Asap Rokok: Bahaya Mengintai Kehidupan - Waspada

Asap Rokok: Bahaya Mengintai Kehidupan
Oleh Sri Suryawati dan Sofia

  • Bagikan

PENCEMARAN lingkungan yang banyak kita amati terjadi akhir-akhir ini bukan hanya dapat merusak alam dan makhluk hidup yang bergantung padanya tetapi juga dapat membuat kehidupan manusia menjadi terancam. Alam dan makhluk hidup di dalamnya sangat membutuhkan hubungan yang harmoni. Hubungan ini akan rusak ketika muncul kegiatan yang menyebabkan banyak bahan-bahan pencemar mengotori alam. Salah satunya adalah polusi udara. Polusi udara ini dapat terjadi akibat proses buangan ke udara dari aktifitas manusia baik dari sektor produksi maupun sektor transportasi. Polusi udara memberikan dampak negatif pada lingkungan dan kehidupan di dalamnya karena ia mampu menyebabkan pula kontaminasi makanan dan air yang di konsumsi manusia maupun makhluk hidup yang lainnya. Zat dan bahan berbahaya penyebab polusi ini disebut dengan polutan.

Polutan udara ini dapat masuk dan kontak pada manusia terutama melalui inhalasi atau menghirup dan menelan serta kontak kulit yang merupakan kontak minor paparan. Polutan ini yang masuk melalui menelan dapat merusak sistem pencernaan dan bila masuk melalui inhalasi atau menghirup dapat merusak sistem pernafasan. Penyerapan polutan dapat terjadi dalam sirkulasi umum dan tersimpan ke dalam jaringan yang berbeda. Salah satu gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat dari polusi udara ini adalah penyakit pernafasan seperti penyakit paru obstruktif kronik. Penyakit paru ini dapat mengganggu fungsi fisiologis paru dalam menyerap oksigen dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil metabolism tubuh.

Salah satu contoh dari polusi udara yang disebabkan oleh aktifitas manusia yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah perilaku merokok. Pada umumnya kegiatan merokok sudah tidak asing lagi di kehidupan kita. Dampak kesehatan yang diakibatkan oleh rokok merupakan masalah yang terjadi secara global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada lebih dari tujuh juta kematian terjadi akibat penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok setiap tahunnya. Sekitar 890.000 kasus kematian tersebut terjadi pada perokok pasif. Data dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) menyatakan bahwa terdapat lebih dari 40 juta balita Indonesia sudah menjadi perokok pasif. Ini sungguh sangat disayangkan karena para balita yang tidak tahu apa-apa dan orang-orang yang sama sekali tidak menyentuh rokok harus terkena penyakit karena asap dari perokok aktif yang tak bertanggung jawab.

Timbul pertanyaan di pikiran kita bagaimana perilaku merokok ini bisa sangat meluas di kehidupan manusia? Kalau kita melihat kembali kilas balik sejarah awal rokok maka kita akan mengetahui bahwa rokok itu berasal dari orang-orang di daerah Mesoamerika sejak 5000 SM. Saat itu bahan yang digunakan adalah tembakau, yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat pada masa itu dengan cara dibakar atau dikunyah. Diperkirakan Suku Maya di Mesoamerika mengonsumsi daun Nicotina tabacum untuk ritual dan pemujaan roh. Dugaan tersebut didasari oleh penemuan hieroglif yang menggambarkan seorang dukun Maya yang sedang merokok. Ditambah lagi seorang arkeolog dari Universitas Albany menemukan sebuah guci peninggalan Suku Maya dari 1300 tahun yang lalu. Di dalam guci tersebut terdapat ukiran huruf yang kemungkinan memiliki arti, “wadah tembakau”. Setelah diteliti, ternyata guci tersebut memiliki alkaloid dengan banyak jejak-jejak nikotin. Di daerah lain, seperti Kepulauan Bahama atau Teluk Meksiko, Suku Indian sudah memiliki kebiasaan merokok saat Columbus pertama kali datang. Daun tembakau biasa digulung rapat atau dimasukkan pipa sebelum dibakar. Biasanya, merokok dilakukan saat hari perayaan atau menyambut tamu.

Di Indonesia asal usul rokok tembakau memiliki sejarah yang simpang siur. Misalnya, di daerah sekitar Dieng dan Gunung Sindoro, masyarakat percaya bahwa bibit tembakau merupakan pemberian Sunan Kudus. Sementara masyarakat Madura percaya bahwa bibit tembakau dibawa oleh orang bernama Ki Ageng Katandur.Belum ada yang bisa menjelaskan dengan tepat sejarah masuknya bahan baku rokok ini di Indonesia. Namun dari relief yang ada di Candi Borobudur, masyarakat Indonesia diperkirakan telah mengenal tembakau sejak abad ke-8. Pada relief tersebut, digambarkan masyarakat yang memiliki kebiasaan nginang atau mengunyah tembakau. Sementara konsumsi tembakau dengan dibakar diperkirakan sudah ada di Indonesia di akhir 1500-an. Hal tersebut merujuk pada sajak dalam Babad Tanah Jawi yang menceritakan kebiasaan merokok Panembahan Senopati atau Sultan Agung Kerajaan Mataram Islam.

