Waspada
Waspada » ASN DPRD Medan Diduga Covid Wafat
Headlines

ASN DPRD Medan Diduga Covid Wafat

PLT Sekretaris DPRD Medan Hj Alida SH M Hum. ASN DPRD Medan diduga Covid wafat, Kamis (13/8). Waspada/Ist
PLT Sekretaris DPRD Medan Hj Alida SH M Hum. ASN DPRD Medan diduga Covid wafat, Kamis (13/8). Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Satu dari dua Aparatur Sipil Negara/ASN yang diduga terpapar virus Covid-19, yakni Kasubag Perlengkapan DPRD Medan Ermina Linda Siregar, dikabarkan wafat, Kamis (13/8) pukul 17.00 WIB.

ASN DPRD Medan diduga Covid wafat  setelah menjalani lima hari perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Bunda Thamrin Medan.

Plt Sekretaris DPRD Medan Hj Alida SH M Hum (foto), membenarkan Ermina Linda meninggal di RS Bunda Thamrin.

“Sampai sekarang kita belum dapat kepastian dari rumah sakit hasil swab beliau. Tapi memang almarhumah dikubur dengan protokol covid di Simalingkar B Jumat pukul 5.00 wib,” ujar Alida kepada wartawan, Jumat (14) di ruang kerjanya.

Wanita yang akrab disapa Uni ini, juga menyatakan kondisi kesehatan Linda memang menurun, karena juga menderita sakit gula dan asam lambung.

“Gula nya tinggi dan asam lambungnya kumat sehingga kondisi drof,” imbuhnya.

Sedangkan untuk Lili Caronalina Batubara selaku Kassubag Persidangan dan Risalah Sekretariat DPRD Medan sudah keluar hasilnya positif Covid 19.

Sekarang masih diisolasi di Rumah Sakit Royal Prima. Tapi kondisinya sudah membaik. Dia diduga tertular dari perjalannya ke Kota Bandung Provinsi Jawa.

“Di sana dia menghadiri wisuda dua anaknya. Bahkan setelah perjalanannya itu dia sempat ke kantor sebentar mengantar berkas,” ungkap Uni.

Penyemprotan

Sementara untuk langkah pencegahan penularan Covid-19 di gedung DPRD Medan, dikatakan Uni pihaknya telah melakukan penyemprotan disinfektan dan pengurangan pegawai masuk kerja.

“Kita juga akan melakukan rapid test untuk anggota dewan, pegawai dan staf. Langkah-langkah ini sudah kami laporkan ke Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Pemko Medan,” katanya.

Untuk rencana lockdown gedung DPRD Medan sendiri, lanjut Uni, menunggu kondisi dan akan konsultasi lagi dengan Gugus Tugas.

Itu karena langkah-langkah pencegahan penularan telah dilakukan.

“Kalaupun akan lockdown itu setelah 18 Agustus karena disitu ada jadwal paripurna penandatanganan Nota kesepakatan KUA-PPAS P-APBD 2020 dan KUA-PPAS R-APBD Pemko Medan Tahun 2021,” katanya.

Itu dilakukan, kata Uni, demi kepentingan masyarakat Medan jadi tidak mungkin ditunda. Dan kondisi ini juga sudah kami laporkan ke Gugus Tugas.

Sedangkan disinggung sarana kebersihan mendukung protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti sabun cuci tangan disetiap toilet dan hand sanitizier yang sering tidak tersedia, Uni mengungkapkan akan mempertanyakan kondisi tersebut ke Kabag Umum DPRD Medan.

“Nanti saya tanyakan, mungkin saja pas lagi habis stok nya. Tapi kalau memang anggarannya tidak ada, maka akan kita masukkan ke PAPBD 2020,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi ke Kabag Umum Kabag Umum Sekretariat DPRD Medan, Andi Syukur Harahap, menyatakan persediaan sabun cuci tangan dan hand sanitizier selama ini berasal dari dana swadaya sendiri.

“Kemungkinan saja lagi habis, tapi memang itu persediaannya pakai dana swadaya kami. Tidak ada dalam anggaran. Ke depan kami mohon ini dimasukkan dalam PAPBD 2020,” tuturnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2