Waspada
Waspada » Anggota DPRD Karo Kecewa Kinerja Dishub Karo
Headlines Sumut

Anggota DPRD Karo Kecewa Kinerja Dishub Karo

PERSONEL Lantas Polres Tanah Karo setelah memasang rambu penunjuk jalan menuju salah satu jalur alternatif Karo-Lubuk Pakam. Waspada/Ist
PERSONEL Lantas Polres Tanah Karo setelah memasang rambu penunjuk jalan menuju salah satu jalur alternatif Karo-Lubuk Pakam. Waspada/Ist

BERASTAGI (Waspada): Anggota DPRD Karo Drs Sipken Ginting merasa kecewa terhadap kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Karo dalam keterlambatannya menyikapi pemasangan rambu penunjuk jalan alternatif jurusan Karo-Langkat dan Karo-Lubuk Pakam.

Rambu penunjuk arah pada dua jalaur alternatif dirasa sangat perlu mengingat saat ini musim hujan dan sangat berpengaruh terhadap mobilisasi akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021 bila jalan utama Berastagi-Medan terjadi macat total akibat peristiwa bencana alam longsor.

Nada kecewa Drs Sipken Ginting disampaikan kepada Waspada, Jumat (25/12) di Hotel Grand Orri, Desa Lau Gumba, Kecamatan Berastagi.

“Kita heran dengan sikap pihak Dinas Perhubungan Karo yang terkesan lamban untuk menyikapi keharusan memasang rambu penunjuk arah menuju jalan alternatif. Padahal jauh sebelumnya, mereka sudah mengetahui potensi macat pada jalur utama Berastagi-Medan sangat besar, pada musim hujan seperti sekarang ini”, kata politisi dari partai Golkar itu.

Jalur alternatif Karo-Langkat dan Karo-Lubuk Pakam, tidak hanya dibutuhkan oleh warga dan wisatawan bila jalur utama terjadi macat.

Tetapi ambulance, mobil Sembako dan angkutan sayur-mayur juga dapat melintasi dari jalan ini.

Anggota DPRD Karo Drs Sipken Ginting menyebutkan, keluarga dekatnya ada yang pernah meninggal dunia di dalam ambulance saat menuju salah satu rumah sakit di Medan.

Penyebabnya adalah jalan Nasional Berastagi-Medan (jalur Deli) mengalami kemacatan berjam karena longsor.

Kolegannya juga pernah ketinggalan pesawat karena macat di jalur Deli.

Begitu pula dengan puluhan angkutan sayur-mayur yang pernah tertahan di ruas jalan ini akibat macat.

“Padahal, bila Dinas Perhubungan Kabupaten Karo lebih cepat menyikapinya dengan memasang rambu penunjuk jalan, maka kerugian dan beban mental masyarakat sedikit dapat terobati,” katanya.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kata Sipken Ginting, ia juga pernah mempertanyakan hal ini kepada Kadis Perhububungan Karo Gelora Fajar Purba.

Namun jawaban Gelora Fajar saat itu, pihaknya sudah mengusulkan pengadaan rambu dimaksud ke Dinas Perhubungan Provinsi Sumut.

Kok mesti dibuat pengusulan untuk pengadaan rambu atau peta jalur alternatif, kalau hanya dibutuhkan dua atau tiga saja, katanya.

Menjawab Waspada tentang kebutuhan biaya anggaran pemasangan rambu penunjuk jalan terhadap jalur alternatif, Drs Sipken Ginting mengatakan, banyak perusahaan yang mau berkontribusi melalui corporate social responsibility (CSR) memasang rambu.

Apalagi mereka sebagai pemberi CSR diberi kesempatan (ruang) pada plang rambu penunjuk jalan memampangkan nama perusahaanya, diyakini mereka mau.

“Disinilah dibutuhkan kreativitas ataupun inovasi membangun daerah tanpa harus membebani APBD Karo atau APBD Provinsi,” tegas Drs Sipken Ginting.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karo Gelora Fajar Purba yang dihubungi Waspada menyebutkan Dinas Perhubungan bersama Polres Tanah Karo akan menyiapkan rambu petunjuk arah menuju jalan alternatif dan akan dipasang segera dan sudah berkordinasi dengan balai jalan Nasional dan jalan Provinsi dalam penanganan bahaya longsor di seputaran jalan nasional Berastagi Medan.

“Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas, apabila ruas jalan Nasional padat atau terjadi potensi kemacetan, dan Personil Polres, Dishub, TNI, Satpol dan Dinkes Standbye di Pos Terpadu Berastagi dan Pospam Doulu, Tigapanah dan Posyan di Mikie Holiday Berastagi”, sebutnya.

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setiyo SH SIK melalui Kasat Lantas AKP Agus Ita Lestari Ginting SIK MSi menyebutkan pihaknya sudah memasang sepanduk atau rambu penunjuk jalan pada jalur alternatif.

Bila Lalulintas pada ruas jalan utama Medan-Berastagi terganggu, warga maupun wisatawan yang masih berada di wilayah hukum Polres Tanah Karo yang hendak ke Medan, disarankan melalui jalan alternatif.

Skema ruas jalan alternatif dari Karo-Lubuk Pakam yakni dari Kabanjahe-Simpang Sinaman-Desa Talimbaru-Simpang Tiga Bawang-Desa Cingkes-Simpang Tiga belok kiri ke Saran Padang, lanjut Bangun Purba-Medan-Lubuk Pakam.

Skema ruas jalan alternatif Tanah Karo-Langkat yakni Kabanjahe-Simpang Empat-Naman Teran-Kuta Rayat-Pamah Simelir-Namo Ukur-Binjai, masuk tol Megawati keluar tol Helvetia.

Jika arus Lalulintas pada jalan utama terjadi di titik longsor Sibolangit, maka pengendara dari Berastagi bisa melintasi rute alternatif Bandar Baru-Desa Martelu-Desa Sukamaju-Simpang Desa Basukum-Penen-Delitua, jelas AKP Agus Ita. (a06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2