Astaghfirullah, Diduga Akibat Harta Warisan, Oknum ASN Gugat Ibu Kandung Ke Pengadilan Takengon - Waspada

Astaghfirullah, Diduga Akibat Harta Warisan, Oknum ASN Gugat Ibu Kandung Ke Pengadilan Takengon

  • Bagikan

TAKENGON (Waspada) : Video seorang anak menggugat ibu kandungnya sendiri ke Pengadilan Negeri Takengon Aceh Tengah beredar luas di media sosial.

Dalam salah satu video tersebut, tampak beberapa petugas dan penggugat sedang melakukan persidangan lapangan disalah satu rumah yang merupakan objek sengketa.

“Ya Allah, ini penggugat anak durhaka, ya Allah ini hak mamak ku, akan saya lapor kamu ke Bupati,” teriak seorang wanita dalam video itu.

Berdasarkan data yang dihimpun Waspada, wanita tua yang digugat itu bernama Alkausar, 80, warga Kampung Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah.

Ia digugat ke Pengadilan Negeri Takengon sejak 19 juli 2021 lalu oleh Dr.Dra. Asmaul Husna, M.Si. yang merupakan anak kandungnya sendiri.

Bahkan persidangan sudah dilakukan sebanyak 13 kali, pada Selasa 23 November 2021 mendatang akan dibacakan kesimpulan dari penggugat dan tergugat oleh Pengadilan setempat.

Bobby Sembiring Prady Kuasa Hukum Alkausar saat dikonfimasi Waspada, Rabu (17/11) membenarkan jika salah satu rumah permanen lantai tiga di Kampung Blang Kolak, Kecamatan Bebesen milik Alkausar digugat oleh anak kandungnya sendiri.

“Asmaul Husna mengklaim jika rumah itu adalah milik dia, padahal rumah ini adalah peninggalan mendiang suami dari Alkausar untuk perkumpulan anak-anak dan istrinya, bukan milik Asmaul Husna pribadi,” katanya.

Padahal, tambah Bobby, dari keterangan pihak keluarga, almarhum suami Alkausar sudah membagikan harta kepada anak-anaknya sebelum ia meninggal.

“Hanya tinggal satu rumah ini yang ditempati oleh Alkausar dan beberapa anaknya, tapi mereka malah diusir, mereka dianggap menumpang dirumah itu,” katanya.

Malah, kata Bobby, pihak penggugat yakni Asmaul Husna mengaku sudah memiliki sertifikat atas kepemilikan tanah dan rumah tersebut.

“Belum diketahui pasti dari mana asal sertifikat yang dimiliki si penggugat. Satu hal lagi, ini kan perkara warisan yang seharusnya ditangani oleh Pengadilan Mahkamah Syari’ah, bukan Pengadilan Negeri,” ujarnya.

Bobby menilai, si penguggat saat ini telah mengkaburkan dirinya sebagai anak dari keluarga lantaran gugatan itu dilakukan di Pengadilan Negeri.

“Itu argument kami, artinya ibu Alkausar dan beberapa anaknya dianggap telah melawan hukum karena rumah tersebut diklaim adalah milik si penggugat,” kata Bobby.

“Perlu saya tekankan, almarhum tidak ada mengeluarkan surat wasiat, surat waris, amanat atau pun surat jual beli, rumah itu hanya diberikan untuk tempat perkumpulan seluruh anak-anaknya termasuk Alkausar,” tambahnya.

Sementara itu, pengacara Asmaul Husna, Basrah Hakim mengatakan, tidak ada niat penggugat untuk mengusir orang tua kandungnya dari rumah tersebut.

“Selain itu, sebelumnya saudara kandung klien saya menggugat sengketa warisan itu ke Mahkamah Syari’ah, namun upaya itu tidak menemukan titik temu,” katanya.

Sehingga kata dia, kliennya kembali balik menggugat perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Takengon hanya untuk ingin dilindungi haknya oleh Undang-undang.

“Bahkan kasus ini hampir final, semua komentar atas kepemilikan tanah itu sudah dituangkan dipengadilan. Intinya ini tentang hak dan sudah punya sertifikat semuanya, tidak mungkin pertanahan dan notaries mengeluarkan surat tanpa sepengetahuan anak-anakn dan orang tuannya,” tutup Basrah. (Cet)

Asmaul Husna sedang mengikuti persidangan lapangan di Kampung Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Waspada/Ist

Foto Alkausar, seorang ibu yang digugat anak kandung nya sendiri. Waspada/Ist

  • Bagikan