Menurut sejarah, tembakau ditanam secara sporadis pada permulaan tahun 1600-an. Penanaman bahan baku dan produksi rokok secara luas kemudian dilakukan VOC di Indonesia pada tahun 1820. Awalnya, perkebunan hanya berada di daerah Surakarta dan Yogyakarta. Namun karena regulasi dari pemerintahan kraton, perkebunan ini sulit berkembang. VOC pun membuka lahan di daerah-daerah lain dengan memberlakukan tanam paksa pada 1840 di bawah perintah Gubernur Jenderal Van den Bosch. Lahan-lahan tersebut berada di daerah Kediri, Kedu, Klaten, Kudus, Pati, dan Deli. Pada 1860, mereka membuka lahan di Madura, menggantikan tebu karena tembakau dianggap lebih menguntungkan. Perkembangan kebun tembakau seakan tidak berhenti, pada 1910 VOC membuat kebun tembakau besar disertai balai penelitian di daerah Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Banyak orang Madura yang saat itu dipaksa meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di tempat tersebut. Demikian asal usul dan sejarah rokok di dunia dan Indonesia.

Dengan demikian hampir di setiap sudut kota dan desa di Indonesia bisa kita temukan orang-orang sedang menghirup lentingan tembakau tersebut. Baik di rumah,taman, tempat peribadatan, lingkungan pendidikan, tempat makan, kantor hingga area wisata pun banyak berseliweran perokok. Mereka dengan bebasnya menghirup dan melepaskan asap rokok bahkan sambil menggendong anaknya sendiri.

Stigma yang ada di masyarakat mengatakan bahwa merokok dapat menghilangkan stres. Alih-alih menghilangkan stres, merokok justru membunuh secara perlahan penggunanya dan asapnya dapat menyakiti orang-orang yang bahkan tidak merokok. Perokok dibedakan menjadi dua yakni perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif ialah mereka yang mengkonsumsi rokok secara langsung. Sedangkan perokok pasif ialah mereka yang tidak mengkonsumsi rokok namun turut menghirup asap rokok dari perokok aktif. Terlepas dari perbedaan antara perokok aktif dan pasif, ternyata dampak yang diperoleh keduanya hampir sama. Tentu ini sangat merugikan perokok pasif yang mana mereka sudah berusaha tidak merokok untuk menjaga kesehatannya namun terkena imbas karena keegoisan perokok aktif.

Asap rokok memiliki kandungan yang dapat menyebabkan kanker dan mengiritasi semua organ di dalam tubuh termasuk mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Asap rokok sendiri dibagi menjadi dua yaitu asap mainstream dan sidestream. Asap mainstream adalah asap yang dihirup langsung melalui ujung mulut rokok oleh perokok. Sedangkan asap sidestream adalah asap yang berasal dari ujung rokok yang terbakar dan menyebar ke udara. Asap sidestream lebih berbahaya karena memiliki kandungan karbon monoksida dan amonia yang lebih banyak, dan asap inilah yang berpotensi dihirup perokok pasif. Kebanyakan perokok aktif yang merokok di tempat umum berpikir bahwa asap rokok mereka akan menghilang di udara dengan cepat sehingga tidak menimbulkan masalah yang berarti. Namun pada kenyataannya, ketika asap dihembuskan oleh perokok, asap tersebut tidak akan hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara hingga 2,5 jam meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan.

Asap-asap yang tak nampak oleh mata telanjang manusia dapat masuk ke dalam tubuh orang-orang di sekitar lingkungan tersebut. Inilah yang menyebabkan perokok pasif juga berpotensi terkena kanker dan penyakit jantung. Selain itu, bahaya perokok pasif juga sangat tinggi pada wanita hamil dan anak-anak. Wanita hamil yang terlalu sering menghirup asap rokok dapat meningkatkan risiko bayi mengalami keguguran, kelahiran mati, munculnya berbagai komplikasi saat lahir, hingga kelahiran prematur dan berat bayi lahir rendah. Pada anak-anak yang menjadi perokok pasif, mereka akan berpotensi mengalami gangguan kesehatan ringan sampai berat. Gangguan kesehatan ringan seperti flu, batuk, sesak napas, dan infeksi telinga tengah. Dan gangguan berat seperti bronkitis, bronkiolitis, pneumonia, asma, bahkan kanker dan penyakit jantung.

