berani mendekat, setelah suara gajah itu diam. Jam sembilan pagi warga baru datang ke lokasi, itu sudah ada petugas juga,” kata warga.

Resort BKSDA Kantor Kabupaten Pidie, Abdullah menjelaskan bangkai gajah itu sebelum dikubur memang di bedah, itu dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian hewan mamalia dilindungi tersebut.

“Hasilnya nanti dibawa ke lab. Kemudian baru dikuburkan,” katanya.

Menurut dia, sejauh ini gajah yang mati di kawasan perbukitan hutan Mila, Kabupaten Pidie tercatat sudah dua ekor, dan kedua ekor gajah itu mati dengan hal serupa yakni dengan terjerat kawat jerata babi.

Abdullah mengungkapkan pihaknya tidak bisa melarang para petani untuk tidak memasang perangkap jeratan babi karena bisa berdampak pada manusia dan juga hewan dilindungi seperti gajah. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2