Waspada
Waspada » Bandar Sabu Jaringan Internasional Divonis Mati
Headlines

Bandar Sabu Jaringan Internasional Divonis Mati

SIDANG PUTUSAN: Suasana sidang putusan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, terhadap lima terdakwa kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 45 kilogram sabu dari Malaysia ke Aceh, Kamis (3/12). Waspada/Ist
SIDANG PUTUSAN: Suasana sidang putusan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, terhadap lima terdakwa kasus penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 45 kilogram sabu dari Malaysia ke Aceh, Kamis (3/12). Waspada/Ist

 

IDI (Waspada): Majelis hakim menghukum mati bandar sabu jaringan Internasional dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Idi, Aceh Timur, Kamis (3/12). Sementara tiga terdakwa lainnya divonis seumur hidup dan satu terdakwa divonis 20 tahun penjara.

Putusan vonis mati itu terhadap M. Kasem, salah satu dari lima terdakwa dalam persidangan. Dia didakwa sebagai pelaku penyelundupan narkotika jenis seberat 45 kilogram dari Malaysia ke Aceh Timur. Vonis dibacakan terhadap bandar narkoba jaringan internasional itu berjalan lancar.

Sidang putusan yang berlangsung secara virtual dipimpin Irwandi, SH, selaku hakim ketua, didampingi dua hakim anggota yakni Tri Purnama, SH dan Ike Ari Kusuma, SH. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang ini dihadiri Fajar Adi Putra, SH, dan Cherry Arida, SH.

Tiga terdakwa lain yakni, Basri, Aji, dan Teja Saputra, divonis hukuman seumur hidup. Sementara satu terdakwa lainnya yakni Junaidi, divonis hukuman 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar atau subsider 6 bulan.

M. Kasem divonis mati karena majelis hakim menganggap terdakwa terbukti berperan penting sebagai orang yang bertugas mengkoordinir terdakwa lainnya dalam penyelundupan 45 kilogram sabu-sabu dari negara jiran Malaysia melalui perairan ke Aceh Timur menggunakan boat.

Para terdakwa tersebut divonis sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut umum (JPU) dalam sidang sebelumnya, Kamis (5/11). Kemudian, majelis hakim akan menggelar sidang putusan yang direncanakan, Kamis (26/11), namun sidang ditunda ke Kamis (3/12).

“Para terdakwa disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Usai dibacakan putusan, para terdakwa masih menjawab ‘pikir-pikir’ di hadapan majelis hakim untuk menerima atau menempuh proses hukum ke tingkat selanjutnya,” kata Kajari Aceh Timur Abun Hasbulloh Syambas, melalui Kasi Intel, Andi Zulanda.

Dikatakannya, sidang putusan berjalan lancar dan setelah selesai sidang para terdakwa yang terlihat melalui aplikasi zoom meeting itu kembali ke Sel Tahanan di Lapas Kelas IIB Idi, Aceh Timur. “Sidang putusan berlangsung lancar secara virtual,” kata Andi Zulanda.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim gabungan Polres Aceh Timur menangkap lima tersangka penyelundupan narkoba dan mengamankan 45 kilogram sabu-sabu di sekitar tambak kawasan Gampong Naleung, Kecamatan Julok, Aceh Timur, 17 April 2020 lalu.

Kemudian, 45 kilogram narkoba jenis sabu-sabu hasil sitaan itu dimusnahkan unsur forkopimda setempat dengan cara digiling menggunakan mesin, pada 18 Mei lalu. Dalam perkara itu, penegak hukum juga menyita tiga unit boat dan sepedamotor. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2