Bahaya rokok telah diketahui dari kandungan bahan-bahan penyusunnya. Terry dan Horn menyatakan bahwa kandungan yang ada di dalam rokok itu sangat banyak tetapi hanya tujuh ratus macam zat saja yang dikenal. Diantara beberapa zat berbahaya yang bisa Anda ketahui merupakan penyusun di dalam rokok yaitu:

  • Ammonia: gas yang tidak berwarna, terdiri dari nitrogen dan hidrogen. Memiliki bau yang sangat tajam dan merangsang digunakan untuk pencuci lantai. Zat ini sangat cepat memasuki sel-sel tubuh dan kalau disuntikkan sedikit saja pada aliran darah akan membuat pingsan atau koma.
  • Phenol: zat ini terdiri dari campuran kristal yang dihasilkan dari distilasi zat-zat organik misalnya kayu dan arang. Phenol bisa terikat di dalam protein dan menghalangi kerja enzime.
  • Methanol: cairan ringan yang mudah menguap dan terbakar. Jika diminum dan diisap dapat berakibat pada kebutaan dan kematian. Merupakan bahan bakar roket. Sianida mengandung racun berbahaya dan jika dimasukkan langsung ke dalam tubuh akan berakibat kematian.
  • Acetone: bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (bahan penghapus cat).
  • Arsenic: racun anai-anai atau racun semut putih.
  • Polonium 201: Bahan radioaktif.
  • Nephthylamnine: obat gegat
  • Nephalen: kapur barus
  • Cadmium: di pakai untuk accu mobil
  • Vinyl Chloride: bahan plastic PVC
  • Butane: bahan bakar korek api
  • Pyrene: bahan untuk membuat zat warna
  • Dimethylnitrosamine: minyak kuning yang mudah menguap
  • Benzopyrene: senyawa karsinogenik
  • Toluene: bahan kimia pelarut industry

Dari sekian banyak nya zat kimia di atas yang terdapat pada rokok yang sangat berbahaya adalah:

  • Tar: cairan kental berwarna coklat tua atau hitam di dapatkan dengan cara distilasi kayudan arang dan getah tembakau.at inilah yang menyebabkan kanker paru-paru.
  • Nikotin: cairan berminyak tidak berwarna. zat ini bisa menghambat rasa lapar sehingga menyebabkan seseorang tidak merasa lapar karena mengisap rokok. Nikotin merupakan zat pada rokok yang berisiko menyebabkan penyakit jantung sebesar 25%.
  • Karbon monoksida: gas yang tidak berbau. Zat ini dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna dari unsur zat karbon. Jika karbon monoksida ini masuk ke dalam tubuh dan dibawa oleh hemoglobin ke dalam otot-otot tubuh. Satu molekul hemoglobin dapat membawa empat molekul oksigen. Apabila di dalam hemoglobin itu terdapat karbon monoksida, berakibat seseorang akan kekurangan oksigen.

Gambar di bawah ini dapat kita lihat kandungan zat yang berbahaya di dalam rokok.

Upaya untuk menghilangkan kebiasaan merokok ini telah menjadi program bagi Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) untuk memberikan solusi terkait dengan perokok aktif. Salah satu caranya dengan menaikkan cukai rokok. Semakin tinggi harga rokok, tentu makin sedikit orang yang akan mengkonsumsinya, namun pada kenyataannya malah rokok menjadi salah satu penyumbang pendapatan negara yang cukup besar. Mengingat tantangan yang sangat tinggi dalam menurunkan jumlah perokok aktif maka upaya yang seiring dengan hal ini juga dilakukan dengan cara merokok tepat pada tempat yang telah disediakan. Selanjutnya dapat disosialisasikan pada tempat-tempat resmi seperti kantor, rumah sakit dan tempat umum/keramaian untuk dipasang stiker yang mengajurkan untuk tidak merokok misalnya dengan menuliskan kalimat “Area bebas asap rokok/ dilarang merokok”.

Agar tidak menjadi perokok aktif maupun pasif ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan diantaranya:

  • Mengingatkan dengan sopan saat melihat perokok yang merokok disembarang tempat
  • Menghindari berkumpul dengan perokok dan lebih baik mencari tempat yang memiliki udara segar serta terbebas dari asap rokok.
  • Melarang orang merokok dalam rumah agar Anda dan anggota keluarga yang tidak merokok terbebas dari paparan asap rokok.
  • Memiliki ruang yang bebas asap rokok saat berada ditempat umum seperti warung, kafe atau kantor
  • Menggunakan masker saat keluar rumah untuk mengurangi paparan asap rokok

Bahaya asap rokok terhadap kesehatan harus disadari oleh setiap orang. Jangan karena satu orang atau beberapa orang merokok, sehingga banyak orang lain yang jadi ikut terancam penyakit berbahaya karena rokok. Perlu disadari bahwa asap rokok dapat membunuhmu dan orang di sekitarmu, mulailah untuk tidak merokok agar diri sendiri dan keturunan kita menjadi sehat dan kuat.

Penulis adalah Mahasiswa dan Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala

  • Bagikan