Waspada
Waspada » Bandar Besar Narkoba Labuhan Batu Dijerat UU TPPU
Headlines

Bandar Besar Narkoba Labuhan Batu Dijerat UU TPPU

Kapoldasu Irjen Pol. Martuani Sormin didampingi Waka Polda Brigjen Pol. Dadang Hartanto memperlihatkan barang bukti tersangka bandar narkoba, Kamis (11/2).
Kapoldasu Irjen Pol. Martuani Sormin didampingi Waka Polda Brigjen Pol. Dadang Hartanto memperlihatkan barang bukti tersangka bandar narkoba, Kamis (11/2).

MEDAN (Waspada): Bandar besar Narkoba di Kabupaten Labuhanbatu IP alias Man Batak yang ditangkap bersama sejumlah komplotannya, akan dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Selain akan dijerat dengan Undang-undang Tindak Pidana Narkotika (Tipinar), gembong narkoba asal Labuhanbatu ini juga dijerat UU Tindak Pidana Pencucian Uang,” ujar Kapolda Sumut Irjen Pol. Martuani Sormin kepada wartawan di Mapoldasu, Kamis (11/2).
Ia menyebutkan, dalam satu bulan ini banyak mendapat komplain dari media tentang seorang terdakwa narkotika bernama Man Batak dengan berbagai tanggapan miring. Tetapi hari ini pihaknya membuktikan bahwa Man Batak bisa ditangkap dengan segala tindak upaya yang telah dilakukan.
Bahkan, sebut Kapolda, pihaknya sengaja tidak memberikan tindakan tegas (penembakan) pada Man Batak agar negara dapat memiskinkannya. “Kali ini tidak melaksanakan tradisi (ditembak), tapi kami laksanakan tradisi baru, miskin kan dia,” tegas Kapolda.
Ia juga menyebutkan, penangkapan tersangka IP dan komplotannya, dengan modus-modus barunya dapat dilakukan secara profesional.
“Saya (sudah) berbicara dengan Waka Polda, ini untuk kali keduanya Poldasu mengenakan TPPU untuk kejahatan narkotika,” sebut jenderal bintang dua itu.
Menurutnya, orang boleh dihukum, atau meninggal, atau boleh apa saja. Akan tetapi bila dia masih kaya, itu tidak akan berdampak sistemik.
“Tapi, hari ini kita bisa tunjukan bahwa Poldasu profesional dalam penanganan perkara. Ada 14 sertfikat milik tersangka yang disita. Nanti kita akan serahkan ke pengadilan, biar pengadilan yang memutuskan,” ujarnya.
Kapolda merincikan, 14 sertifikat itu teridiri dari 1 keterangan kepemilikan tanah seluas sekira 13 hektare. Selain sertifikat, pihaknya juga mengamankan sejumlah mobil, mulai dari Mitsubishi Xpander, Rubicon, Pajero Sport, Honda CRV dan mobil L300. “Ini semua nanti akan kita sita untuk negara. Nanti kita limpahkan ke Pengadilan Negeri,” sebut Kapolda.
Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp500 jutaan dari rekening tersangka dan rumah sebanyak 4 unit. Juga satu pucuk senjata airsoftgun.
Menurut Kapolda, dengan modusnya (tersangka) melakukan peredaran narkotika menggunakan sepatu, sekaligus menjadi indikator adanya jaringan baru untuk ke Sulawesi. “Termasuk Jawa Timur sudah ditangkap, namun ada pengembangan jaringan baru ke Sulawesi,” katanya.(m10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2