Waspada
Waspada » Antisipasi Haji Tahun Ini, 172 Ribu Jamaah Prioritas Divaksin
Headlines

Antisipasi Haji Tahun Ini, 172 Ribu Jamaah Prioritas Divaksin

Plt Dirjen PHU Kemenag, Oman Faturahman

JAKARTA (Waspada): Kementerian Agama telah memvalidasi sebanyak 158 ribu jamaah haji reguler dan 14 ribu jamaah haji khusus, untuk mendapat prioritas vaksinasi tahap kedua. Vaksinasi tahap kedua sudah dimulai sejak 17 Februari yang diperuntukkan bagi pelayan publik dan lanjut usia. Seperti diketahui, jamaah haji Indonesia sebagian besar adalah lansia.

“Kini prosesnya masuk pada verifikasi ulang,” kata Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (19/2).

Data yang divalidasi berbasis pada jamaah yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1440H/2020M. Akses data diberikan secara bertahap karena tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah lebih dulu melakukan proses validasi.

Data yang diberikan antara lain mencakup Nomor Induk Kependudukan atau NIK, Nama, Nomor Porsi, dan alamat lengkap jamaah.

“Kami akan terus update dan diharapkan dalam waktu dekat ini seluruh jemaah yang telah lunas sudah bisa didaftarkan pada program vaksinasi tahap II,” tandasnya.

Oman menambahkan, upaya pengajuan prioritas bagi jamaah haji ini adalah langkah antisipasi jika Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memberikan kuota jamaah haji 1442H kepada Indonesia.

Menurut Oman, validasi data ini sekaligus sebagai tindak lanjut surat Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Menteri Kesehatan. Surat tertanggal 5 Januari 2021 itu terkait permohonan dukungan perlindungan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia.

Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hasan Affandi mengatakan, data jamaah haji reguler dan khusus yang sudah divalidasi oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan bisa diakses Kemenkes melalui Sistem Informasi dan Komputerasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan. 

Terkait jamaah haji khusus dalam penyelenggaraan ibadah haji berjumlah 17 ribu. Jadi, masih ada sekitar tiga ribu data jamaah yang masih dalam proses verifikasi.

“Update data tersebut antara lain berupa Nomor Induk Kependudukan atau NIK, Nama, Nomor Porsi, dan alamat lengkap jemaah,” jelas Hasan.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2