Waspada
Waspada » AS Berduka, Biden Gelar Peringatan 500 Ribu Korban Meninggal Covid-19
Headlines Internasional

AS Berduka, Biden Gelar Peringatan 500 Ribu Korban Meninggal Covid-19

Presiden Joe Biden (kiri) dan wakilnya, Kamala Harris (kedua kanan) didamping pasangan masing-masing, mengheningkan cipta guna memperingati kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat yang menembus angka 500 ribu pada Senin (22/2/2021) waktu setempat. AP

WASHINGTON, AS (Waspada): Presiden Joe Biden akan menggelar upacara untuk memperingati kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat yang diperkirakan menembus angka 500 ribu pada Senin (22/2/2021) waktu setempat.

CNN melaporkan bahwa Biden akan menggelar upacara penyalaan lilin dan mengheningkan cipta tersebut di Gedung Putih sekitar pukul 18.15 waktu setempat.

Upacara itu juga akan dihadiri oleh Ibu Negara Jill Biden, dan Wakil Presiden Kamala Harris bersama suaminya, Doug Emhoff.

Selain itu, Biden juga memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di kantor-kantor lembaga pemerintahan selama lima hari.

Ini bukan kali pertama Biden menunjukkan simbol kepeduliannya terhadap pandemi Covid-19 melalui upacara.

Sehari setelah dilantik pada Januari lalu, Biden juga menggelar upacara di Lincoln Memorial untuk memperingati kematian akibat Covid-19 di AS yang sudah mencapai 400 ribu kasus waktu itu.

Rentetan upacara ini dianggap sebagai tanda perbedaan pendekatan Biden dan pendahulunya, Donald Trump, dalam menanggapi pandemi Covid-19.

Sejak awal pandemi melanda, Trump dinilai tak pernah serius menanggapi. Ia juga sangat jarang mengungkapkan dukacita terhadap para warga yang meninggal karena Covid-19.

Trump pun dianggap sebagai salah satu alasan angka kasus Covid-19 di AS sangat tinggi. Hingga kini, AS melaporkan kasus positif Covid-19 mencapai nyaris 2,5 juta.

Biden memperkirakan angka kematian akibat Covid-19 di AS bisa menembus 600 ribu. Sejak awal menjabat, ia pun langsung membuat sejumlah gebrakan, seperti menetapkan aturan wajib masker, memperbanyak tes Covid-19, hingga memperluas program vaksinasi. (cnn/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2